Breaking News

Tribun Wiki

Trdaisi Sumando pada Masyarakat Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah

Tradisi Sumando pada masyarakat pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah yang hingga kini masih eksis

Editor: Array A Argus
INTERNET
ILUSTRASI- tradisi Sumando 

TRIBUN-MEDAN.COM,TAPTENG- Masyarakat pesisir di Kabupaten Tapanuli Tengah mengenal sebuah tradisi bernama Sumando.

Sumando adalah sebuah adat perkawinan yang selalu melekat pada masyarakat pesisir Tapanuli Tengah.

Adat ini diartikan oleh masyarakat Tapanuli Tengah sebagai sebuah kesatuan, yaitu pertambahan atau percampuran antara satu keluarga dengan keluarga lainnya.

Adat ini menjadikan sebuah hubungan yang baru di antara dua keluarga besar lewat ikatan pernikahan yang sah menurut syariat agama, dan diresmikan dengan upacara adat yang biasa disebut dengan nama baralek.

Baca juga: Tradisi Mangelek Tao, Bentuk Kedekatan Masyarakat Toba Terhadap Alam

Setelah adat ini dilaksanakan, maka Sumando (seorang menantu) sudah diikat dengan sebuah pernikahan, sehingga semua tingkah laku baik buruknya menjadi tanggung jawab bersama kedua keluarga besar.

Menurut maknanya, Sumando berasal dari kata Suman dalam bahasa Batak.

Adapun arti Suman ini 'serupa'.

Dalam jurnal Pendidikan, Sejarah dan Ilmu Sosial Program Studi Sejarah FKIP UISU dijelaskan, bahwa tradisi Sumando ini merupakan elaborasi tentang hukum Islam dengan adat istiadat yang berasal dari Minangkabau dan Batak.

Baca juga: Tradisi Mangelek Tao Jelang Event Aquabike Jetski World Championship 2023

Tradisi Sumando ini menggambarkan bahwa hal-hal baik yang berasal dari sebuah kebudayaan akan diterima dan dilaksanakan sepenuh hati oleh masyarakat.

Sebaliknya, hal-hal yang tidak sesuai dengan tata krama dan sikap hidup sehari-hari masyarakat akan ditolak.

Konsep dasar Adat Sumando sesuai dengan syariat Islam, yang berbunyi “Adat Bersandi Syara’, Syara’ Bersandi Kitabullah”

Dalam jurnal itu dijelaskan, bahwa kata suman berubag menjadi sumando lantaran menyesuaikan logat masyarakat pesisir. 

Baca juga: Tradisi Upacara Mameree Cinta Lao pada Suku Pakpak di Sumut

Namun, meski secara pengucapan berubah, maknanya tetap sama. 

Tradisi ini juga terdapat di wilayah Minangkabau, namun tetap terdapat perbedaan antara Adat Sumando yang berada di wilayah Tapanuli Tengah.

Dalam pelaksanaan tradisi adat perkawinan ini, biasanya mempelai wanita akan menggunakan inai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved