Tribun Wiki
Nuaiman, Sahabat yang Bikin Nabi Muhammad Tertawa Hingga Menampakkan Giginya
Nu'aiman bin Umar Al-Ashary, sahabat Nabi Muhammad yang dikenal paling jahil dan suka buat tertawa
Bahkan, kisah ini sering diceritakan oleh Rasulullah kepada tamu yang datang.
Meski tergolong jahil, tapi Nuaiman ini disayang Nabi.
Kehadirannya selalu membuat Rasulullah tertawa.
Tidak cukup sampai disitu.
Ada satu kisah lain dimana Nuaiman memenggal unta tamu Rasulullah.
Satu ketika, ada delegasi dari sejumlah negara datang ke rumah Rasulullah untuk mengenal apa itu Islam.
"Sehingga mereka mendatangi rumah Rasulullah dengan membawa unta," kata Habib Ali Zaenal.
Setibanya di rumah Rasulullah, unta itu diikat di halaman depan.
Sementara sahabat nabi, seperti Sayidina Hamzah, Sayidina Umar dan Sayidina Ali duduk di depan rumah Rasulullah sambil menjaga unta itu.
Tak lama kemudian, datanglah Nuaiman.
Ketika Nuaiman muncul, para sahabat ini sudah merasa was-was.
Sebab Nuaiman ini manusia yang sangat jahil dan ada saja kelakukan lucunya.
"Ketika para sahabat ini sedang asyik duduk, Nuaiman datang. Lalu Sayidina Hamzah bercanda dan mengatakan pada Nuaiman, bahwa unta tamu nabi badannya besar dan dagingnya pasti enak. Apakah kamu berani?," kata Hamzah, ditidurkan oleh Habib Ali Zaenal.
Kala itu, Nuaiman tidak menjawab.
Namun, setelah perbincangan itu, para sahabat justru dibuat kaget dengan aksi Nuaiman.
Tiba-tiba saja ia sudah memenggal unta milik tamu Rasulullah itu.
Sontak, aksi Nuaiman membuat para sahabat Nabi kebingungan.
Terlebih tamu yang datang sempat syok setelah mengetahui untanya sudah dipenggal.
Padahal, mereka datang untuk mengenal Islam.
Karena Nabi tidak ingin citra Islam buruk, Rasulullah pun memerintahkan Umar untuk mengganti unta yang sudah dipenggal Nuaiman itu dengan yang baru dan jauh lebih baik.
Tidak hanya itu, Rasulullah juga meminta umar agar menambahkan sedikit harta benda kepada para tamu yang untanya sudah dipotong, dengan harapan citra Islam tidak rusak.
Setelah kejadian itu, Nuaiman kabur hingga nyaris keluar dari Kota Madinah.
Di perjalanan, Nuaiman kemudian bertemu dengan Miqdad bin Aswad al-Kindi.
Ia adalah sahabat Rasulullah saat perang badar.
Ketika itu, Miqdad tengah menggali sumur.
Nuaiman yang ketakutan kemudian menemui Miqdad.
Ia mengaku tengah dikejar-kejar orang jahat dan memohon untuk bersembunyi.
Karena Miqdad tahu bahwa Nuaiman ini juga sahabat nabi, ia pun mengizinkannya bersembunyi di dalam lubang sumur.
Namun, tak lama berselang, Miqdad kaget.
Sebab, tiba-tiba Rasulullah muncul dan menanyakan dimana Nuaiman.
Miqdad sempat serba salah.
Ia tak ingin mengingkari janjinya dengan Nuaiman, tapi tak mampu membohongi nabi.
Dengan cepat, Miqdad lantas menjawab "mata saya tidak melihat Nuaiman ya Rasulullah,".
Tapi, tangan Miqdad menunjuk ke dalam lubang sumur tempat Nuaiman sembunyi.
Nuaiman pun kemudian ditangkap dan dibawa oleh nabi beserta sahabat untuk diberikan hukuman.
Itulah sekelumit kisah jahil Nuaiman.
Meski dahulunya dikenal sebagai sosok yang gemar minum khamar, tapi Nuaiman ini sangat patuh kepada Nabi, meski kadang kala kerap menjahili Nabi.(tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-kisah-Nuaiman.jpg)