Berita Sumut

HEBOH Soal Beras Sintetis, Pemko Binjai Angkat Bicara, Bulog Sumut: Itu Hoaks

Masyarakat tengah dihebohkan isu beras diduga memiliki kandungan plastik yang dibeli masyarakat di Gerakan Pasar Murah di Kelurahan Berngam, Binjai.

|
TRIBUN MEDAN/HO
Seorang wanita memegang dua jenis beras yang sudah berubah menjadi nasi dan diduga ada kandungan plastik di Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (9/10/2023). 

Pemko Medan Bakal Sidak Pasar

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKP3) Pemko Medan, Gelora Ginting  menegaskan, sejauh ini beras Bulog di Kota Medan belum ada ditemukan adanya beras sintetis. 

Maka untuk menjawab isu beras sintetis yang bukan berasal dari Bulog, Pemko Medan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh pasar mulai Rabu (11/10/2023) hari ini.

ILUSTRASI. Seorang pedagang beras memperlihatkan sampel yang ada di Pasar Tradisional Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (10/10). Pemko Medan mengantisipasi adanya beras yang diduga sintetis di pasaran, dan akan melakukan sidak ke seluruh pasar yang ada di Kota Medan mulai Rabu (11/10).
ILUSTRASI. Seorang pedagang beras memperlihatkan sampel yang ada di Pasar Tradisional Simpang Limun Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Selasa (10/10). Pemko Medan mengantisipasi adanya beras yang diduga sintetis di pasaran, dan akan melakukan sidak ke seluruh pasar yang ada di Kota Medan mulai Rabu (11/10). (TRIBUN MEDAN/ABDAN SYAKURO)

Gelora menerangkan, pihaknya pun sudah dua kali melakukan pengambilan sampel dan melakukan uji  kelayakan beras Bulog ke UPT Laboratorium milik Pemko Medan, demi mengantisipasi temuan beras sintetis.

"Kalau sejauh ini untuk beras Bulog dipastikan tidak ada beras yang sintetis. Tapi, kalau beras yang bukan dari Bulog kami akan turun ke seluruh pasar Kota Medan besok," ucap Gelora kepada Tribun Medan, Selasa (10/10/2023). 

Ia menjelaskan, sebelum ada kabarnya isu beras sintetis ini, pihaknya rutin mengambil sampel untuk uji kelayakan beras.

"Sudah kita ambil 10 barameter beras Bulog secara acak yang kita uji di laboratorium. Hasilnya semua sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) atau kita sering sebut beras premium," terangnya.

Gelora pun tak bisa memastikan mengenai ciri-ciri beras sintetis yang jika sudah masak menjadi nasi, kemudian dibulatkan dan dilempar menghasilkan pantulan.

"Kita tidak bisa mengklaim (nasi yang sudah masak kemudian dibulatkan dan apabila dilempar memantul) sebagai ciri-ciri sintetis. Terlebih itu bukan beras bulog melain beras dari perusahaan lainnya," ucapnya.

Saat ini pihaknya juga sedang melakukan pengambilan sampel beras Bulog tahap kedua untuk di uji kembali.

"Kalau pengujian dan pengambilan sampel beras yang bukan dari Bulog memang belum dilakukan. Karena kemarin isu yang di Kota Binjai itu kan beras  bantuan program pemerintah dari Bulog. Makanya besok kita akan lakukan pengecekan ke pasar-pasar," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah membentuk tim untuk sidak beras-beras di Pasar Kota Medan.

"Kalau dari laporan pemberitaan yang  kami baca beredar di Pasar Pringadi Iskandar Muda. Berasnya bukan dari Bulog, tapi dari perusahaan beras lainnya. Makanya ini, besok kami akan lakukan sidak ke seluruh pasar termasuk Pringgan," jelasnya.

Baca juga: VIRAL Emak-emak Binjai Curiga Beras Bulog di Pasar Murah Mengandung Plastik, Pemko Sebut Hoaks

Katanya, jika ditemukan adanya indikasi beras sintetis di pasar Kota Medan, maka pihaknya pun berjanji akan melakukan tindakan tegas.

"Pasti jika ada indikasi kita akan lakukan tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku nantinya," ucapnya. 

Untuk itu, Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dan resah soal maraknya isu tersebut.

"Jenis beras ini kan banyak. Kalau beras Bulog sudah kita uji kelayakan tinggal beras selain dari Bulog besok kita periksa," pungkasnya.

(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved