Tribun Wiki

Pithecia Saki, Primata Unik Berwajah Putih yang Disebut Monyet Dunia Baru

Pithecia Saki, adalah primata unik asli dari Amerika Selatan yang memiliki wajah putih dan lebar

Editor: Array A Argus
iNaturalist
Pithecia Saki atau monyet Saki yang juga disebut monyet Dunia Baru 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Pithecia Saki atau monyet Saki yang juga disebut monyet Dunia Baru mungkin masih asing bagi masyarakat Indonesia.

Pada umumnya, orang Indonesia hanya mengenal beberapa jenis primata saja, termasuk beruk dan semacamnya.

Namun, di wilayah Amerika Selatan, seperti Kolombia selatan, Peru, Bolovia utara dan Brazil tengah, monyet Dunia Baru ini sering dijumpai.

Secara spesifik, monyet Saki ini berkerabat dekat dengan saki berjanggut dari genus Chiropotes.

Baca juga: Uakari, Monyet Botak Berwajah Merah yang Diburu untuk Dimakan Suku di Amazon

Deskripsi Fisik

Saki jantan umumnya memiliki wajah putih dengan bulu hitam dan ekor panjang.

Namun, untuk Saki betina, biasanya memiliki bulu abu-abu hingga kecokelatan.

Ada juga yang memiliki bulu berwarna keemasan.

Namun, Saki betina tidak memiliki wajah putih layaknya Saki jantan.

Baca juga: Ular Penis, Meski Menyeramkan Tapi Tidak Berbahaya

Masa hidupnya juga cukup panjang.

Jika di alam bebas, Saki ibi bisa bertahan selama 15 tahun.

Untuk Saki yang hidup di penangkaran, hewan unik ini bisa tumbuh bertahan hingga 36 tahun lamanya, sebagaimana dilansir dari Animal Diversity Web.

Pemakan Buah dan Biji

Monyet Saki merupakan primata yang mengonsumsi buah dan biji-bijian.

Namun, ada juga beberapa diantaranya yang memakan serangga kecil.

Baca juga: Ragam Jenis Ular Piton di Indonesia, Mangsa Ternak dan Manusia, Ada yang Dijadikan Tambul Tuak

Tidak hanya itu, ada juga monyet Saki yang memakan daun dan bunga.

Untuk bobot tubuhnya, monyet Saki bisa memiliki berat badan rata-rata 1,8 Kg, atau bisa tumbuh dengan bobot 2,38 Kg.

Hidup Berkelompok

Saki bersifat sosial, tetapi hidup dalam kelompok kecil yang hanya terdiri dari 2 hingga 4 individu.

Kelompok tersebut melakukan perjalanan bersama setiap hari, dan dapat dengan mudah berpindah 1 hingga 2 km per hari.

Sebagian besar pergerakan terjadi pada dini hari dan dini hari.

Mereka menghabiskan waktu sekitar 9 jam untuk bergerak.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Dia Ular Laut Paling Mematikan yang Ada di Indonesia

Durasi aktivitas ini relatif lebih singkat dibandingkan monyet sejenis, yang mungkin aktif 10 hingga 12 jam per hari.

Saki adalah pelompat yang mahir membantu menghindari predator.

Saki jantan dan betina menunjukkan perilaku berdandan dan kawin, yang paling umum terjadi antara ibu dan bayi.

Saki jantan dan betina saling mengajari cara membesarkan anak.

Di penangkaran, Saki diketahui menggendong bayi anggota kelompoknya.(ray/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter      

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved