Berita Viral
Nahas, Seorang Pria Ingin Rayakan Perceraian dengan Cara Ekstrem, Terjatuh dari Ketinggian 20 Meter
Dirinya masih bisa selamat dari tragedi maut tersebut, meski demikian ia menderita patah tulang belakang dan lebam di beberapa bagian tubuh lainnya.
TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria muda terlihat senang ketika putusan perceraiannya dengan sang istri keluar, ia pun berencana merayakan hal tersebut dengan melakukan bungee jumping dari ketinggian 20 meter.
Bungee jump sendiri merupakan sebuah kegiatan ekstrem, dimana seseorang terjun dari sebuah tempat yang tinggi dengan satu ujung tali elastis yang ditempel di badan atau pergelangan kaki dan ujung tali lainnya diikat ke titik lompatan.
Seorang pria bernama Rafael dos Santos Tosta, memilih melakukan bungee jumping untuk merayakan hari perceraiannya, ia pun melompat dari ketinggian 20 meter.
Namun sialnya, tali terputus dan membuat Rafael terjatuh.
Untung saja, dirinya masih bisa selamat dari tragedi maut tersebut, meski demikian ia menderita patah tulang belakang dan lebam di beberapa bagian tubuh lainnya.
Dilansir dari The Mirror, dijelaskan kejadian naas tersebut terjadi pada musim gugur di Lagoa Azul, Campo Magro, kota Brasil.
Awalnya Rafael pergi ke suatu tempat seperti bekas tambang untuk melakukan aksinya itu, namun bukannya mendapat ketenangan ia malah cidera, dan harus menjalani perawatan saat ini.
Ia mengatakan belajar banyak hal dari kejadian tersebut, ia pun mulai berubah menjadi orang yang lebih tenang saat ini.
Lelaki tersebut juga mengatakan jika setelah cerai ia sangat menikmati hidupnya dan bebas melakukan apapun yang ia suka.
Ia pun sadar jika kini dirinya tak lagi sempurna, karena ada beberapa bagian tubunnya yang terluka parah dan tak akan bisa kembali seperti semula, namun ia bersyukur masih bisa selamat dari kecelakaan maut tersebut.
Kini, sudah hampir tiga bulan Rafael menderita akibat insiden tersebut, meski telah menjalani beberapa sesi fisioterapi, ia masih harus berjuang untuk mengangkat bagian kepalanya yang terasa berat.
Ia juga masih menderita trauma secara psikologis, dan belum mau bertemu dengan orang banyak. Sejauh ini dirinya hanya ingin berkomunikasi dengan keluarganya saja.
"Ya, Begitupun tidur saya tidak lagi sama. Saya sangat sulit untu tidur. Saya harus mencari bantuan. Saya mulai mengalami krisis, mimpi buruk, dan saya takut untuk tidur. “
“Saya pikir saya akan kuat menjalani ini, meski memerlukan waktu yang sangat lama untuk sembuh, namun saya tahu jika tidak akan kembali normal seperti dahulu,” kata Rafael dilansir dari The Mirror.
Rafael pun kini tak lagi bisa bekerja sebagai seorang operator produksi di sebuah pabrik seperti sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pria-Terjatuh-Saat-Lakukan-Bungee-Jumping_.jpg)