Berita Viral

Sosok Seniman Tato yang Tampung Kotoran dan Paksa Pacar Memakannya, Ini Motif dan Kronologinya

Inilah sosok seniman tato yang memaksa pacarnya memakan kotorannya dan mengolesi wajah pacarnya pakai kotorannya. Dirinya tega memaksa kekasihnya

IST
Polisi menangkap seniman tato atau tatto artist, EP (29), karena melakukan penganiayaan pacar serta melumuri wajah dan paksa pacarnya makan kotoran manusia, di indekos kawasan Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (18/6/2023). 

TRIBUN-MEDAN.COM – Inilah sosok seniman tato berinisial EP (29) yang memaksa pacarnya memakan kotorannya.

Adapun EP (29), seorang pria berprofesi sebagai seniman tato di Jakarta Selatan (Jaksel) tega memaksa kekasihnya, IM (23) memakan kotorannya.

Selain itu, EP juga diketahui mengolesi wajah pacarnya yang berinsial IM dengan kotoran miliknya.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan pada Minggu (18/6/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

Selain itu, EP juga diketahui mengolesi wajah IM dengan kotoran miliknya. Setelah insiden tersebut, IM kemudian melaporkannya ke Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/436/B/VI/2023/SEK.

Baca juga: VIRAL tak Terima Diselingkuhi, Pria Ini Tega Lumuri Kotoran Manusia ke Wajah sang Kekasih

“Selepas dua atau tiga hari pelaporan, kami berhasil menciduk pelaku EP. Sekarang dia telah kami tahan,” kata Kapolsek Cilandak Kompol Wahid Key dilansir dari Kompas.com, Senin (26/6/2023).
EP tega memaksa kekasihnya untuk memakan kotoran karena memergokinya sedang berselingkuh dengan pria lain.

Wahid menuturkan, EP tak terima diselingkuhi lantaran dirinya merasa sudah menanggung biaya hidup IM.

Sebelum memaksa IM memakan kotoran, EP ternyata sempat memukulinya di bagian wajah dan pergelangan tangan.

Kejadian bermula ketika EP sengaja menyewa sebuah kamar kos untuk IM yang baru saja mendapatkan pekerjaan.

“Si cewek ini baru kerja di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Kemudian EP memfasilitasi IM dengan mencarikannya kos-kosan sekaligus membayar biayanya per bulan,” tutur Wahid.

Namun, baru 10 hari ditinggali, IM justru memilih untuk tidak menempati kamar kos yang sudah dibayar oleh EP.

Wahid mengatakan, IM beralasan lebih suka untuk diantar jemput dari Kemang ke rumahnya di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor.

“Padahal masih sisa 20 hari kosannya, tetapi si cewek minta diantar jemput setiap hari dari Cileungsi ke Jakarta Selatan,” ungkapnya.

Baca juga: VIRAL Polisi Bikin Konten ‘Chuaks’, Seorang Wanita Korban Curanmor Ungkap Kekesalannya

Baca juga: Jelang Idul Adha dan Libur Panjang Sekolah, KM Kelud Angkut 2.607 Penumpang

EP kemudian curiga dengan permintaan IM yang tak masuk akal tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved