Komisioner Bawaslu Terkena OTT
Anggota Bawaslu Medan Dikabarkan Kena OTT Polisi, Begini Kata Polda Sumut
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut dan tim gabungan Saber Pungli dikabarkan menangkap anggota bawaslu Medan.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut dan tim gabungan Saber Pungli dikabarkan menangkap Anggota badan pengawas pemilu (Bawaslu) Medan Azlansyah Hasibuan.
Menurut informasi yang didapat, ia dikabarkan ditangkap atas dugaan suap dari salah satu Bacaleg Partai yang sebelumnya dinyatakan tak lolos ke daftar calon tetap anggota legislatif.
Dari penangkapan ini, barang bukti uang puluhan juta juga dikabarkan turut diamankan.
Saat diwawancarai, pelaksana tugas Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) Polda Sumut Kombes Wahyu membenarkan adanya Anggota Bawaslu Medan yang ditangkap.
Namun dia belum mau menjelaskan siapa yang ditangkap dan berapa orang yang diamankan.
Yang pasti, katanya sampai saat ini anggota Bawaslu Medan yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Masih pendalaman,"singkat PLT Irwasda Polda Sumut Kombes Wahyu, Rabu (15/11/2023).
Terpisah, Ketua Bawaslu Medan David Reynold membenarkan adanya penangkapan ini.
"Iya benar, kabarnya kita tau tadi siang, jadi karena ada acara ini kami baru tau informasi itu. Tapi nanti jika ada informasi selanjutnya baru kita dapat bicara lagi. Iya (yang diamankan) Azlansyah Hasibuan. Kabarnya seperti itu, karena kita dapat informasinya da Kri media. Tapi hari ini dia memang tidak ikut kegiatan bersama Bawaslu se Sumut," kata David kata David saat ditemui dalam acara Bawaslu Sumut di Medan, Rabu (15/11/2023).
Kendati begitu, David mengaku belum mengetahui prihal kasus yang menjerat rekannya di Bawaslu Medan itu.
David menyebutkan belum menerima informasi lebih jauh soal Azlansyah.
David pun berharap agar kasus yang menjerat Azlansyah di luar dari kewenangannya sebagai anggota Bawaslu Medan.
"Saya harap di luar dari dia Bawaslu Medan, namun kalau pun terkait jabatannya kita tidak ada kesepakatan apa pun. Saya sendiri tidak ada mendapati kesepakatan seperti itu, " lanjut David.
Terkait kasus tersebut, David pun merasa prihatin, namun begitu, Bawaslu Medan masih menunggu kabar lebih lanjut.
"Ya kita kasihan juga tapi kita juga kurang tau masalahnya apa. Kalau dia diperiksa di Polda Sumut, menurut kabar yang kita terima seperti itu, " tambah David.
(Cr25/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter