TribuN Wiki

Suka Berenang? Inilah Bahaya Zat Kaporit Bagi Kesehatan

Anda mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya zat kaporit. Tapi tahu kah Anda, bahwa zat kaporit juga berbahaya bagi kesehatan

Tayang:
Editor: Array A Argus
Diadona
ILUSTRASI- Bahaya zat kaporit bagi kesehatan 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya zat kaporit.

Ya, zat kaporit ini sering dipakai untuk membersihkan air kolam renang.

Bahkan, zat kaporit juga dipakai untuk membasmi kuman pada air minum.

Apa itu zat kaporit?

Kalsium hipoklorit atau yang lebih dikenal sebagai kaporit adalah salah satu jenis disinfektan yang biasa digunakan untuk air di dalam air kolam renang.

Dilansir dari Halodoc, bentuknya berupa bubuk putih yang dapat larut di dalam air dan menghasilkan oksigen serta gas klorin yang berbau menyengat.

Tujuan memberi kaporit ke dalam air kolam renang adalah untuk membunuh bakteri-bakteri patogen yang ada di dalam air dan untuk menjernihkan air kolam renang.

Semakin banyak orang yang berenang di kolam tersebut, semakin banyak juga kuman yang tercampur di dalam kolam.

Itulah sebabnya kolam renang perlu diberi kaporit.

Pemberian kaporit pada kolam renang pun tidak boleh sembarangan, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan batas aman yang sudah ditetapkan oleh badan regulasi.

Pasalnya, bila jumlah kaporit yang digunakan terlalu sedikit, maka tidak akan cukup untuk membunuh bakteri patogen yang ada di kolam renang.

Sementara bila jumlah kaporit yang digunakan terlalu banyak, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan.

Menurut Michele Hlvasa, ketua pencegahan penyakit bersumber dari air dan kesehatan berenang dari CDC, air kolam renang yang bersih adalah yang tidak menimbulkan bau sama sekali.

"Kolam renang yang bagus itu tidak berbau. Aroma yang sering kita hirup di kolam renang sebenarnya adalah kloramin, yang dapat menyebabkan mata merah sehabis berenang," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Gas klorin hasil reaksi kaporit dengan air kolam renang bersifat toksik.

Jika tertelan, zat ini akan menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan di dalam tubuh. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved