Dua Warga Tewas Tertimbun Longsor di Lahan Bekas PT. Gunung Gahapi Sejati

Dua warga Kecamatan Medan Deli tertimbun tanah longsor di lahan eks PT. Gunung Gahapi Sejati, di kawasan Jalan K.L. Yos Sudarso, Medan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN
TERTIMBUN LONGSOR = Dua warga Kecamatan Medan Deli dilaporkan tewas tertimbun tanah longsor di lahan eks PT. Gunung Gahapi Sejati, di kawasan Jalan K.L. Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (12/5). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dua warga Kecamatan Medan Deli dilaporkan tewas tertimbun tanah longsor di lahan eks PT. Gunung Gahapi Sejati, di kawasan Jalan K.L. Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Selasa (12/5).  Kedua korban diduga sedang mencari limbah timah di dalam lubang galian saat longsor terjadi.

Kapolsek Medan Labuhan, AKP D. Raja Putra Napitupulu, membenarkan peristiwa nahas tersebut. Korban diidentifikasi sebagai Roni Fauzi (38) dan Rinaldi (39), keduanya berprofesi sebagai wiraswasta dan warga setempat.  Sementara itu, Rinaldi diketahui merupakan mantan anggota Polri.

Menurut keterangan saksi di lokasi, peristiwa bermula pada Senin (11/5) sekitar pukul 22.00 WIB, saat itu saksi Adi Syahputra alias Codet (40) datang ke lokasi untuk mencari limbah timah.  Ia melihat Roni Fauzi bersama dua orang lain bernama Wak Kian dan Fitra sedang menggali lubang.

Setelah beberapa saat, Adi masuk ke lubang yang sama. Kemudian disusul oleh saksi M. Safii alias Barak (40).  Sementara itu, korban Rinaldi terlihat berdiri di atas lubang, seolah mencari lokasi yang tepat untuk menggali.

Roni Fauzi sempat keluar dan membawa nasi serta rokok untuk saksi Adi, lalu kembali turun ke lubang. Berdasarkan dari keterangan, Adi mengaku sempat mengajak Roni untuk pindah lubang, namun Roni menolak ajakan dari saksi Adi. Adi kemudian pindah ke lubang lain bersama saksi Gandak Purba (40) dan Safii.

"Pukul 23.00 WIB, ketiga saksi mendengar suara gemuruh reruntuhan keras. Mereka segera keluar dan mendatangi lokasi Roni berada. Tanah di lubang galian itu telah longsor dan menimbun Roni serta Rinaldi," ucap AKP D. Raja Putra Napitupulu saat dikonfirmasi Tribun Medan.

Para saksi pun berusaha memanggil nama kedua korban sambil mengorek tanah, namun tak ada satupun jawaban.  Kemudian Gandak Purba keluar untuk meminta bantuan warga. Pencarian manual dengan alat seadanya dilakukan hingga pukul 05.00 WIB, namun korban belum ditemukan.

Baca juga: HAPSARI Dorong Ketahanan Pangan Keluarga dan Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput

Sementara itu, pihak keluarga mulai mengetahui kejadian sekitar pukul 00.30 WIB setelah Adi Syahputra mendatangi istri Roni, Ita Purnama Indah. "Jadi istri si Roni ini mengaku suaminya pamit pergi ke lahan eks PT. Gunung Gahapi Sejati sejak pukul 20.00 WIB untuk mencari limbah timah," lanjutnya.

Pihak kepala lingkungan beserta TNI dan Polisi tiba di lokasi dan menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan segera menerjunkan dua unit alat berat excavator untuk mempercepat pencarian serta bekerja sama dengan Tim SAR gabungan.  "Roni Fauzi pertama kali ditemukan pukul 13.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Disusul Rinaldi pukul 15.00 WIB di lokasi yang tidak jauh dari titik penemuan pertama," ungkap Kapolsek Medan Labuhan.

Kedua jenazah langsung diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Pihak keluarga secara sukarela menolak autopsi dan membuat surat pernyataan mengikhlaskan kematian kedua korban. "Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka membuat pernyataan tertulis agar tidak dilakukan autopsi," pungkasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved