TRIBUNWIKI
INILAH Pendeta Jaulung Wismar Saragih, Sosok di Balik Berdirinya Gereja Kristen Protestan Simalungun
Nama Wismar adalah nama baptisnya. Dengan nama barunya, Jaulung tumbuh dan besar sebagai laki-laki yang visioner.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Pendeta atau Pdt Jaulung Wismar Saragih adalah pendeta pertama asal Simalungun dan juga merupakan sosok dibalik berdirinya Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
Beliau lahir tahun 1988 di Pamatang Raya, Ibukota Kabupaten Simalungun sekarang.
Jaulung menerima tawaran tuan pendeta Jerman untuk dibaptis sebagai deklarasi diri untuk memeluk agama Kristen.
Ia dibaptis tanggal 11 September 1911 dengan nama baru, Jaulung Wismar Saragih.
Nama Wismar adalah nama baptisnya.
Dengan nama barunya, Jaulung tumbuh dan besar sebagai laki-laki yang visioner.
Selanjutnya Jaulung meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi di Kweekschool (sekolah guru) di Narumonda, Tapanuli, selama tahun 1911-1915.
Setelah lulus ia sempat mengajar selama 6 tahun. Namun pengangkatannya sebagai pegawai negeri pada tahun 1921 menghentikan kariernya sebagai guru.
Di tahun yang sama itu ia sempat menjabat sebagai Pangulu Balei, satu jabatan Sekretaris Wilayah pada pemerintahan Kerajaan Panei.
Saat terbuka kesempatan untuk menjadi Pendeta pada tahun 1927, ia meninggalkan profesinya sebagai pegawai negeri dan mendaftarkan diri. Ia diterima di sekolah pendeta HKBP di Sipoholon, Tapanuli (1927-1929).
Jaulung Wismar Saragih kemudian dikenal sebagai orang Simalungun pertama yang menjadi pendeta dan lulus 15 Desember 1929. Ia dianggap sebagai pribumi Simalungun pertama yang berhasil menerjemahkan injil.
Banyak pelajaran yang ia peroleh dari pendidikannya di HKBP Sipoholon. Mulai dari agama hingga di kegiatan masyarakat Toba waktu itu yang sedikit lebih maju dalam bidang pertaniane
J Wismar Saragih menjadi pendeta yang ingin sebaran Injil bisa diterima masyarakat Simalungun yang pada masa itu masih menggunakan langgam bahasa Batak Simalungun. Upayanya saat itu adalah membentuk HKBPS dari HKBPS pada 5 Oktober 1952.
HKBP Simalungun kemudian berdiri secara sah di Pematangsiantar, 21-22 Januari 1953 yang keputusannya ditandatangani pada tanggal 22 Januari 1953. Pendeta J Wismar Saragih menduduki jabatan Wakil Ephorus, yang merupakan jabatan tertinggi di kepengurusan pusat HKBPS dan diwakili oleh seorang Sekretaris Jendral.
Seiring berjalannya waktu HKBPS menjadi awal menuju kemandirian penuh jemaat-jemaat Simalungun mendidikan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pdt-Jaulung-Wismar-Saragih-adalah-pendeta-pertama-asal-Simalungun.jpg)