Pilpres 2024

PDIP Pertontonkan Aksi Playing Victim ke Keluarga Jokowi, Merasa Sakit Hati Tapi Tak Berani Pecat

PDIP terus memportontonkan aksi serangan ke Presiden Jokowi usai Gibran Rakabuming jadi Cawapres Prabowo Subianto.

Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tommy Simatupang
HO
PDIP terus memportontonkan aksi serangan ke Presiden Jokowi usai Gibran Rakabuming jadi Cawapres Prabowo Subianto. 

TRIBUN-MEDAN.com - PDIP terus memportontonkan aksi serangan ke Presiden Jokowi usai Gibran Rakabuming jadi Cawapres Prabowo Subianto.

Partai berlambang Banteng itu terus menyerang habis-habisan keluarga Presiden Jokowi

Penyerangan itu dimulai dengan menyoroti putusan MK terkait batasan usia minimal Capres Cawapres yang memuluskan langkah Gibran menjadi Cawapres. 

Ketua MK Anwar Usman yang juga paman Gibran memberikan putusan kontroversial dengan memutuskan Capres dan Cawapres berusia 35 tahun bisa mendaftar ke KPU jika pernah menjadi kepala daerah. 

Gibran yang memutuskan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) dianggap melakukan pembangkangan. 

Sebagai kader PDIP, Gibran disebut melakukan penghianatan. Anak sulung Presiden Jokowi itu ogah mendukung Ganjar Pranowo - Mahfud MD di Pilpres 2024. 

Bahkan Ganjar tak ambil pusing jika dipecat dari PDIP. Kendati demikian, PDIP tampaknya tak berani mengeluarkan putusan pemecatan ke Gibran Rakabuming

Tak cuma Gibran, PDIP turut menyerang Presiden Jokowi

Jokowi tidak lagi memberi kode mendukung Ganjar Pranowo. Ia mengeluarkan pernyataan mendukung tiga pasangan calon. 

Hasil tes kesehatan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming telah diserahkan ke KPU RI. 
Hasil tes kesehatan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming telah diserahkan ke KPU RI.  (HO)

Namun PDIP beranggapan Jokowi lebih pro ke Prabowo Subianto sebab Gibran ikut serta sebagai Cawapres. 

PDIP mulai mengeluarkan kritik tajam dengan menyatakan Pemilu 2024 bisa terindikasi tidak adil.

Jokowi diminta untuk netral dalam Pilpres 2024. Meski Jokowi merupakan kader PDIP, para politikus PDIP menganggap Jokowi tidak bakal mendukung Ganjar Pranowo - Mahfud MD. 

Dan, bahkan lebih condong ke Koalisi Indonesia Maju yang berisikan Golkar, Gerindra, PAN, dan Demokrat. 

Sejumlah menteri di kabinet Jokowi juga banyak berada di KIM. 

Jokowi telah mengajak para Capres dan Cawapres untuk makan siang bersama di Istana Merdeka pada Selasa (31/10/2023). 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved