Berita Sumut

Solar Langka Disebut Penyebab Nelayan Sergai Tidak Melaut, Ini Penjelasan Pertamina

Sebanyak ratusan nelayan di Kabupaten Serdangbedagai tidak melaut akibat kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar.

TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Kapal kapal nelayan di pantai Bogak, Kecamatan Teluk Mengkudu tampak besandar sebab para nelayan memilih tidak melaut seiring kesulitan mendapatkan BBM. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak ratusan nelayan di Kabupaten Serdangbedagai tidak melaut akibat kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar.

Terkait hal ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Bio Solar subsidi dalam kondisi aman.

Baca juga: 66 Orang PMI Kedapatan Hendak Masuk ke Asahan Melalui Jalur Ilegal, Diangkut Kapal Nelayan

Pertamina menghimbau agar para nelayan mengajukan berupa surat rekomendasi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat terkait kebutuhan Bio Solar di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara.

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Susanto August Satria mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan lembaga penyalur misalnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) agar penyaluran BBM, khususnya Bio Solar bagi nelayan dapat terpenuhi sesuai kebutuhan.

"Stok Bio Solar subsidi dalam kondisi aman, tidak ada kelangkaan. SPBUN menyalurkan Bio Solar kepada nelayan yang telah memiliki surat rekomendasi dari DKP setempat," ujar Satria, Kamis (6/4/2023).

Ia menjelaskan, realisasi penyaluran Bio Solar untuk Sergai hingga Maret 2023 sebanyak 11.920 Kilo Liter (KL) dimana kuota Bio Solar di Sergai 2023 adalah sebesar 42.644 KL.

Oleh karena itu, hingga triwulan pertama realisasi penyaluran Bio Solar sudah sekitar 28 persen dari total kuota yang ditetapkan oleh BPH Migas, artinya rata-rata penyaluran Bio Solar sebesar 132 KL per hari.

"Kuota JBT Bio Solar khususnya di Sergai sejumlah 117 KL per hari, sedangkan rata-rata penyaluran Bio Solar sebesar 132 KL per hari. Jadi sebenarnya, penyaluran Bio Solar bahkan sudah lebih banyak dari kuota yang ditetapkan," ujar Satria.

Satria mengingatkan kepada masyarakat saat ini pendaftaran Program Subsidi Tepat masih terus berlangsung.

Diharapkan, masyarakat segera melakukan pendaftaran Program Subsidi Tepat melalui website subsiditepat.mypertamina.id, aplikasi MyPertamina atau datang langsung ke SPBU.

Pendaftaran Program Subsidi Tepat ini untuk melindungi konsumen yang berhak dari konsumen lainnya yang tidak berhak.

Sehingga BBM subsidi dapat tersalurkan dengan tepat sasaran dan tepat volume.

"Konsumen nelayan merupakan bagian dari Program Subsidi Tepat, yang termasuk kategori non kendaraan. Saat ini, Program Subsidi Tepat untuk konsumen nelayan sudah mulai diujicobakan di beberapa SPBUN," jelasnya.

Baca juga: Nelayan Aceh Temukan Kapal Imigran Rohingya yang Dibuang ke Laut Sabang

Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk menyalurkan Bio Solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) 191/2014.

Untuk memastikan distribusi Bio Solar berjalan lancar dan aman, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut juga terus meningkatkan pengawasan di lapangan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.

(cr9/tribun-medan.com) 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved