Viral Medsos

INILAH 7 Fakta Motif Guru Musik Bunuh Seorang Mahasiswi, Jasad Korban Ditemukan dalam Koper

Inilah 7 Fakta Motif Guru Musik Bunuh Muridnya Seorang Mahasiswi Bernama Angeline Nathania (22), Jasad Korban Ditemukan dalam Koper di Tengah Hutan.

|
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
Tangkapan Layar Video
MAHASISWI DIBUNUH - Inilah 7 Fakta Motif Guru Musik Bunuh Muridnya Seorang Mahasiswi, Jasad Korban Ditemukan dalam Koper. Seorang mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) tewas dibunuh oleh guru musiknya sendiri. Diketahui identitas korban bernama Angeline Nathania berusia 22 tahun. Sementara pelakunya pria berumur 41 tahun bernama Rochmat Bagus Apriatma alias Roy. (Tangkapan Layar Video Tribunnews.com) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Inilah 7 Fakta Motif Guru Musik Bunuh Muridnya Seorang Mahasiswi, Jasad Korban Ditemukan dalam Koper.

Seorang mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) tewas dibunuh oleh guru musiknya sendiri.

Diketahui identitas korban bernama Angeline Nathania berusia 22 tahun.

Sementara pelakunya pria berumur 41 tahun bernama Rochmat Bagus Apriatma alias Roy.

Adapun motif pelaku membunuh mahasiswi Ubaya itu lantaran mengaku sakit hati dengan kata-kata korban.

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari Tribunnews.com, Senin (11/6/2023):

1. Jasad Angeline Nathania Ditemukan di Dalam Koper

Kasus ini bermula jasad korban ditemukan oleh petugas Taman Hutan Raya (tahura) pada Sabtu (3/6/2023).

Lokasinya berada di jurang kawasan Gajah Mungkur, jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Tengah.

Awalnya petugas mengira jasad korban merupakan sampah yang dibuang warga dan mengabaikannya.

Hingga akhirnya petugas Tahura mendapatkan laporan dari kepolisian terkait kasus pembunuhan.

Kemudian pada Rabu (7/6/2023), petugas gabungan menuju lokasi untuk mengecek bungkusan berwarna putih tersebut.

Setelah dibuka, ditemukan sesosok jasad wanita dalam koper. Identitas korban belakangan diketahui mahasiswi Ubaya bernama Angeline Nathania.

2. Angeline Nathania Sempat Dilaporkan Hilang oleh Keluarganya

Sebelum ditemukan tewas dan jasadnya di dalam koper, Angeline Nathania sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak awal bulan Mei 2023 lalu.

Terakhir korban pamit pada keluarganya, ingin ikut ujian di kampus. Namun semenjak itu, Angeline Nathania tidak diketahui keberadaannya.

Keluarga yang khawatir melapor ke polisi hingga mendapatkan informasi korban terakhir terlihat bersama guru les musiknya.

Keduanya terlihat berada di sebuah apartemen wilayah Surabaya Timur.

Keluarga korban kemudian menemui pelaku untuk bertanya keberadaan korban.

Pelaku saat itu mengaku tidak tahu keberadaan korban.

Selang sekira satu bulan kemudian, polisi mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan. "Pada tanggal 7 Juli 2023, telah diamankan seorang laki-laki berumur 41 berinisial RBA. Pengakuan RBA mengakui orang terakhir bersama korban pada tanggal 3 Mei 2023. Kita (juga) dapatkan pengakuan pelaku RBA telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap korban,"ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce.

Aparat mengevakuasi jasad Angeline Nathania Mahasiswi Ubaya yang Dibunuh Guru Les Musiknya, Jasadnya Dimasukkan ke Dalam Koper Lalu Dibuang ke Jurang. (HO)
Aparat mengevakuasi jasad Angeline Nathania Mahasiswi Ubaya yang Dibunuh Guru Les Musiknya, Jasadnya Dimasukkan ke Dalam Koper Lalu Dibuang ke Jurang. (HO) (HO)

3. Detik-detik Angeline Nathania Dibunuh oleh Rochmat Bagus Apriatma alias Roy

Kombes Pasma Royce kemudian membeberkan detik-detik saat korban dibunuh oleh pelaku. Semua bermula pada 3 Mei 2023 sekira 16.30 WIB, korban berangkat dari rumahnya di Sidoarjo untuk menjemput pelaku dengan mengendarai mobilnya.

"Korban sempat ke kampus, dan pelaku berkeliling dengan mobil Xpander milik korban," kata Kombes Pasma.

Pasma melanjutkan, korban dan pelaku berkeliling untuk menggadaikan mobil. Rencananya, uang hasil gadai digunakan pelaku untuk membuka usaha.

Namun, karena belum dapat orang yang tepat, keduanya tidur di parkiran sebuah apartemen. "Setelah itu (tanggal 5 Mei 2023), sekira pukul 12.30 di sekitar jalan Kendal Sari Surabaya, mobil berhenti. Pelaku dan korban cekcok di dalam mobil. Entah apa yang terjadi, korban teriak, Karena korban teriak,  kemudian dicekik dan dibekap mulutnya hingga lemas oleh pelaku. Pelaku kemudian menjerat leher korban hingga tewas," kata Pasma.

Setelah korban meninggal dunia, singkat cerita pelaku kemudian pulang ke rumah mertua untuk mengambil koper. Pelaku kemudian membuang jasad korban di jurang kawasan Gajah Mungkur, jalur Cangar-Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Tengah.

4. Motif Rochmat Bagus Apriatma alias Roy Membunuh Angeline Nathania 

Kombes Pasma menyebut, motif kasus pembunuhan ini karena pelaku mengaku sakit hati kepada korban.

"Sekaligus pelaku ingin menguasai barang berharga dari korban, baik mobil dan handphone," ucapnya.

Diketahui, kedua barang tersebut sudah dipindah tangankan ke orang lain oleh pelaku.

Kini pelaku Roy sudah diamankan dan dijerat dengan pasal berlapis.

"Pasal 338 dan 340 KUHP dengan ancaman hukuman bisa sampai hukuman mati atau penjara seumur hidup," tandas Pasma.

5. Hubungan Rochmat Bagus Apriatma alias Roy dengan Angeline Nathania 

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana kemudian meluruskan informasi yang menyebut pelaku dan korban memiliki hubungan spesial. Ia menegaskan, hubungan pelaku dan korban sebatas guru les musik dan murid saja.

"Bukan seperti itu (asmara). Pelaku ini menggaet wanita dengan cara membodohi. Dia tidak menjalin asmara dengan korban. Tapi ingin menguasai hartanya," terang Mirzal menyimpulkan.

6. Tanggapan Pihak Kampus Ubaya

Di sisi lain, Dekan Fakultas Hukum Ubaya, Dr. Yoan Nursari Simanjuntak menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia meminta polisi melakukan penyelidikan yang objektif dan menyeluruh. Yoan mengaku ke depannya kasus tewasnya korban sebagai bahan evaluasi.

"Peristiwa tragis ini akan terus dipantau perkembangannya, serta diharapkan dapat menjadi peringatan bagi seluruh civitas akademika untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di lingkungan kampus,"katanya.

"Semoga Angeline Nathania mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketenangan serta kekuatan dalam menghadapi duka yang mendalam,"ujarnya kemudian.

7. Kata pihak keluarga Angeline Nathania

Bambang Sumarjo, ayah Angeline meminta pelaku untuk dijerat pasal pembunuhan berencana.

Bambang menilai tragedi yang dialami putrinya sudah jauh-jauh hari direncanakan pelaku.

"Jadi memang terlihat sudah seperti direncanakan. Pakaian yang dikenakan anak saya juga seperti pakaian baru. Kayaknya dibelikan pelaku. Artinya, pelaku melakukan segala upaya untuk mengincar mobil," tegas Bambang.

Baca juga: Kisah Asmara Papa Muda dengan Mahasiswi, Cinlok Guru Les dengan Muridnya Berujung Pembunuhan Sadis

(*/Tribun-medan.com/Tribunnews.com/Endra Kurniawan/Surya.co.id/Zainal Arif/Tony Hermawan)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved