Liga 2
PSMS Medan Gagal Raih Poin Penuh, SMeCK Jabodetabek Minta Pelatih Diganti, Dirut: Sabar Ya
Suporter PSMS Medan lewat akun instagram SMeCK Hooligan Jabodetabek menyarankan pergantian pelatih.
Penulis: Ilham Fazrir Harahap | Editor: Ilham Fazrir Harahap
Selain membuat pernyataan kritik, mereka juga memberikan saran calon pelatih yang menurut mereka tepat. Diantaranya menyarankan Mahruzar Nasution, Jackson F Thiago hingga Budiardjo Thalib.
Setelah memberikan saran dan kritik, postingan SMeCK Jabodetabek ini pun turut membuat Dirut PSMS Medan, Arie Maulana Basri bereaksi.
Arie Maulana Basri turut memberikan komentar dalam postingan tersebut.
Arie pun membalas "Masukan dan saran diterima... Sabar ya abang-abang semua saya juga mau melakukan yg terbaik untuk tim ini...
"Semua saran dan masukan kami terima saya mewakili manajemen juga merasakan apa yang kalian rasakan insyaAllah kedepan kita lebih baik" tulisnya.
Baca juga: BERMAIN IMBANG, PSMS Gagal Raih Poin Penuh Hadapi Persiraja di Kandang Sendiri
Pelatih PSMS Medan, Ridwan Saragih juga sebelumnya mengaku cukup kecewa atas hasil imbang dari Persiraja dan akan melakukan evaluasi terhadap permainan timnya.
Ridwan lagi-lagi menyebut faktor penyelesaian akhir jadi kendala tim Ayam Kinantan dalam dua laga yang mereka lakoni. Selain itu kebobolan timnya tercipta akibat kesalahan yang dilakukan pemain Ayam Kinantan di menit akhir.
"Di babak pertama injury time, saya panggil pemain bawah saya, untuk hati-hati dan antisipasi dan ternyata terbukti, kejadian yang sama saat kita away melawan Sada, prosesnya juga sama. Pada Babak kedua saya ambil inisiatif pergantian pemain, artinya saya mau lebih menekan, lebih intensitas menyerang. Tapi penyelesaian akhir kita masih lemah dan rapatnya juga pertahanan dari Persiraja. Tapi apapun hasilnya saya apresiasi, kerja keras pemain saya saya ucapkan terimakasih sudah berjuang hingga 90 menit akhir,"jelas Ridwan kepasa Awak media.
"Jadi hasil 1-1 mau apapun cerita saya tetap kecewa, karena target saya tiga poin. Tetapi mungkin itu yang terbaik yang diberikan pemain pemain saya, karena mereka sudah berjuang hingga menit akhir," Tambahnya.
Melihat hasil pertandingan itu, Ridwan pun mengaku akan terus melakukan evaluasi terhadap anak didiknya tersebut.
"Keputusan untuk sporing juga, kemudian akurasi finishing masih kurang, penyelesaian akhir belum maksimal pada pertandingan ini. Evaluasi masih sama saat melawan Sada, bahwasanya free-kick, Corner-Kick masih antisipasi itu, dan hari ini masih terulang yang sama dan di menit yang sama. Dan kita membalasnya juga di menit yang sama, jadi ini evaluasinya sangat menyeluruh untuk pertandingan selanjutnya," Ungkapnya.
(Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kritik-SMeCK-ridwan.jpg)