Viral Medsos

Kekacauan di Perbatasan Korsel-Korut Gara-gara Tentara AS Nekat Seberangi Korut, Ini Kronologisnya

Seorang Prajurit Angkatan Darat AS Travis T King telah selesai menjalani masa tahanan di Korea Selatan dan diantar ke bandara untuk terbang pulang

|
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
REUTERS
TENTARA AD AMERIKA SERIKAT Travis King terlihat berdiri di DMZ (perbatasan Korut-Korsel) bersama rombongan tur beberapa saat sebelum dia berlari melintasi perbatasan menuju Korea Utara, Rabu. (REUTERS) 

Dia mengatakan dia terakhir berbicara dengan putranya beberapa hari yang lalu dan hanya ingin dia pulang.

King menghadapi tuduhan disiplin militer saat ditempatkan di Korea Selatan setelah menjalani hukuman di penjara di negara itu atas tuduhan penyerangan.

Dia seharusnya terbang kembali ke AS dan dikawal oleh personel militer ke bandara. Tetapi dia melewati pos pemeriksaan keamanan dan melewatkan penerbangannya.

Sebaliknya, dia bergabung dengan tur Area Keamanan Bersama di zona demiliterisasi.

Turis lain dalam tur tersebut, Mikaela Johansson dari Swedia, mengklaim King tertawa terbahak-bahak saat dia berlari di antara dua gedung menuju Hermit Kingdom.

Pejabat AS mengatakan King, seorang prajurit kelas dua yang telah bertugas di Angkatan Darat selama kurang lebih dua tahun.

Ia "sengaja" melintasi perbatasan ke negara tertutup itu.

“Saya sangat bangga padanya. Saya hanya ingin dia pulang, kembali ke Amerika, ”kata ibunya yang khawatir kepada ABC News.

Gedung Putih mengatakan sedang bekerja dengan Departemen Pertahanan, Departemen Luar Negeri dan PBB untuk menyelesaikan situasi tersebut.

Kesaksian warga di perbatasan

Sementara, seorang wanita Selandia Baru yang melakukan tur yang sama ke daerah perbatasan Korut-Korsel pada hari Rabu, mengatakan awalnya penjaga perbatasan meneriakkan "tangkap dia". Ketika itu Travis King berlari ke Korea Utara.

"Semuanya terjadi dengan sangat cepat," kata Sarah Leslie, yang berada di Area Keamanan Bersama (JSA) Zona Demiliterisasi (DMZ) bersama sekitar 40 turis lain yang sedang berjalan-jalan dan mengambil foto beberapa saat sebelum King melakukan aksi gila-gilaan.  Ia langsung berlari ke Korea Utara yang bersenjata nuklir dan tertutup itu.

"Seseorang berlari mendekati saya dengan sangat cepat dan saya berpikir, 'Apa yang terjadi?'," ujar Leslie kepada Reuters.

"Saya rasa tidak ada orang waras yang ingin pergi ke Korea Utara, jadi saya menganggap itu semacam aksi,"sambungnya.

"King mengenakan jeans, kemeja hitam, dan topi hitam dengan huruf "DMZ" tercetak di atasnya,"kata Leslie.

Halaman
1234
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved