Kebakaran

Rita, Janda Satu Anak Kisahkan Detik-detik Kebakaran, hanya Tersisa Baju yang Dipakai

Rita Mariana (38), perempuan yang bekerja sebagai tukang cuci, menceritakan kesedihannya akibat rumahnya yang ludes dilahap Si Jago Merah.

TRIBUN MEDAN/EDWARD GILBERT MUNTHE
Rita Mariana (38), saat menceritakan kronologi rumahnya yang ludes terbakar, Sabtu (22/4/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rita Mariana (38), perempuan yang bekerja sebagai tukang cuci, menceritakan kesedihannya akibat rumahnya yang ludes dilahap Si Jago Merah.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Jalan Pertempuran, Gang Sekata, Lingkungan VI, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, dan membakar habis 20 rumah warga.

Diceritakan Rita, kejadian tersebut sekira pukul 2.30 WIB dini hari. Saat kejadian, dirinya sedang tertidur pulas bersama anak dan saudaranya.

Dalam rumah yang mereka tempati berjumlah 6 orang yaitu dua orang dewasa dan 4 anak kecil.

Dirinya mengetahui kebakaran tersebut karena mendengar ada yang berteriak memberitahu bahwa adanya kebakaran.

Sejumlah warga mengabadikan momen paska kebakaran di Jalan Selamat Gang Amal, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Selasa (18/4) siang. Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan penyebab kebakaran yang menewaskan enam orang satu keluarga di Medan Amplas diduga akibat kompor meledak.
Sejumlah warga mengabadikan momen paska kebakaran di Jalan Selamat Gang Amal, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Selasa (18/4) siang. Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan penyebab kebakaran yang menewaskan enam orang satu keluarga di Medan Amplas diduga akibat kompor meledak. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

"Ada orang teriak-teriak bilang kebakaran. Jadi kami keluar, posisinya udah mati lampu (listrik padam), kami tengok keadaan, api udah marak," kata Rita, Sabtu (22/4/2023).

Mengetahui hal tersebut, dirinya pun lantas mencoba menyelamatkan keluarga beserta barang-barang berharga.

Namun nahas, belum sempat menyelamatkan barang-barang, rumahnya pun sudah dilahap Si Jago Merah.

Sejumlah warga melihat kondisi rumah paska kebakaran di Jalan Selamat Gang Amal, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Selasa (18/4) siang. Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan penyebab kebakaran yang menewaskan enam orang satu keluarga di Medan Amplas diduga akibat kompor meledak.
Sejumlah warga melihat kondisi rumah paska kebakaran di Jalan Selamat Gang Amal, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Selasa (18/4) siang. Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago mengatakan penyebab kebakaran yang menewaskan enam orang satu keluarga di Medan Amplas diduga akibat kompor meledak. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Dalam peristiwa ini, Rita yang beragama muslim mengaku sedih akibat musibah yang ia alami bertepatan di Hari Raya Idul Fitri.

"Sedih juga lah, tadi keluarga baru datang nangis juga. Tapi kek mana lagi, udah kena musibah, kek mana," ucapnya sembari menahan tangis.

Lanjut perempuan yang berstatus janda ini mengatakan, saat ini dirinya tidak memiliki apa-apa lagi, hanya pakaian yang dikenakannya saja dan sang anak yang berumur 9 tahun.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Kota Medan agar dapat memberikan bantuan dan tempat tinggal yang layak.

"Minta bantuan segera, kami mau tinggal di mana," harapnya dengan suara terbata-bata

"Ga tau lah mas, siapa yang nampung, mana yang layak lah," sambungnya.

(cr28/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved