Viral Medsos
PROFIL Dua Jenderal Bintang Tiga Berdarah Batak Saat Ini: Maruli Simanjuntak dan Richard Tampubolon
Keduanya ialah Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Letnan Jenderal TNI Richard Horja Taruli Tampubolon.
Penulis: AbdiTumanggor | Editor: AbdiTumanggor
TRIBUN-MEDAN.COM - Jenderal TNI bintang tiga atau berpangkat Letnan Jenderal (Letjen) yang berdarah Batak sudah ada dua pada saat ini di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Keduanya ialah Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Letnan Jenderal TNI Richard Horja Taruli Tampubolon.
Profil Maruli Simanjuntak
Letnan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc lahir pada 24 Februari 1970.
Saat ini Maruli Simanjuntak menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sejak 31 Januari 2022 hingga saat ini.
Maruli, merupakan lulusan Akademi Militer (1992) ini berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.
Selain itu juga beliau merupakan putra daerah Sumatra Utara yang berasal dari Pematangsiantar.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Pangdam IX/Udayana.
Ia juga merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Panjaitan.

Riwayat Pendidikan Maruli Simanjuntak:
- SMAK Dago Bandung (1985—1988)
- Akademi Militer (1989—1992)
- Sesarcabif
- Dik PARA
- Dik Komando
- Dik Free Fall
- Diklapa I
- Diklapa II
- Seskoad Dikreg XLV (2007)
Riwayat Jabatan Maruli Simanjuntak:
- Komandan Detasemen Tempur Cakra (2002)
- Pabandya Opssus (2005—2008)
- Danyon 21 Grup 2/Sandi Yudha (2008—2009)
- Danseko Pusdikpassus (2009—2010)
- Wadan Grup 1/Para Komando (2010—2013)
- Dan Grup 2/Sandi Yudha (2013—2014)
- Asops Danjen Kopassus (2014)
- Dan Grup A Paspampres[4] (2014—2016)
- Danrem 074/Warastratama[5] (2016—2017)
- Wadanpaspampres (2017—2018)
- Kasdam IV/Diponegoro (2018)
- Danpaspampres (2018—2020)
- Pangdam IX/Udayana (2020—2022)
- Pangkostrad (2022—Sekarang)
Profil Richard Tampubolon:
Letnan Jenderal TNI Richard Horja Taruli Tampubolon kini menjabat sebagai Pangkogabwilhan III.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) adalah komando utama operasi, satuan baru yang langsung berada di bawah komando Panglima TNI.
Pembentukan Kogabwilhan itu berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan dan Peningkatan Status 23 Komando Resor Militer.
Adapun markas dan wilayah kerja Kogabwilhan III ialah bermarkas dan berkedudukan di Timika, Papua dengan wilayah Darat meliputi : Kepulauan Maluku dan Pulau Papua. Wilayah Laut meliputi : Perairan di sekitar Kepulauan Maluku, Pulau Papua dan ALKI-3b beserta perairan sekitarnya. Wilayah Udara, meliputi : Wilayah di atas Kepulauan Maluku, Pulau Papua dan ALKI-3b beserta perairan sekitarnya.
Sebelumnya, Richard Horja Taruli Tampubolon menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI-AD (Irjenad).
Richard merupakan lulusan Akmil 1992, ia berpengalaman di bidang Infanteri Baret merah.
Richard Horja Taruli Tampubolon, lahir di Jakarta 24 Mei 1969.
Tercatat, sejumlah jabatan di Kopassus pernah disematnya.

Berikut riwayat Jabatan Richard Horja Taruli Tampubolon:
- Pabandya Lid Sintel Makopassus
- Danyon 11/Grup 1/Kopassus
- Wadangrup 2 Kopassus
- Asintel Danjen Kopassus (2014)
- Dangrup 2 Kopassus (2014—2015)
- Dangrup 3 Kopassus (2015—2015)
- Danrindam VI/ Mulawarman (2016)
- Danrem 023/Kawal Samudera (2016—2017)
- Wadanjen Kopassus (2017—2018)
- Kasdam VI Mulawarman (2018—2019)
- Kas Kogabwilhan I (2019—2020)
- Dankoopssus TNI (2020—2021)
- Pangdam XVI/Pattimura (2021—2022)
- Irjenad (2022—2023
- Pangkogabwilhan III (2023)
Apakah keduanya akan mengikuti jejak sukses TB Simatupang dan Maraden Panggabean?
Jenderal TNI Maraden Saur Halomoan Panggabean merupakan jenderal bintang 4 berdarah Batak yang pernah menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan II, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan III dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Republik Indonesia ke-8.
Maraden Panggabean lahir 29 Juni 1922 di Tarutung, Tapanuli Utara, Sumut. Maraden Panggabean wafat pada 28 Mei 2000 di Jakarta.
Sebelum menjabat menteri, Maraden Panggabean pernah menduduki jabatan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pangab/Panglima TNI) ke-6 pada periode 28 Maret 1973 – 17 April 1978 (selama 5 tahun).
Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI (Pangab), Maraden Panggabean menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) ke-3 Periode 16 Agustus 1966 – 29 Mei 1967. Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban ke-2 pada periode 19 November 1969 – 9 September 1971. Wakil Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Wakil Panglima TNI ke-2 Periode 9 September 1971 – 28 Maret 1973.
Selengkapnya Riwayat Jabatan Maradane Panggabean:
- Komandan Pasukan di Organisasi Kelaskaran Pesindo (1945–1946).
- Kepala Staf Batalyon I Resimen IV Divisi X (1946).
- Kepala Staf Resimen I TRI Divisi VI Komandemen Sumatera (1946–1947).
- Komandan Resimen I TNI Divisi VI Komandemen Sumatera (1947).
- Komandan Resimen I Brigade XI TNI Komandemen Sumatera (1947–1948).
- Komandan Sektor IV Sub Teritorium VII Tentara dan Teritorium Sumatera (1948–1949).
- Komandan Batalyon 104 / Waringin Brigade BB T&T I / Sumatera Utara kemudian menjadi Resimen Infanteri 2 T&T I / Bukit Barisan (1949–1952).
- Komandan Brigade X kemudian menjadi Resimen Infanteri 5 T&T II / Sriwijaya (1952–1957).
- Pamen diperbantukan Itjen Pendidikan Umum Angkatan Darat (1957–1958).
- Asisten Inspektur Jenderal Pendidikan Umum AD Bidang Diklat (1958).
- Komandan RTP III Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan dan Tenggara kemudian menjadi Komando Daerah Militer XIV / Hasanuddin (1958–1960).
- Kepala Staf Komando Antar Daerah Indonesia Timur (1960–1962).
- Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1962–1963).
- Pejabat Sementara Deputi Men/Pangad untuk wilayah Kalimantan merangkap Panglima Komando Antar Daerah Kalimantan (1963–1964).
- Deputi Men/Pangad untuk wilayah Kalimantan merangkap Panglima Komando Mandala Siaga dan Panglima Komando Antar Daerah Kalimantan (1964–1965).
- Deputi II Menteri / Panglima Angkatan Darat (1965–1966).
- Wakil Panglima Angkatan Darat (1966–1967).
- Panglima Angkatan Darat (1967–1969).
- Panglima Kopkamtib (1969–1971).
- Menteri Negara Urusan Pertahanan dan Keamanan / Wakil Panglima ABRI pada kabinet Pembangunan I (1971–1973).
- Menteri Pertahanan dan Keamaman / Panglima ABRI pada kabinet Pembangunan II (1973–1978).
- Pelaksana Harian Panglima Kopkamtib (1975–1978).
- Pensiun dari dinas kemiliteran (1978).
- Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) pada Kabinet Pembangunan III (1978–1983).
- Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) (1983–1993)
Selengkapnya Riwayat Jabatan TB Simatupang:
Jenderal TNI (Purn.) Tahi Bonar Simatupang (TB Simatupang) lahir pada 28 Januari 1920 di Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumut.
TB Simatupang wafat pada 1 Januari 1990 di Jakarta.
TB Simatupang pernah menjebat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang Republik Indonesia (KASAP) atau sekarang setera Panglima TNI.
TB Simatupang menajabat KASAP pada tahun 1950 hingga tahun 1953. TB Simatupang menggantikan Panglima Besar Jenderal Soedirman setelah wafat pada tahun 1950.
Jabatan KASAP secara hierarki organisasi pada waktu itu berada di atas Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) dan berada di bawah tanggung jawab Menteri Pertahanan (Menteri Pertahanan RI).
Karier militer TB Simatupang:
TB Simatupang masuk Tentara pada tahun 1940.
Setelah menempuh pendidikan selama 2 tahun dengan mengambil kecabangan Zeni, TB Simatupang pun lulus sebagai perwira muda yang yang termasuk 5 besar lulusan terbaik.
Namun belum sempat ditugaskan di KNIL (Koninlijke Nederlands Indische Leger), pasukan Jepang keburu merebut kekuasaan di Hindia Belanda dan KNIL pun dibubarkan dan senjatanya dilucuti.
TB Simatupang dan beberapa temannya sesama perwira pribumi direkrut Jepang dan ditempatkan di Resimen Pertama di Jakarta dengan pangkat Calon Perwira.
Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945,TB Simatupang bergabung dengan TKR (Tentara Keamanan Rakyat), dan kemudian turut bergerilya bersama Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman melawan pasukan Belanda yang berniat menguasai kembali bekas koloninya tersebut.
Selama perang kemerdekaan Indonesia tersebut, ia pun diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Perang (WAKASAP) RI pada tahun 1948 hingga 1949.
Dalam kedudukannya tersebut, TB Simatupang ikut mewakili TNI dalam delegasi Republik Indonesia menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Negeri Belanda.
Misi utama mereka adalah mendesak Belanda menghapus KNIL dan menjadikan TNI sebagai inti kekuatan tentara Indonesia. Ketika Jenderal Soedirman wafat pada tahun 1950, TB Simatupang dalam usia yang sangat muda (29 tahun) diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang RI (KSAP) dengan pangkat Jenderal.
(*/tribun-medan.com)
Profil Richard Tampubolon
Profil Maruli Simanjuntak
Letjen Maruli Simanjuntak
Letjen Richard TH Tampubolon
TNI
TB Simatupang
Maraden Panggabean
Tribun-medan.com
REKAM JEJAK Brigjen Yusri Yunus, Daftar Jabatan Penting di Polri Pernah Diemban Yusri Yunus |
![]() |
---|
DUDUK PERKARA Oknum TNI Prada SA Ngamuk di Tempat Hiburan Malam, TNI AD Usut Asal Senjata Api |
![]() |
---|
SOSOK Brigjen Yusri Yunus Petinggi Polri Meninggal Tadi Malam, Yusri Rekan Seangkatan Kapolri |
![]() |
---|
Nasib Oknum Polisi M Yunus Tendang Pengendara, Kapolres Prabumulih Diminta Bertindak, Kronologinya |
![]() |
---|
Paniknya Pejabat Ini Tiba-tiba Didatangi Petugas dan Ditangkap, Puluhan Juta Uang di Bawah Meja |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.