Viral Medsos

Jalan Di Medan Ditutup, Warga Cekcok Dengan Petugas Dishub

Warga Jalan Abdullah Lubis Kecamatan Medan Baru protes karena adanya penutupan jalan di area tersebut, Kamis (14/9/2023).

Penulis: Anisa Rahmadani |

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wargaperotes dengan petugas Dinas Perhubungan pascakebijakan penutupan  Jalan Abdullah Lubis Kecamatan Medan Baru, Kamis (14/9/2023).

Penutupan jalan tersebut dikarenakan ada proyek revitalisasi jembatan yang akan dilakukan Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan.

Amatan Tribun Medan sepanjang jalan Abdullah Lubis sudah ditutup. Sementara, beberapa pedagang UMKM masih buka dan berjualan.

Kemudian beberapa petugas Dinas SDABMBK dan pihak proyek maupun kecamatan dan Dinas Perhubungan sudah berjaga di area tersebut.

Selain itu banyak pengendara yang putar balik karena tidak tahu adanya penutupan jalan.

Menurut pemilik rumah makan Nan Kanduang Yati mengaku keberatan jika akses jalan Abdullah Lubis di tutup total. Apalagi penutupan jalan tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak sebentar.

Dikatakan Yati, apalagi jembatan yang akan direvitalisasi masih cukup bagus dan tidak mengganggu.

"Saya cari makan dan berjualan di sini. Saya mendukung program pemerintah jika untuk kenyamanan bersama. Tetapi, mohonlah kalau ada proyek di sini akses jalannya jangan ditutup semua," terangnya kepada Tribun Medan, Kamis (14/9/2023).

Diterangkan Yati, apalagi dalam surat edaran yang ia terima dari pihak kecamatan, proses pengerjaan revitalisasi jembatan itu selama 3 bulan.

"Kalau tiga bulan ditutup, gimana usaha kami. gimana kami cari makan. Bukan usaha saya saja. Tapi disini ada pemilik hotel, cafe dan lain-lain. Tolonglah dipikirkan juga," ucapnya.

Untuk itu, Yati meminta agar kiranya akses jalan ini tidak ditutup total.

"Maunya jangan ditutup total. Ada jalan warga yang mau beli nasi atau ke hotel tetap bisa. Apalagi ini tiga bulan waktunya cukup lama," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Rinta, pemilik warung sembako di area tersebut. Menurutnya yang membuat ia bersama warga emosi karena sikap yang tidak humanis dilakukan petugas Pemko Medan.

"Saya tadi bawa anak kecil, saya bilang kalau ditutup jalan ini selama tiga bulan gimana kami mau makan. Kemudian ada yang nyaut, saya tidak tahu dia orang dinas apa tapi jawabannya buat emosi. Dia bilang gak buka pun jualan kelen tiga bulan tetap bisa makan," cerita Rinta saat menghadap pihak Dinas SDABMBK.

Warga setempat meminta, agar kiranya Pemko Medan memikirkan pelaku UMKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved