Fenomena Hubungan Terlarang, Ayah, Putri dan Pacarnya, Sampai Punya 8 Bayi dan Dibunuh

E diketahui pernah berpacaran dengan seorang pria. Namun, E melakukan hubungan seksual untuk kali pertama dengan aya

|
Editor: Dedy Kurniawan
TribunJateng.com/Fadlan Mukhtar/Permata Putra Sejati
Hubungan inses antara bapak dan anak di Purwokerto hasilkan beberapa bayi yang kemudian dibunuh 

TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah kisah cinta Rudi (57) yang inses dengan anaknya berinisial E (26) dan pacar E.

Bak cinta segitiga, adapun anak Rudi berinisial E yang melakukan inses dengan bapak kandungnya di Banyumas ternyata juga pernah memiliki kisah romantis.

E diketahui pernah berpacaran dengan seorang pria. Namun, E melakukan hubungan seksual untuk kali pertama dengan ayahnya.

Kini hubungan E dan pacarnya sudah putus.

Selanjutnya, selama belasan tahun E melayani nafsu bapaknya, Rudi hingga melahirkan delapan bayi yang mana tujuh bayinya langsung dibunuh begitu dilahirkan.

Disampaikan Piskolog UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Pemkab Banyumas, Rahmawati Wulansari sebelum peristiwa pembunuhan yang terjadi dari 2013 sampai 2021 itu, E pernah melahirkan seorang bayi.

Baca juga: Analogi, Band Asal Binjai Hadir dengan Format Baru, Rilis Single Berjudul Kaji

Baca juga: Masuk Usia 40 Tahun Dewi Perssik Punya Keinginan Jadi Ustazah: Supaya Aku Jadi Perempuan Waras

 

"Waktu lahir tidak dibunuh, masih ada sekarang, diadopsi orang," ungkap Rahmawati.

Namun anak tersebut tidak diketahui hasil dari hubungan E dengan R atau pacarnya.

Pasalnya E mengaku, saat itu berhubungan seksual juga dengan pacarnya.

E sendiri mengaku, melakukan hubungan seksual untuk kali pertama dengan ayahnya.

"Saya tanya, katanya pernah melakukan hubungan seksual dengan pacar. Hubungan itu dilakukan setelah awal-awal berhubungan dengan ayahnya," jelas Rahmawati.

Adapun untuk kasus tujuh bayi yang dibunuh, kata Rahmawati, E mengaku itu merupakan hasil hubungan dengan ayahnya.

E mengaku, tidak pernah berhubungan seksual, kecuali dengan ayahnya.

Baca juga: Pahala Istimewa Ini Diberikan Allah ke Orang yang Berkurban Idul Adha, Simak Penjelasan Ulama

"Artinya tujuh bayi yang dibunuh, kalau sumber data dari korban memang dari (hubungan dengan) ayah kandungnya," kata Rahmawati.

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu mengatakan, belum dapat memastikan status anak yang pertama dilahirkan E.

"Anak yang hidup masih pendalaman, apakah hasil dengan ayah atau pacarnya," jelas Edy.
Sementara tujuh bayi hasil inses bapak dan anak tersebut dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023). 

Menurut pengakuan dari tersangka dia tega melakukan itu karena adanya bisikan dari guru spiritualnya. 

Ia bercerita pada 2011 yang lalu tersangka Rudi sempat bertemu dengan seorang paranormal atau yang dia sebut guru spiritual di Klaten. 

Dalam pengakuannya ia bertemu dengan paranormal dan memberikan saran apabila ingin kaya harus melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri.

 

"Bisikan itu supaya melakukan persetubuhan dengan anaknya sendiri dan apabila anak itu lahir supaya dibunuh dan dikubur.

Harus 7 kali berturut-turut. 

“Tapi hal ini akan dikaji lagi apakah karangan atau apa," ujar Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.

Kapolresta mengatakan kejadian persetubuhan itu terjadi sejak 2013 yang lalu saat anaknya E masih berumur 13 tahun. 

"Berdasarkan pengakuan E, bayi itu dikubur hidup-hidup.

Sementara pengakuan tersangka Rudi bayi-bayi itu dibekap dulu kemudian baru dikubur tapi hal itu nanti akan kita didalami lebih lanjut," katanya.

Sementara menurut penuturan dari, dr. Zaenuri yang merupakan Kedokteran Forensik RS Margono mengatakan bayi-bayi itu sangat dimungkinkan lahir secara normal.

 

"Artinya ini bisa lahir normal biasa, nanti akan diperiksa DNA dulu apakah anak-anak itu sesuai dengan tersangka atau terbuka kemungkinan dengan laki-laki lain. Dan ini harus diambil sample DNA dan ini kesulitan dalam mengambil sampel DNA," terangnya. 

Sementara Psikolog UPTD PPA Banyumas, Rahmawati Wulansari mengatakan apabila melihat kondisi dari E sebagai saksi korban saat ini dalam keadaan stabil dan tidak ada ketegangan dan kecemasan. 


"Akan tetapi ketika melakulan dengan ayah kandungnya pada 2013 saat itu tertekan dan mengagetkan karena itu ayahnya sendiri.

E tau hubungan seperti itu pertama kali dari satu video yang diperlihatkan temannya. 

Kemudian ayahnya mengajak melakukan.

“Dia sangat tertekan pada waktu itu," ungkapnya. 

Kondisi tertekan E waktu itu tertekan karena tersangka yang ayahnya sendiri  mengacungkan senjata tajam berupa golok sebagai cara mengancamnya.

Sehingga mau tidak mau E mau melakukan persetubuhan tersebut.
 
Ketika ditanya apakah ada laki-laki lain yang E kenal, seperti pacar. 

Ternyata ia menjawab ada dan sempat dekat.

"Pernah juga melakukan hubungan dengan pacarnya kemudian melahirkan dan tidak dibunuh.

E tidak punya pilihan lain selain melayani bapaknya," ujarnya. 

(*/TRIBUN-MEDAN.COM) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved