Viral Medsos

Mantan Perdana Menteri Sudan Sebut Konflik Sudan Bisa Lebih Buruk dari Suriah dan Libya

Selama dua pekan, pertempuran telah menewaskan ratusan orang, sementara puluhan ribu orang melarikan diri dari negara itu.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: AbdiTumanggor
HO
Perang Sudan semakin menggila. Sebanyak 459 orang tewas dan 4.072 orang luka-luka. 

Khususnya tentang jangka waktu masuknya 100.000 tentara RSF ke dalam militer Sudan.

Kedua faksi takut kehilangan kekuasaan di Sudan, sebagian karena di kedua belah pihak ada orang yang bisa diadili di Pengadilan Kriminal Internasional atas kejahatan perang yang dilakukan di wilayah Darfur hampir 20 tahun lalu.

Jutaan orang masih terperangkap di Khartoum, di mana terjadi kekurangan makanan, air, dan bahan bakar.

PERANG SAUDARA DI SUDAN: Militer Sudan hari Sabtu (22/4/2023) mengumumkan mereka sedang mengoordinasikan upaya evakuasi diplomat dari Amerika Serikat, Inggris, China, dan Prancisr (Straits Times)
PERANG SAUDARA DI SUDAN: Militer Sudan hari Sabtu (22/4/2023) mengumumkan mereka sedang mengoordinasikan upaya evakuasi diplomat dari Amerika Serikat, Inggris, China, dan Prancisr (Straits Times) (Straits Times)

Baca juga: KABAR Terbaru Perang Sudan Hari ke 12: 459 Orang Tewas dan 4.072 Orang Luka-Luka

Sebanyak 459 orang tewas dan 4.072 orang luka-luka

Diketahui, pertempuran meletus antara angkatan bersenjata Sudan dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak 15 April 2023.

Korban tewas ratusan orang ini Dikutip dari Reuters menurut angka terbaru WHO.

Bentrokan telah melumpuhkan rumah sakit dan layanan penting lainnya.

Banyak orang terdampar di rumah mereka dengan persediaan makanan dan air yang semakin menipis.

Perang Sudan semakin menggila.
Perang Sudan semakin menggila. Sebanyak 459 orang tewas dan 4.072 orang luka-luka. 

Selengkapnya, simak rangkuman update perang saudara di Sudan berikut ini yang dikutip dari Al Jazeera:

1. Pertempuran

- Sebagian upaya gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat (AS) di Sudan tampaknya dipertahankan.

Tetapi menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak ada tanda-tanda faksi yang bertikai siap untuk secara serius merundingkan perdamaian abadi.

- Gencatan senjata yang disepakati selama tiga hari sebagian besar diadakan di ibu kota, Khartoum, meski bentrokan terjadi di tempat lain di negara itu.

- Pada malam hari, tembakan dan ledakan terdengar di Omdurman, salah satu kota kembar Khartoum di Sungai Nil, tempat tentara menggunakan drone untuk menargetkan posisi Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

- Kecemasan atas keamanan di Sudan diperparah ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan tentang " risiko biologis yang sangat besar" setelah para pejuang menduduki laboratorium Khartoum yang menyimpan sampel kolera, campak, polio, dan penyakit menular lainnya.

2. Keadaan warga sipil

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved