Tol Medan Binjai

Tol Medan-Binjai Naik hingga Rp 1500 per Kilometer, per Hari Masih 27 Ribu Kendaraan Melintas

Meski tarif Jalan Tol Medan-Binjai mengalami kenaikan, jumlah kendaraan yang melintas tak mengalami perubahan yang signifikan.

Tayang:
HO
Gerbang Tol Binjai 

Diketahui, Jalan tol Medan - Binjai yang merupakan bagian dari ruas tol Trans Sumatera diketahui sepanjang 16,72 kilometer yang terbagi menjadi 3 seksi, yaitu Seksi 1 ruas Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,72 kilometer.

Kemudian Seksi 2 ruas Helvetia-Semayang sepanjang 6,18 kilometer. Dan Seksi 3 ruas Semayang-Binjai sepanjang 4,28 kilometer.

Sementara itu, Sumardi (45) pengemudi truk asal Kota Medan sudah mengetahui adanya kenaikan tarif Jalan Tol Medan-Binjai.

"Saya sudah tau kenaikan tarif jalan tol ini. Bagaimana tidak, hampir biasa dibilang dalam seminggu pasti ada melintas jalan tol," ujar Sumardi.

Sumardi menjelaskan, mau tak mau ia melintasi jalan tol untuk menghindari jalan umum yang kerap macet terjadi pada sore hari.

"Kalau jalan umum ini kadang sering terjadi keterlambatan saat kita ngantarkan barang pesanan konsumen. Sudah menjadi konsekuensi kita lah," ujar Sumardi.

Sedangkan itu pengemudi mobil pribadi bernama Zainul (33) mengatakan, ia biasanya menggunakan jalan tol karena ada hal yang mendadak dalam melakukan pekerjaannya.

"Kalau lagi santai biasanya gunakan jalan umum. Ini karena ada kerjaan makanya gunakan jalan tol," ujar Zainul.

Soal tarif tol yang mengalami kenaikan, Zainul tak begitu mempersoalkannya.

"Gimana lagi mau dibuatkan, nyatanya kita memang membutuhkan jalan tol ini. Kalau kiranya mahal tarif tolnya, gunakan jalan umum ajalah. Kecuali kalau ada kerjaan yang mendadak, dan harus tepat waktu pulak," ujar Zainul.

Kemudian, pengemudi mobil pribadi lainnya bermana Sekar (37) mengatakan, ia pribadi merasa kaget sekaligus agak keberatan dengan naiknya tarif Jalan Tol Medan-Binjai.

"Sebenarnya merasa kaget dan berat juga karena tarif tol ini naik. Tapi ya mau kek mana, kalau lewat jalan umum pasti mengalami kemacetan," ujar Sekar.

Ia pun berharap kepada pemerintah, jika menaikan harga tarif tol ini hendaknya dikaji ulang.

"Apalagi kami yang masih pas-pasan ini. Jaman sekarang pun nyari uang sulit," tutup Sekar.

(cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved