Tribun Wiki

Guru Patimpus, Tokoh Asal Karo Pencetus Nama Kota Medan

Guru Patimpus adalah tokoh dari masyarakay Karo yang merupakan sosok pencetus nama Kota Medan

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO
Sejumlah personil Brimob mengecat ulang Monumen Guru Patimpus Jalan Kapten Maulana Lubis, Kota Medan, Selasa (20/6) siang. Pembersihan dan pengecatan ulang Monumen Guru Patimpus dalam rangka Hari Bhayangkara ke-77. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kota Medan terkenal sebagai kota yang multi etnis.

Namun, tak banyak tahu, siapa pencetus pertama nama Kota Medan

Dilansir dari Portal.PemkoMedan.go.id, disebutkan bahwa sosok pencetus nama Kota Medan adalah Guru Patimpus.

Ia merupakan tokoh dari masyarakat Karo.

Baca juga: Kebiasaan Menggigit Kuku Ternyata Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Dijelaskan dalam portal tersebut, Guru Patimpus bersama sang istri yang menemukan dan membuka perkampungan di Medan. 

Selang beberapa tahun tinggal, sang istri melahirkan dua orang anak laki-laki.

Anak pertama dinamai si Kolok, dan anak kedua dinamai Sikecik.

Dalam riwayat Hamparan Perak yang dokumen aslinya ditulis dalam huruf Karo, tercatat bahwa seorang tokoh Karo, Guru Patimpus, merupakan orang yang pertama kali membuka 'desa' yang diberi nama Medan.

Baca juga: Empat Rekomendasi Tempat Rafting dengan Pemandangan Alam Eksotik yang Menguji Adrenalin di Sumut 

Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590 dipandang sebagai pembuka sebuah kampung yang bernama Medan Putri.

Awal mulanya, kampung ini dinamakan Patimpus Medan Putri.

Dimana pada zaman dahulu, kampung ini merupakan jalur lintas perdagangan yang cukup ramai.

Dahulunya Kota Medan adalah sebuah perkampungan yang sempat diberi nama Tanah Deli.

Baca juga: 7 Rekomendasi Tempat Makan Ramen Halal, Enak dan Murah di Kota Medan

Keadaan tanahnya berawa-rawa kurang lebih seluah 400 hektare. 

Beberapa sungai melintasi Kota Medan, dan semuanya bermuara ke Selat Malaka. 

Sungai-sungai itu adalah Sei Deli, Sei Babura, Sei Sikambing, Sei Denai, Sei Putih, Sei Badra, Sei Belawan, dan Sei Sulang Saling (Sei Kera).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved