Sugiarti Tergiur Loker Penjaga Anak, Mengenal Pelaku dari Facebook

Peristiwa pembunuh itu terungkap usai pihaknya mendapatkan keterangan keluarga.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Dicky Suhendra (19), pelaku pembunuhan Sugiarti yang ditemukan tewas dan membusuk di perladangan ubi di Desa Kuta Baru, Kecamatan, Tebingtinggi, Kabupaten, Serdang Bedagai saat diamankan polisi. /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jenazah wanita yang ditemukan membusuk di dalam perkebunan ubi di Dusun I Desa Kuta Baru Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai ternyata merupakan korban pembunuhan.

Korban bernama Sugiarti (23) warga Dusun I Desa Paya Mabar Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai. Ibu anak satu itu tewas usai dicekik pelaku yang bernama Rizky Pratama(19).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon mengatakan, peristiwa pembunuh itu terungkap usai pihaknya mendapatkan keterangan keluarga.

Insiden pembunuhan itu bermula saat korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial Facebook.
Saat itu korban yang memiliki anak satu melihat postingan pelaku yang menawarkan perkerjaan sebagai penjaga anak.

"Berawal pada bulan Mei 2023, pelaku mengunggah postingan di akun Facebook-nya dengan perkataan membuka lowongan pekerjaan jaga anak. Kemudian korban mengirimkan pesan kepada pelaku," kata Andreas, Jumat (9/6/2023).

Baca juga: NGERI, Terungkap Motif Pembunuhan Driver Taksi Online, Dua Pelaku Melakukan dengan Cara Acak

Dari situ kemudian korban bertemu dan bekerja untuk pertama kalinya di rumah pelaku. Usai bertemu beberapa hari kemudian pelaku membawa korban berjalan-jalan menuju Pematangsiantar sebelum membunuhnya di ladang ubi.

"Usai diajak ke Siantar korban dibawa ke ladang ubi dengan alasan ingin mengambil buah manggis dan di sana pelaku lalu melakukan pembunuhan. Pelaku membawa korban ke ladang ubi tersebut dengan beralasan mengambil manggis. Menggunakan tangan kanan lalu melilitkan tali tas yang sebelumnya sudah dibawa pelaku untuk mengikat leher korban," lanjut Andreas.

Usai korban tewas, pelaku membawa kabur sepeda motor dan barang-barang milik korban dan kabur menuju Kabupaten Dumai Provinsi Riau. Polres Tebingtinggi kemudian mengamankan pelaku pada Kamis (8/6/2023) malam.

Kepada polisi, pelaku mengaku menghabisi nyawa korban untuk menguasai barang milik korban dan menjualnya.

"Alasan karena himpitan ekonomi kemudian pelaku membunuh korban dan membawa kabur barang-barangnya. Namun masih kita terus dalami terkait hal itu," tutup Andreas.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi AKP Junisar Silalahi mengatakan, pelaku menghabisi nyawa korban dengan cara memiting dan melilitkan tali pada leher korban bernama Sugiarti.

Usai membunuh, pelaku sempat melakukan pelecehan seksual terhadap korban lalu kabur membawa harta bendanya.

Hal itu pun dikuatkan dari olah kejadian tempat perkara oleh Polres Tebingtinggi yang menemukan baju serta celana korban dalam kondisi terbuka.

Selain itu pelaku juga membawa kabur handphone dan sepeda motor milik korban.

"Pelaku mengambil tas korban yang di dalamnya berisikan satu handphone Vivo warna hitam dan sepeda motor Vario korban lalu menjualnya di daerah Belawan seharga Rp 2 juta," kata Junisar.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved