Contoh Soal SNBT 2023

Contoh Soal SNBT 2023 Pengetahuan Kuantitatif, Cocok Untuk yang Mau Masuk Universitas Syiah Kuala

Universitas Syiah Kuala adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Banda Aceh.

Penulis: Istiqomah Kaloko |
HO / TRIBUN
Contoh Soal SNBT 2023 Pengetahuan Kuantitatif, Cocok Untuk yang Mau Masuk Universitas Syiah Kuala 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bagi kamu yang ingin masuk ke Universitas Syiah Kuala, berikut 10 contoh soal SNBT Materi Pengetahuan Kuantitatif lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan.

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) adalah sistem seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BP3) bekerja sama dengan Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia.

Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2023 ini dilaksanakan pada bulan Mei.

Universitas Syiah Kuala atau disingkat sebagai Unsyiah merupakan perguruan tinggi yang dapat kamu jadikan sebagai pilihan pada pendaftaran SNBT 2023.

Universitas Syiah Kuala adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berlokasi di Banda Aceh.

Untuk masuk ke Universitas Syiah Kuala, kamu bisa mengikuti ujian SNBT 2023.

Ada tujuh subtes yang akan diujiankan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2023 mendatang, salah satunya Tes Pengetahuan Kuantitatif.

Tes Pengetahuan Kuantitatif ini masuk ke dalam Tes Potensi Skolastik (TPS). Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah tes yang dibuat untuk menguji kemampuan berfikir calon mahasiswa baru agar berhasil dalam pendidikan formal termasuk di perguruan tinggi nantinya.

Untuk menyelesaikan Tes ini, peserta ujian akan diberikaan waktu 20 menit untuk mengerjakan 15 soal.

Contoh soal:

1. Garis dengan persamaan mana saja yang memotong garis 2x + y = 4 dan  x + 2y = 2 di dua titik berbeda?

1. y = -x + 5

2. y = x - 2

3. y = 3x -1

4. y = -2x + 7

A. (1), (2), dan (3) SAJA yang benar

B. (1) dan (3) SAJA yang benar

C. (2) dan (4) SAJA yang benar

D. HANYA (4) yang benar

E. SEMUA pilihan benar

Jawaban: B. (1) dan (3) SAJA yang benar.

Pembahasan:

Gradien garis 1 tidak sama dengan gradien garis 2 sehingga garis ketiga memotong dua garis tersebut di dua titik berbeda jika:

(a) gradiennya berbeda dengan kedua gradien garis yang lain, dan

(b) tidak melalui titik potong dua garis yang lain.

Oleh karena itu, garis dengan persamaan (1) atau persamaan (3) memotong dua garis lainnya di dua titik berbeda.

2. Kurva y = ax⊃2; + 2x + 1 dengan a ≠ 0  memotong sumbu-x di dua titik berbeda.

Pernyataan yang benar adalah….

A. a < 1>

B. 6a < 1>

C. a > 1

D. 3a > 1

E. 3a > 2

Jawaban: A. a < 1>

Pembahasan: Jika kurva y = ax⊃2; + 2x + 1 dengan a ≠ 0  memotong sumbu-x di dua titik berbeda, maka 2⊃2; - 4a(1) > 0, sehingga a < 1>

3. Kurva y = ax⊃2; + 2x + 1 dengan a ≠ 0  memotong sumbu-x di dua titik berbeda.

Pernyataan yang benar adalah….

A. Kurva terbuka ke atas

B. Kurva terbuka ke bawah

C. Kurva memotong sumbu-y positif

D. Kurva memotong sumbu-y negatif

E. Titik puncak kurva berada di kuadran l

Jawaban: C. kurva memotong sumbu-y positif

Karena a<1>

Jika x=0, diperoleh y=1 sehingga kurva memotong sumbu- y positif.

4. Diketahui segitiga ABCD dengan ∠B = 30°.

Apakah segitiga ABC siku-siku?

Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1. ∠A – ∠C = 20°.

2. ∠C < ∠A.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup

B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup

C. Pernyataan (1) dan (2) cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi salah satu dari keduanya tidak cukup

D. Pernyataan (1) atau pernyataan (2) SAJA sudah cukup untuk menjawab pertanyaan

E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan

Jawaban: A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup.

Pembahasana:

∠A + ∠C = 180° – 30° = 150°

∠A – ∠C = 20°

Karena dua persamaan tersebut merupakan SPL yang konsisten, pertanyaan dapat dijawab. Dengan demikian pernyataan (1) cukup digunakan untuk menjawab pertanyaan

Karena ∠A + ∠C = 150°, pernyataan (2) tidak cukup untuk memutuskan apakah ∠A siku-siku.

5. Diketahui b = 2 x c dan b – d = 3.

Apakah d  bilangan prima?

Putuskan apakah pernyataan (1) dan (2) berikut cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1. d = 2c – 3.

2. b – 2c = 0.

A. Pernyataan (1) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (2) SAJA tidak cukup

B. Pernyataan (2) SAJA cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi pernyataan (1) SAJA tidak cukup

C. Pernyataan (1) dan (2) cukup untuk menjawab pertanyaan, tetapi salah satu dari keduanya tidak cukup.

D. Pernyataan (1) atau pernyataan (2) SAJA sudah cukup untuk menjawab pertanyaan

E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan

Jawaban: E. Pernyataan (1) dan pernyataan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan

Pembahasan:

Pernyataan (1) diperoleh dari b = 2 x c dan b – d = 3.

Pernyataan (2) diperoleh dari b = 2 x c.

Karena sistem tersebut terdiri dari 2 persamaan yang memuat 3 variabel, serta pernyataan (1) dan (2) diperoleh  dari b = 2 x c dan b – d = 3, disimpulkan pernyataan (1) dan (2) tidak cukup untuk menjawab pertanyaan.

6. Manakah pernyataan yang benar jika |2x - 5| <3>

1. HP = {1,2,3,4}

2. HP ={x|1 < x>

3. Jumlah seluruh nilai x adalah 10

4. Hasil kali seluruh nilai x adalah 6

A. (1), (2) dan (3) SAJA yang benar

B. (1) dan (3) SAJA yang benar

C. (2) dan (4) SAJA yang benar

D. Hanya (4) SAJA yang benar

E. Semua pilihan jawaban benar

 Jawaban: C. (2) dan (4) SAJA yang benar

Pembahasan:

1. Lakukan dengan subtitusi HP ={1,2,3,4}

x=1 masukkan ke persamaan |2x - 5| <3>

|2 (1) - 5| <3>

3 < 3 xss=removed>

x = 2 masukkan ke persamaan |2(x) - 5| <3>

|2 (2) - 5| <3>

1 < 3 xss=removed>

x = 3 masukkan ke persamaan |2(x) - 5| <3>

|2 (3) - 5| <3>

1 < 3 xss=removed>

x = 4 masukkan ke persamaan |2(x) - 5| <3>

|2 (4) - 5| <3>

3 < 3 xss=removed>

Jadi pernyataan 1) salah

2. Dapat dilihat dari penjelasan pernyataan 1) bahwa yang termasuk HPnya adalah {2,3} maka HP = {x|1 < x>

Jadi pernyataan 2 benar.

3. Pernyataan 3) salah karena 2 + 3 = 5

4. Pernyataan 4) benar karena 2 × 3 = 6

Jadi jawaban yang tepat yaitu (2) dan (4) saja yang benar

7. Bilangan asli n bersisa 5 jika dibagi 7 dan bersisa 3 jika dibagi 4. Diantara bilangan berikut yang mungkin merupakan nilai untuk n adalah.....

(1) 35

(2) 47

(3) 61

(4) 75

A. (1), (2), dan (3) saja yang benar

B. (1) dan (3) saja yang benar

C. (2) dan (4) saja yang benar

D. Hanya (4) yang benar

E. Semua pilihan benar

Jawaban: C. (2) dan (4) saja yang benar

Pembahasan:

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita bisa mencoba pernyataan (1) sampai (4) seperti ini:

(1) 35 jika dibagi 7 akan menghasilkan 5 dan sisa 0, sedangkan jika dibagi 4 akan menghasilkan 8 dan sisa 3. Sehingga pernyataan (1) salah.

(2) 47 jika dibagi 7 akan menghasilkan 6 dengan sisa 5, sedangkan jika dibagi 4 akan menghasilkan 11 dan bersisa 3. Sehingga pernyataan (2) benar.

(3) 61 jika dibagi 7 akan menghasilkan 8 dan bersisa 5, sedangkan jika dibagi 4 akan menghasilkan 15 dengan sisa 1. Sehingga pernyataan (3) salah.

(4) 75 jika dibagi 7 akan menghasilkan 10 dengan sisa 5, sedangkan jika dibagi 4 akan menghasilkan 18 dengan sisa 3. Sehingga pernyataan (4) benar.

8. Ada 120 siswa di suatu sekolah, 80 siswa mengikuti ekstrakurikuler pramuka, 80 siswa mengikuti ekstrakurikuler PMR. Jika p adalah jumlah minimum siswa yang mengikuti keduanya dan q adalah jumlah maksimum siswa yang mengikuti keduanya, maka selisih p dan q adalah.....

A. 10

B. 20

C. 30

D. 40

E. 50

Jawaban: B. 20

Pembahasan:

A : siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka

B : siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR

Maka, kita cari P terlebih dahulu,

100 = 80 – P + P + 80 – P

100 = 160 + P

P = 60

Nah, untuk menentukan jumlah maksimum siswa yang mengikuti keduanya, kita bisa asumsikan 80 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pramuka dan PMR mengikuti keduanya. Sedangkan, sisa 20 siswa lainnya tidak mengikuti keduanya.

Sehingga didapat jumlah maksimum mengikuti keduanya adalah 80 siswa, sedangkan minimumnya adalah 60 siswa. Didapatlah selisih dari keduanya adalah 20 siswa.

9. Peluang sukses seseorang melemparkan bola ke keranjang basket adalah 2/3. Jika dia melemparkan bola tersebut empat kali, maka peluang sukses semua lemparan itu adalah.....

A. 8/27

B. 8/3

C. 1

D. 16/81

E. 0

Jawaban: D. 16/81

Pembahasan:

Peluang sukses = P (S)

P (S) = 2/3

Maka, peluang sukses empat kali adalah

P(S) empat kali =  2/3 X  2/3  X  2/3  X  2/3

 = 16/81

10. Harga dua pensil Rp.8.000,00 dan harga satu penggaris x rupiah. Zeni membeli 3 penggaris dan 5 pensil. Jika ia membayar dengan uang Rp. 70.000,00, maka jumlah uang kembalian yang diterimanya adalah.....rupiah

A. 20000 + 3x

B. 20000 – 3x

C. 50000 – 3x

D. 50000 + 3x

E. 58000 – 3x

Jawaban: C. 50000 – 3x

Pembahasan:

Harga dua pensil adalah Rp.8.000,00, artinya harga satu buah pensil adalah Rp.4.000,00.

Nah, Zeni membeli 3 penggaris dan 5 pensil sehingga uang yang harus ia bayarkan adalah (3 x) + (5 Rp.4.000,00) = 3x +Rp.20.000,00.

Jadi, uang kembalian Zeni = Rp.70.000,00 – (3

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved