Sumut Terkini
Edy Rahmayadi Sentil Peran BKKBN, Sebut Ada Tapi Seperti Tiada Selama Dirinya Jadi Gubernur
Gubernur Edy mengatakan pada era orde baru, masyarakat terus disajikan dengan edukasi Keluarga Berencana (KB).
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) antara ada dan tiada dalam menjalankan tugasnya.
Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi dalam kata sambutannya pada pelantikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Munawar Ibrahim, Selasa (11/7/2023).
Gubernur Edy mengatakan pada era orde baru, masyarakat terus disajikan dengan edukasi Keluarga Berencana (KB).
Namun, saat ini edukasi KB belum menyentuh hingga kalangan bawah masyarakat.
"Dulu nyanyian KB, dinyanyikan terus, untuk apa? Supaya agar emak-emak ini, hamil repot kita logistik kita untuk memberikan makan. Kita berlomba untuk itu," ucap Edy Rahmayadi.
Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu juga mengkritik keberadaan BKKBN saat ini. Edy menilai tugas dan fungsinya belum berjalan dalam maksimal dalam pengendalian manusia dan stunting.
"Dulu saya tentara tak terpikirkan saya, saya sekarang menjadi Gubernur ini, waduh gimana ini. BKKBN ini, kayak ada seperti tiada. Jabatan aja seperti itu," sebut Gubernur Edy.
Ia juga menyinggung soal urbanisasi pergeseran masyarakat dari desa ke kota.
Menurut Edy, hal ini juga harus menjadi pertimbangan di mana ada ketimpangan yang tinggi antara jumlah masyarakat desa dan kota.
Ia mengajak seluruh berpihak untuk bekerjasama membangun desa dan menata kota.
"Tak punya uang, sungai itu dibangun (untuk tempat tinggal), kalau enggak tempat jualan dibuatnya kaki lima. Banyak kaki lima itu, tak bisa kota ditata ini,"
"Semua berdampak dengan pertumbuhan ekonomi, tidak bisa dikendalikan. Karena orang butuh makan. Tak cukup makan, lari saja ke Kota. Habis itu, begal yang banyak. Bingung lah polisi, semua bermuara, saya tidak kenal sama perwakilan itu. Habis dilantik enggak tahu di mana," ucap Gubernur Edy.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut, Munawar Ibrahim mengatakan bahwa apa disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi merupakan realita yang dihadapi saat ini.
"Sama-sama kita sudah kita dengar arahan pak Gubernur. Saya pikir beliau menyajikan membuka mata kita, suatu kenyataan. Bahwa peran BKKBN harus kita revitalisasi ulang, itu intinya," ucap Munawar.
Munawar mengajak seluruh pihak, termasuk jurnalis mengambil peran dalam pengendalian pertumbuhan manusia dan menekan angka stunting, khususnya di Sumut ini.
"Pembangunan keluarga itu, harus melibatkan seluruh aspek dan pihak. BKKBN jangan sok bisa sendiri, harus bisa kerja sama dengan perguruan tinggi, TNI/Polri dan pers. Saya pikir akan menjadi target kita," jelas Munawar.
(cr14/tribun-medan.com)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.