Medan Terkini

Universitas HKBP Nomensen Janji Bakal Pecat Mahasiswanya jika Terbukti Serang Kampus UINSU

Universitas HKBP Nomensen merespon bentrokan diduga antar mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Jalan Willem Iskandar.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Screenshot mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) diduga diserang dari Universitas lain. Akibatnya, dua mahasiswa UINSU dikabarkan luka-luka. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas HKBP Nomensen merespon bentrokan diduga antar mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Jalan Willem Iskandar, Medan yang terjadi pada Jumat (10/11/2023) kemarin.

Wakil Rektor III Universitas HKBP Nomensen Maringan Panjaitan mengatakan, pihaknya tidak akan mentolerir jika pelaku penyerangan ke UINSU merupakan mahasiswa HKBP Nomensen.

Katanya, jika terbukti pelaku penyerangan mahasiswa Nomensen bakal dipecat dari Universitas.

Selain itu, mereka juga mendukung Kepolisian agar dugaan penyerangan ini diusut tuntas karena termasuk tindak pidana.

Namun jika pelaku bukan mahasiswa Nomensen, pihak kampus tetap akan menuntut para pelaku karena diduga mereka mengaku-ngaku mahasiswa HKBP Nomensen.

"Siapa yang menjadi pelaku harus dihukum. Kalau ada terbukti mahasiswa kita pecat. Tetapi jika itu orang lain maka kita tuntut karena siapapun bisa mngatasnamakan. Ini tugas polisi menyelidiki dan mengamankan,"kata Wakil Rektor III Universitas HKBP Nomensen Maringan Panjaitan, Sabtu (11/11/2023).

Pihak UINSU, HKBP Nomensen dan Kepolisian sudah bertemu pasca bentrokan pecah di lingkungan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, kemarin.

Mereka bersepakat agar Kepolisian mengusut tuntas penyerangan di dalam lingkungan pendidikan.

Dari informasi yang didapat rektorat, ada dua versi yang menyebabkan kerusuhan yakni permasalahan lapak dagang di UINSU hingga ribut di luar universitas yaitu pertandingan sepakbola.

Namun, dari pengusutan rektorat di lingkungan kampus tidak ada aktivitas di UKM maupun lingkungan Universitas.

Sehingga Nomensen sendiri menduga ada orang yang mengaku-ngaku saat bentrokan pecah.

"Kami 2 minggu ini ujian di kampus dan kegiatan mahasiwa stop, fokus ujian dan kita cek kampus tidak ada mahasiswa ke situ. Kita tanyakan ke ukm mereka gak ada yang dengar dan tahu soal kerusuhan."

Diberitakan sebelumnya, bentrokan diduga antar mahasiswa di kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) pecah pada Jumat (10/11/2023) sore di Jalan Willem Iskandar.

Akibatnya dua mahasiswa UINSU dikabarkan luka-luka.

Pihak UINSU, yang diduga menjadi korban penyerangan sekelompok mahasiswa pun mengecam kejadian ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved