Tanaman Jagung di Tanah Karo Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang

Hal ini membuat tanaman jagung di Kabupaten Karo cukup terdampak dimana pasokan air sudah sangat kurang ...

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD NASRUL
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo Ir Matehsa KK Purba, melakukan pengecekan lahan jagung yang terdampak kemarau, di wilayah Kecamatan Mardingding, Rabu (21/6/2023). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Dampak kemarau panjang yang terjadi di Kabupaten Karo sudah mulai terlihat terhadap pertanian masyarakat. Salah satu jenis tanaman yang saat ini sangat terancam perkembangannya ialah jagung. Padahal, Kabupaten Karo merupakan sentra penghasil tanaman jagung terbesar di Sumut dengan persentase 39 persen.

Untuk lahan pertanian jagung yang ada di Kabupaten Karo tersebar di beberapa wilayah. Seperti di Kecamatan Munte, Kecamatan Tigabinanga, Kecamatan Juhar, Kecamatan Kutabuluh, Kecamatan Mardingding, hingga Kecamatan Laubaleng.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, Ir Matehsa KK Purba, satu bulan terakhir curah hujan di Kabupaten Karo sangat minim. Hal ini membuat tanaman jagung di Kabupaten Karo cukup terdampak dimana pasokan air sudah sangat kurang untuk perkembangan tanaman jagung.

"Memang dari laporan yang kita dapat, kemarau ini sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Ini sudah berdampak ke perkembangan jagung. Nah, inilah yang ditakutkan, kalau kondisi ini berlanjut akan membawa dampak semakin parah," ujar Matehsa, Rabu (21/6/2023).

Baca juga: Jalur Medan-Berastagi Macet Akibat Truk Bermuatan Jagung Terbalik di Sibolangit

Amatan Tribun Medan di salah satu lahan pertanian jagung yang ada di kawasan Kecamatan Mardingding, kondisinya tampak cukup mengenaskan. Terlihat, daun-daun pada bagian batangnya menguning dan mengering akibat kekurangan air.

Selain itu, berdasarkan penjelasan  Matehsa salah satu ciri yang dapat dilihat jika tanaman jagung kekurangan air, pada bagian daunnya menggulung ke sisi kiri dan kanan.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Karo, untuk total lahan pertanian jagung hingga Mei 2023 seluas 56.128 hektare. Dengan rincian, Kecamatan Munte seluas 7.825 hektare, Kecamatan Kutabuluh 5.325 hektare, Kecamatan Tigabinanga 12.102 hektare. Kecamatan Laubaleng seluas 9.946 hektare, Kecamatan Mardingding seluas 11.605 hektare, dan Kecamatan Juhar seluas 3.727 hektare.

"Dari total lahan jagung yang ada, hampir semuanya terdampak kemarau panjang ini," ungkapnya.

Dijelaskan Matehsa, kondisi ini berdampak buruk pada perkembangan jagung terutama yang ditakutkan akan gagal berproduksi. Ia mengatakan, jika tanaman jagung masih masa penyerbukan akan membuat gagal tumbuh.

"Karena kemarau yang cukup panjang ini, bisa membuat gagal penyerbukan," katanya.

Selain itu, jika tanaman sedang memasuki masa penumbuhan biji maka hasilnya nanti tidak akan maksimal. Akibatnya, akan membuat biji tidak tumbuh secara menyeluruh dan membuat berat dari hasil panen menurun.

"Tentu beratnya nanti akan berbeda antara yang sedang musim kemarau, dengan saat musim hujan," ucapnya.

Lebih lanjut, Matehsa menjelaskan, dari kondisi ini langkah yang bisa dilakukan dengan cara melakukan pipanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Namun, memang di beberapa wilayah sumber airnya cukup jauh sehingga menyulitkan para petani mengalirkan air secara manual. 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved