Perang Hamas vs Israel
4 Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia
Empat Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia Akibat Perang Palestina-Israel.
4 Pekerja PBB dan 2 Petinggi Hamas Tewas di Gaza, Ini Risiko-risiko Politiknya di Indonesia Akibat Perang Palestina-Israel.
TRIBUN-MEDAN.COM - Empat pegawai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) dilaporkan tewas akibat serangan udara di Gaza dan setidaknya 14 fasilitasnya rusak, kata PBB dalam rilisnya, Rabu (11/10/2023).
Menurut rilis PBB tersebut, badan tersebut terpaksa menutup 14 pusat distribusi makanannya dan mengurangi operasinya karena PBB tidak dapat membawa pasokan kemanusiaan ke Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Masih ada toko-toko yang buka dengan sejumlah persediaan tetapi Juliette Touma, direktur Media dan Komunikasi URNWA menyatakan kekhawatirannya bahwa persediaan dasar, termasuk bahan bakar, akan habis dalam beberapa minggu ke depan, menurut UN News.
Sosok Dua Petinggi Senior Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel
Sementara, Kelompok Hamas Palestina telah mengkonfirmasi kematian Menteri Ekonomi Hamas, Joad Abu Shmalah dan Zakaria Abu Maamar, seorang anggota kantor politik Hamas.
“Semalam, sebuah pesawat IDF menyerang Joad Abu Shmalah, Menteri Ekonomi Hamas di Jalur Gaza.
Sebagai bagian dari perannya, dia mengelola pendanaan Hamas di dalam dan di luar Jalur Gaza.
Dia memegang posisi keamanan di organisasi Hamas dan memimpin sejumlah operasi yang menargetkan warga sipil Israel dan Negara Israel,” kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam sebuah pernyataan kepada ABC News.
Sementara, anggota senior biro politik Hamas dan kepala kantor hubungan internal Hamas, Zachariah Abu Ma'amar, turut tewas dalam serangan udara IDF tersebut.
Menurut IDF, Zachariah Abu Ma'amar berperan dalam pengambilan keputusan dan perencanaan beberapa kegiatan kelompok tersebut terhadap Israel.
Dilansir The Hill, kematian mereka dilaporkan ketika Israel terus meningkatkan serangan balasannya terhadap Hamas sejak Sabtu (7/10/2023).
Dikutip dari i24news, Zakaria Abu Ma'amr merupakan seorang pejabat tinggi Biro Politik Hamas dan kepala Kementerian Hubungan Nasional dalam Biro Kebijakan organisasi tersebut.
Zakaria Abu Ma'amr dikenal luas karena kedekatannya dengan Yahya Sinwar, tokoh berpengaruh lainnya di Hamas.
Peran Abu Ma'amr sebagai kepala Kementerian Hubungan Nasional melibatkan hasutan dan tindakan melawan kedaulatan Negara Israel, sehingga menimbulkan ancaman langsung terhadap penduduk Israel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kondisi-gaza-palestina-saat-ini.jpg)