Anies Baswedan di Medan

BREAKING NEWS: Kunjungi Medan, Anies Baswedan Nyanyikan Yel Kemenangan Presiden Bersama PKS

Anies Baswedan mengunjungi Kota Medan pada Minggu (3/9/2023) dalam rangka kegiatan sapa pendukung bersama PKS.

|
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Anies Baswedan mengunjungi kota Medan pada Minggu (3/9/2023). Kehadiran Anies untuk mengikuti apel siaga bersama ribuan kader PKS yang digelar di lapangan Astaka Pancing, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. /Anugrah Nasution. 

Saking geramnya, M Lokot Nasution mengatakan bahwa pengkhianat halal darahnya untuk ditumpahkan.

Keterangan menohok ini disampaikan Lokot, usai kabar beralihnya Anies Baswedan ke Muhaimin Iskandar.

"Di negara ini masih boleh orang salah, tapi kalau berkhianat darahnya halal ditumpahkan. Ingat itu, negara ini lama dijajah Belanda kerena banyak pengkhianatan pengkhianatan itu," tegas Lokot, Kamis (31/8/2023).

Lokot mengatakan, ia kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan Anies Baswedan dan Surya Paloh, Ketua Umum Partai nasdem.

"Seperti yang disampaikan oleh Sekjen Partai Demorkrat tentang koalisi perubahan yang dilakoni oleh PKS, NasDem dan Demokrat dalam mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden. Tetapi kita ketahui jika secara serta merta mas Anies melalui Surya Paloh tidak melakukan komunikasi dengan koalisi lainnya termasuk Partai Demorkrat dan PKS mengambil sebuah kebijakan mengajak PKB sebagai koalisi," kata Lokot. 

Sebagai pendukung, Demokrat tidak pernah dilibatkan dalam menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies Baswedan

"Tapi langsung menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapresnya. Kemana selama ini tentang persyaratan yang sudah disusun bersama tentang kriteria kriteria tersebut," kata Lokot.

Lokot menegaskan, selama ini Demorkrat  tidak pernah memaksa AHY sebagai pendamping Anies.

Namun menurutnya, penentuan Cawapres Anies mesti dirumuskan bersama partai koalisi. 

"Apa harus mas AHY, tidak ada seperti itu, tetapi untuk menentukan Cawapres, untuk menentukan kemenangan itu, kita harus diskusi satu sama lain," lanjut dia. 

Geram Langsung Perintahkan Copot Baliho

Partai Demokrat menyebut dipaksa menerima keputusan duet Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Menyikapi keputusan itu, Partai Demokrat pun menggelar rapat di Cikeas, Bogor.

Selain itu, Partai Demokrat akan segera menurunkan baliho-baliho yang memuat gambar Anies Baswedan di seluruh wilayah.

Anggota Majelis Tinggi Demokrat Syarief Hasan saat dikonfirmasi, Kamis (31/8/2023) malam membenarkan hal ini.

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya menganggap Partai NasDem telah melakukan pengkhianatan terhadap Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved