Tribun Wiki

Sejarah Pasukan Houthi Yaman yang Terkoneksi ke Hizbullah dan Hamas

Houthi adalah bagian dari pasukan dari negara Islam di Yaman. Pasukan Houthi juga bersiap menggempur Israel

Editor: Array A Argus
(Mohammed Huwais / AFP)
Pasukan milisi Houthi di atas kendaraan militer saat berkumpul di Sanaa sebelum memulai gerakan menuju medan perang di Yaman, Januari lalu.(Mohammed Huwais / AFP) 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pasukan Houthi di Yaman kabarnya sudah bersiap untuk menggempur Israel bersama Hizbullah di Lebanon, dan Hamas di Palestina.

Adanya kemungkinan serangan ini setelah Presiden Iran, Ebrahim Raisi mengungkapkan kegeramannya terhadap Israel yang sudah membombardir Gaza.

Dalam cuitannya di Twitter, Ebrahim mengatakan Israel sudah melewati batas.

"Kejahatan rezim Zionis telah melewati garis merah, dan ini mungkin memaksa semua orang untuk mengambil tindakan," kata Raisi di X, sebelumnya Twitter, pada Minggu (29/10/2023).

Baca juga: Sejarah Berdirinya Hizbullah, Pasukan Syiah Lebanon yang Kini Bantu Hamas Gempur Israel

Ia mengatakan, bahwa sebelumnya Amerika Serikat menyerukan agar Iran tidak ikut campur dalam urusan antara Israel dengan Hamas.

Namun, kata Raisi, faktanya Amerika Serikat memberikan sokongan penuh dalam melakukan penyerangan terhadap Israel.

Sehingga, Iran yang memiliki jaringan organisasi milisi bersenjata seperti Hamas di Palestina, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman tidak akan tinggal diam atas hal ini.

Baca juga: Mohammed Diab Ibrahim al-Masri, Panglima Hamas yang Disebut Punya 9 Nyawa

"AS mengirim pesan ke Poros Perlawanan (jaringan milisi Palestina) tetapi ikut merespons tanggapan yang jelas di medan perang," kata Raisi seperti dikutip Al Arabiya.

Karena Iran punya jaringan ke pasukan Houthi di Yaman, tidak tertutup kemungkinan milisi ini juga akan ambil bagian membantu Hamas dan Hizbullah.

Lantas, bagaimana sejarah pasukan Houthi ini, berikut ulasannya.

Sejarah Houthi

Houthi atau Hutsi dalam bahasa Arab secara resmi bernama Anshar Allah, atau Penolong Allah.

Houthi merupakan gerakan Islam politik-bersenjata yang muncul dari Sa'dah di Yaman utara pada 1990-an.

Dilansir dari Britannica, pada tahun 1990-an di Yaman, kelompok Zaydi yang didominasi kaum Syiah menentang masuknya paham Wahabi dari Arab.

Baca juga: MAKIN PANAS, Israel Ancam Kejar Pemimpin Iran jika Hizbullah Terus Ikut Campur Bantu Hamas

Selain itu, kelompok Zaydi ini juga kerap mengkritik pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh yang kala itu memimpin.

Kelompok muslim Syiah Zaydi kemudian membentuk partai Al Haqq.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved