Breaking News

Berita Viral

VIRAL Emak-emak Gosok Barang Dagangan ke Area Intim, Netizen Duga Untuk Penglaris

Baru-baru ini, viral di media sosial seorang ibu-ibu pedagang melakukan hal tak senonoh terhadap barang dagangannya. Tak hanya itu, hal tersebut juga

Editor: Liska Rahayu
instagram
VIRAL Emak-emak Gosok-gosokan Barang Dagangan ke Area Intim, Netizen Duga Untuk Penglaris 

TRIBUN-MEDAN.com - Baru-baru ini, viral di media sosial seorang ibu-ibu pedagang melakukan hal tak senonoh terhadap barang dagangannya.

Tak hanya itu, hal tersebut juga membuat jijik.

Bagaimana tidak, dalam video yang beredar, dia tertangkap basah tengah menggosok-gosok barang dagangannya ke area intimnya.

Warganet menduga aksi tersebut dilakukan untuk menglariskan barang jualan.

Video viral emak-emak gosok dagangan ke area intim berasal dari rekaman CCTV.

Rekaman CCTV tersebut lantas diunggah oleh sejumlah akun media sosial, termasuk @terangmedia.

"Terekam kamera pengawas CCTV seorang ibu penjual makanan nampak mengoleskan dagangannya ke bagian tubuhnya," tulis akun keterangan tersebut.

Jika melihat kembali aksi ibu-ibu dengan dagangannya itu, ia tampak sedang menyiapkan sesuatu.

Namun dagangan itu kemudian dioles-oleskan kepada bagian intimnya, sedangkan ibu-ibu itu berpakaian lengkap dan rapi.

VIRAL Emak-emak Gosok-gosokan Barang Dagangan ke Area Intim, Netizen Duga Untuk Penglaris
VIRAL Emak-emak Gosok-gosokan Barang Dagangan ke Area Intim, Netizen Duga Untuk Penglaris (instagram)

Dari pantauan TribunPriangan.com belum diketahui secara pasti lokasi kejadian tersebut.

Selain itu juga motif nyeleneh yang dilakukan ibu tersebut pun belum diketahui secara detail.

"Belum diketahui motif penjual tersebut, namun sebagian warganet menduga bahwa itu adalah semacam ilmu penglarisan," tambah keterang dalam video tersebut.

Melansir dari berbagai sumber, ilmu Penglarisan atau penglaris adalah salah satu penggolongan ilmu gaib yang bertujuan untuk memperlaris dagangan atau usaha, umumnya rumah makan.

Penglarisan dan pesugihan merupakan ilmu yang berbeda, meskipun keduanya bertujuan untuk mendapatkan kekayaan.

Jika pesugihan biasanya memerlukan tumbal nyawa, penglarisan tidak memerlukannya.

Sihir penglarisan ini dapat ditempuh dengan beberapa cara, di antaranya menggunakan jin penglaris atau orang berpenyakit kulit, seperti borok.

 

 

 

Jika menurut masyarakat jawa kuno, penglaris sama saja dengan praktik pintas yang dinamakan pesugihan.

Tujuan paling utama seorang pedagang dengan menggunakan ilmu penglaris atau pesugihan ini demi memperkaya diri.

Selain itu, metode penglaris dan pesugihan ada perbedaan.

Pelaku usaha yang menggunakan ilmu penglaris biasanya tak memerlukan tumbal.

Sebaliknya bagi pelaku pesugihan, di akan diminta jaminan tumbal atau pengorbanan agar memenuhi syarat agar dagangannya laku di pasaran.

Tentu saja, praktik-praktik ini dilarang dalam agama Islam.

Sebab, baik ilmu penglaris maupun pesugihan, salah satu praktik kesyirikan.

Syirik artinya menggantungkan sesuatu kepada selain Allah SWT.

Sebagai contoh, seorang pedagang menggantungkan rezeki usahanya dengan bantuan ilmu gaib.

Lucunya terkadang seseorang berdoa kepada Allah SWT, tetapi harapannya kepada ilmu penglaris yang digunakan.

Jika demikian, seorang yang menggunakan ilmu penglaris tak yakin dengan doanya kepada Allah SWT.

Padahal jika merujuk ke Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengabulkan semua doa dan menolak doa pelaku kesyirikan.

Reaksi Warganet

Warganet yang ikut menyaksikan dan mengomentari aksi tersebut pun menduga, bahwa apa yang dilakukan si ibu dengan dagangannya itu merupakan ilmu penglaris.

Menurut seorang netizen menyebut ini menjadi satu alasan kenapa kebanyakan orang memilih untuk jajan di foodcort atau mall.

Pada intinya mereka yang memilih jajan di tempat-tempat tersebut untuk menghindari penyakit non medis.

"Jadi... Jangan salahkan bagi kami-kami yg lebih seneng beli di foodcort, mall maupun tempat jajan yg representatif. Selain faktor kebersihan, harga dan rasa juga kami menghindari faktor-faktor non medis lainnya," kata akun @a._kurniawan.

"Biasa habis itu dagangannya laris maniss.. Itu syarat biar daganganya laku abis," kata akun @ruby._91.

"Jadi ingat di tahun 2000'an pedagang mie ayam bakso dalam panci kuah bakso nya ada celana dalam auto ga ada yg beli. dan terakhir warung tersebut tutup," kata akun @wadi1698.

"Udah pake penglaris, tapi masih aja miskin? Terus, fungsinya penglarisnya itu apa?" kata akun @deskamtoro.

"Kalau mau dagang bu, buka usaha. Usahakan sedekah dulu.Kkasih gratisan dulu," kata akun @roangmanismanja.

"Naudzubillah, Laris ngk, lecet ia", tulis akun @inisialkuel.

Tanggapan Ustaz Khalid Basalamah

Banyak cara agar usaha kita seperti berdagang menjadi maju.

Sayangnya tidak sedikit cara yang dilakukan salah seperti lebih memilih penggunakan jin penglaris.

Padahal menggunakan jin penglaris atau pesugihan termasuk hal yang dilarang keras agama.

Namun nafsu dunia yang sangat tinggi cenderung membutakan mata manusia.

Dalam menggunakan jin penglaris, manusia bisa melakukannya dengan berbagai cara.

Seperti dikatakan Ustadz Khalid Basalamah, dalam Youtube Ilmu Mekkah dan Madinah mengatakan, seseorang yang menggunakan jin biasanya memiliki kertas, patung atau tulisan yang digunakan sebagai penglaris.

"Ada setan yang berusaha mempengaruhi konsumen yang lewat tertarik," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Hal ini menandakan adanya kerja sama setan dalam kegiatan jual beli hingga barang dagangan yang memiliki jin jualan tersebut akan habis terjual.

Namun Ustadz Khalid Basalamah menuturkan ada satu cara agar kita bisa menghancurkan jin agar tidak mengganggu usaha kita.

Cara ini dengan niat untuk meruqyah jin atau setan yang ada di sekitar bisnis kita agar mereka lolos dan tidak mengganggu bisnis kita.

Caranya yakni dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Seperti 3 surat berikut Al-Ikhlas, Al-falaq dan Annas.

Itulah kehebatan ayat-ayat Alquran, jin atau setan tidak akan bisa lagi mengganggu usaha kita.

(*/Tribun-Medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya yang viral dan menarik di Google News

Ikuti juga informasi lainnya terupdate Tribu-Medan.com di Facebook, Instagram dan Twitter

 

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim-timur.com

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved