Liga 2
Kick Off Liga 2 Pekan Ini, PT LIB Tahan Subsidi Klub yang Masih Tunggak Gaji, PSMS Tak Bisa Main?
Pihak operator kompetisi Liga 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB), memastikan bahwa klub-klub yang bermasalah itu masih tetap akan tampil di Liga 2 mendat
Penulis: Ilham Fazrir Harahap | Editor: Ilham Fazrir Harahap
TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah klub Liga 2 yang masih bersengketa soal gaji dengan para pemainnya jelang Liga 2 2023/24 bisa tak mendapat dana subsidi hingga bisa tak main.
Kick off sepak bola kasta kedua Indonesia musim 2023/24 itu sendiri akan berlangsung mulai 10 September mendatang.
Sekadar informasi, sebelumnya APPI telah merilis bahwa ada sembilan klub yang bersengketa dengan gaji pemainnya.
Tim itu adalah Gresik United, Persijap, Kalteng Putra, PSMS Medan, PSPS Riau, Persiraja, Semen Padang, Persikab Bandung, PSKC Cimahi.
Secara keseluruhan, jumlah pemain yang bermasalah dengan gaji klub sebanyak 138 pemain.
Sementara itu, total nominal kewajiban keuangan yang harus diberikan adalah sebesar Rp 5,447,593,540 (Lima milyar, empat ratus empat puluh tujuh juta, lima ratus sembilan puluh tiga ribu, lima ratus empat puluh rupiah).
Baca juga: Dua Pemain Asing PSMS Medan Digembleng, Ridwan Saragih Mau Fisiknya Seimbang Sebelum Kick Off Liga 2

Lantas bagaimana dengan PSMS Medan, apakah tak dikasih main atau tetap aman?
Pihak operator kompetisi Liga 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB), memastikan bahwa klub-klub yang bermasalah itu masih tetap akan tampil di Liga 2 mendatang.
"Yang penting buat liga sebenarnya bahwa interaksi ini dan niat baiknya itu sudah jalan," ujar Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus.
Ferry Paulus mengungkapkan bahwa klub-klub tersebut telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan sengketa itu.
"Yang tadi saya bilang bahwa tunggakan itu dari saya lupa 16 atau 17 (klub) baik yang kecil maupun yang besar, itu bisa dibilang dalam perjalanan itu semua berangsur baik," ungkap Ferry.
Baca juga: Matheus Souza dan Kim Digembleng, Ridwan Saragih Mau Fisiknya Seimbang Sebelum Kick Off Liga 2
Ferry Paulus pun menegaskan bahwa pihaknya masih memegang teguh asas praduga tak bersalah selama sengketa ini masih berlangsung di Badan Arbitrase Nasional (NDRC).
Sebelumnya, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) telah mengajukan sejumlah gugatan dari para pemain klub Liga 2.
"Sekarang masih sebagian besar ada ini itu yang masih bersengketa di NDRC," kata mantan Direktur Olahraga Persija Jakarta itu.
"Ya kalau di NDRC asas praduga bersalah dan tak bersalahnya itu, kan, harus ditegakkan juga. Kita tunggu itulah," lanjutnya.
Berdasarkan jawaban Ferry Paulus, klub PSMS Medan dipastikan tetap bisa tampil di Liga 2 2023-2024 meskipun masih ada sengketa di NDRC.
Nama PSMS Medan turut terseret atas tunggakan lebih dari Rp 127 juta rupiah terhadap dua pemain.
Pengelola PSMS Medan diwakili Direktur Teknik PT Kinantan Medan Indonesia, Andry Mahyar menegaskan, jika nanti keputusan NDRC dinilai merugikan manajemen PSMS Medan, pihaknya akan melakukan upaya hukum.
"Jadi kalau keputusan NDRC nanti merugikan kita, akan ada upaya hukum dari manajemen PSMS Medan," Ucapnya kepada Tribun Medan beberapa waktu lalu.
Baca juga: DAFTAR Lengkap Jadwal Liga 2 2023-2024, Disiarkan Langsung Indosiar dan Live Streaming Vidio.com
Subsidi Tim yang Tunggak Gaji Ditahan
Total tunggakan gaji yang harus dibayar sembilan klub di atas tersebut mencapai Rp5.447.593.540 miliar.
"Ini harus juga diasistensi sampai betul-betul selesai," ucap Ferry Paulus saat ditemui seusai Launching Liga 2 2023-2024 di Pegadaian Tower, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2023).
"Jadi kalau memang belum selesai pada waktu kick off selain yang bersengketa."
"Ya maka kita akan tahan kontribusinya untuk bisa menyelesaikan tunggakan-tunggakan tadi," sambung Ferry Paulus.
Diakui Ferry Paulus, bukan hanya sembilan klub Liga 1 2023-2024 yang masih bermasalah dengan pembayaran gaji.
Melainkan total ada 16 tim.
"Kaitannya dengan tunggakan pemain. Dalam 2-3 minggu terakhir ini kita berinteraksi besar sama semua klub bahkan sebenarnya bukan hanya 9 klub yang ada sekarang ini," tutur Ferry Paulus.
"Tetapi jauh sebelum dari hari kemarin itu kalau saya tidak salah ada 16 klub yang masih bermasalah," kata mantan Direktur Olahraga Persija itu.
Kini PT LIB mendorong agar klub bersangkutan segera menyelesaikan masalah tunggakan gaji.
Dengan tenggat waktu sebelum kick-off Liga 2 2023-2024.
Rencananya, Liga 2 2023-2024 mulai bergulir pada 10 September mendatang.
Dia menuturkan, subsidi akan diterima kontestan Liga 2 2023-2024 secara bertahap.
Besarannya mencapai Rp1,25 miliar.
Khusus untuk tujuh tim dari Grup 4 akan mendapat penambahan nilai subsidi sebesar Rp250 juta.
Mereka adalah Kalteng Putra, Persiba Balikpapan, Persipal Babel United, Sulut United, PSBS Biak, Persipura Jayapura, dan Persewar Waropen.
Subsidi pertama akan mulai disalurkan pada September 2023.
"Tujuh termin, dari yang sekarang sampai Maret," tutur Ferry Paulus.
"Pertama turun bulan ini (September)."
"Sebelum kick-off subsidi akan kami bayarkan," tutupnya.
(Tribun-Medan.com)
Artikel ini sebagian tayang di Tribunnews.com/BolaSport.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Persikad Depok Boyong Satu Paket Staf Pelatih Eks Sumut United FC Jelang Liga 2 Indonesia |
![]() |
---|
Daftar Lengkap 20 Tim Liga 2 Musim Kompetisi 2025-2026, Ada PSMS Medan |
![]() |
---|
DAFTAR Resmi 20 Tim Liga 2 2025-2026, 3 Tim Turun dari Liga 1 Gabung Wilayah Timur |
![]() |
---|
Liga 2 Hanya Ada 4 Klub yang Lolos Lisensi Klub Profesional, Tak Ada Nama PSMS Medan |
![]() |
---|
Sumut United FC Mendukung PSSI dan PT LIB yang Akan Menerapkan VAR di Liga 2 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.