Sumut Terkini
Uji Laboratorium Keluar, Hasilnya Ditemukan Air Sungai Rambung Telah Tercemar Limbah
Hal itu berdasarkan pengukuran Biological Oxygen Demand (BOD) untuk melihat jumlah oksigen terlarut dalam air.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, SERGAI - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serdang Bedagai telah menerima hasil uji laboratorium sungai Rambung yang ada di Desa Sei Parit, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai.
Hasil uji laboratorium ditemukan baku air Sungai Rambung telah tercemar limbah.
“Dari dugaan kemungkinan besar penyebab ikan mati, ada petani yang bersawah atau berkebun, menaburkan pupuk disiang hari malamnya hujan sehingga hanyut dan terbawa air menuju sungai, dugaan berasal dari pupuk urea didalam air bersifat racun,” kata Kepala UPT Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Sergai, Dollar Sinuhaji, Kamis (13/7/2023).
Dollar menyebutkan, hasil uji laboratorium menunjukan kandungan air sungai Rambung yang ditemukan banyaknya ikan mati beberapa waktu lalu memiliki jumlah kandungan oksigen terlarut yang melewati ketentuan.
Hal itu berdasarkan pengukuran Biological Oxygen Demand (BOD) untuk melihat jumlah oksigen terlarut dalam air.
Dari uji laboratorium pada hulu Sungai Rambung memiliki 7,68 kandungan BOD dan semakin tinggi pada hilir sungai sebanyak 10 BOD.
Nilai BOD yang semakin tinggi menandakan rendahnya kandungan oksigen terlarut di perairan sehingga dapat menyebabkan kematian pada ikan akibat kekurangan oksigen.
"Kita lihat nilai kebutuhan oksigen dalam air (BOD) dari aliran sungai pada hulu yakni 7,69 sedangkan di hilir 10, jadi yang kita peroleh lebih tinggi dari yang dipersyaratkan," kata Dollar.
“Memang dari hulu BOD sudah tinggi seharusnya standar BOD 3. Nah disitulah dugaan adanya limbah,” tambahnya.
Selain itu kata Dollar, terdapat kandungan amonia yang cukup tinggi pada aliran sungai.
Amonia biasanya diproduksi oleh industri untuk digunakan keperluan pertanian sebagai pupuk.
Zat ini juga digunakan sebagai gas pendingin untuk memurnikan air.
Selain itu, amonia digunakan dalam pembuatan plastik, sebagai bahan peledak, tekstil, pestisida, pewarna dan bahan kimia lainnya.
"Kemudian ada satu lagi yang tinggi, amonia air yang dihulu yakni NH3N 2,9 dan dihilir 3,2 yang dipersyaratkan itu 0,2 sehingga oksigen menjadi tinggi dan menyebabkan ikan itu mati," ujar Dolar.
Polisi Pelajari Hasil Laboratorium
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Limbah-Ikandan-Udang-Mati.jpg)