TRIBUNWIKI

5 Tempat Wisata Religi Bersejarah di Medan, Ada yang Didesain oleh Arsitek Belanda

Ruang ibadah tersebut masih tertinggal jejaknya hingga saat ini, bangunan yang berdiri bahkan sejak 1 abad lalu.

|
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
HO
Tempat Wisata Religi Bersejarah di Medan 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN- Urbanisasi di Kota Medan pada masa dahulu, membuat kota ini memiliki banyak ruang-ruang ibadah dari berbagai agama.

Ruang ibadah tersebut masih tertinggal jejaknya hingga saat ini, bangunan yang berdiri bahkan sejak 1 abad lalu.

Berikut Tribun-medan rangkum 5 tempat wisata religi bersejarah di Kota Medan yang  bisa dikunjungi masyarakat umum :

1. Gereja Katedral Santa Maria

Gereja Katedral, merupakan Gereja Katolik Pertama di Jalan Pemuda No 1 (dulu disebut dan dikenal sebagai Jl Istana), Kota Medan, Senin (6/1/2020).
Gereja Katedral, merupakan Gereja Katolik Pertama di Jalan Pemuda No 1 (dulu disebut dan dikenal sebagai Jl Istana), Kota Medan, Senin (6/1/2020). (TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR)

Pada awal berdirinya hanya berupa gubuk beratap daun rumbia dan ijuk yang digunakan untuk tempat peribadatan puluhan umat Katolik yang mayoritas berasal dari suku India Tamil dan Belanda.

Gereja Katedral Santa Maria terletak di jalan Pemuda no.1.  

Pada 1905 gereja ini mulai dibangun oleh para pastor ordo Jesuit yang bekerja di Medan menggunakan dinding batu, atap seng dan sebagian masih beratap rumbia serta ijuk.

Pada 1928 perluasan gereja kembali dikerjakan oleh arsitek Belanda bernama Mr. Han Groenewegen, dilaksanakan oleh Mr. Langereis. 

Hasilnya membuat gereja ini menjadi salah satu bangunan bersejarah di kota Medan saat ini yang memiliki nilai historis serta arsitektural tinggi.

2. Masjid Raya Al Mashun 

Sejumlah warga berwisata di Masjid Raya Jalan Mahkamah Nomor 74C, Kota Medan, Jumat (2/6) sore.
Sejumlah warga berwisata di Masjid Raya Jalan Mahkamah Nomor 74C, Kota Medan, Jumat (2/6) sore. (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Kesultanan Deli merupakan kesultanan Melayu yang dibangun pada tahun 1632 oleh tuanku Panglima Gocap.

Kejayaannya sejak tahun 1861 setelah secara resmi diakui merdeka dari kesultanan Siak dan Aceh.

Salah satu bukti, bekas kejayaannya yakni Masjid Raya Al Mashun.

Masjid raya Al-Mashun Kota Medan ini menjadi saksi sejarah penyebaran agama Islam di wilayah Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

Masjid peninggalan zaman Kesultanan Deli ini tidak pernah sepi dari jemaah yang akan melaksanakan ibadah ataupun wisatawan yang sekadar ingin melihat kemegahan bangunannya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved