Berita Viral

Sosok Bharada Boja Tewas Ditembak KKB, Video Evakuasi Viral, Warga di Kampung Beri Penghormatan

Bharada Boja membuat masyarakat NTT sedih. Sosok Bharada Boja terkenal baik kepada keluarga dan masyarakat. 

HO
Bharada Boja membuat masyarakat NTT sedih. Sosok Bharada Boja terkenal baik kepada keluarga dan masyarakat.  

TRIBUN-MEDAN.com - Bharada Boja membuat masyarakat NTT sedih. Sosok Bharada Boja terkenal baik kepada keluarga dan masyarakat. 

Boja memiliki nama asli Bonifasius Jawa. Ia sering dipanggil Boja dan Boy sesama anggota Brimob. 

Boja tewas saat kontak tembak dengan KKB Papua di Intan Jaya pada Rabu (22/11/2023). 

Detik-detik Bharada Boja tewas terekam dalam video. 

Video yang beredar pasukan Damai Cartenz menggendong jasad Boja dari hutan untuk dibawa ke mobil. 

Beberapa anggota lainnya juga terlihat bersiaga di belakang rombongan dalam posisi siap tempur saat para personel lainnya mengawal evakuasi korban.

Sambil menggendong korban, para personel Brimob ini menyeberangi kali membawa jenazah Bharada Bonifasius Jawa.

Video tersebut direkam dari atas perbukitan oleh seorang rekan almarhum dalam posisi siaga dan siap tempur.

Video selanjutnya berpindah ke sebuah mobil patroli Brimob.

Dalam video di atas mobil ini, terlihat korban dengan menggunakan rompi anti peluru di badan dan pada dada bertulisan BOJA (panggilan akrab almarhum Bonifasius Jawa).

jenazah Bharada Bonifasius Jawa.
Sambil menggendong korban, para personel Brimob ini menyeberangi kali membawa jenazah Bharada Bonifasius Jawa.

Terdengar suara lajunya mobil dan para rekan korban yang memanggil-manggil korban dengan nama Boja dan Boy, dengan harapan korban sadar dan bangun.

Korban dibaringkan di atas seorang rekannya, sementara rekan yang lainnya bersiaga di samping korban sambil memanggil-manggil nama korban.

"Boja eh, buka mata dulu eh. Boja, Boy, Tuhan e," ujar rekannya memanggil korban yang terlihat lemas tak sadarkan diri.

Suasana menegangkan pun tampak terlihat dari video tersebut saat tiba-tiba mobil tersebut berhenti sejenak.

Namun karena diteriaki oleh rekan-rekan yang membawa korban, maka mobil pun seketika bergerak terus melaju, mengingat korban Bonifasius yang sudah terbaring tak sadarkan diri karena tertembak.

"Cepat, cepat. Woi gas woi." Teriak rekan korban kepada supir mobil patroli.

Video tersebut beredar luas di media sosial facebook, tiktok maupun instagram.

Sejumlah akun yang mengunggah potongan video itu adalah kerabat korban dan sanak saudara di kampung halamannya.

Diberitakan sebelumnya, Bharada Bonifasius Jawa yang merupakan Anggota Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), gugur tertembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Titigi, Intan Jaya, Rabu (22/11/2023).

Dirinya diketahui tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2023.

Bharada Bonifasius gugur dengan luka tembak pada bagian ketiak sebelah kanan tembus kedalam tubuh.

Insiden gugurnya Bharada Bonifasius ini terjadi ketika tim gabungan dari Satgas Ops Damai Cartenz 2023 bersama personel dari Polres Intan Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap suatu tintak kejahatan di distrik Titigi, Intan Jaya, pada pukul 08.20 WIT.

Saat melakukan olah TKP, sekira pukul 12.28 WIT, tim gabungan mendapatkan serangan tiba-tiba dari KKB.

"Pada pukul 12.28 WIT, tim mendapatkan tembakan dari KKB Intan Jaya yang berujung kontak tembak. Terdapat korban Jiwa maupun korban luka dari aparat keamanan," kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno, Rabu sore.

Sempat terjadi perlawanan dari para anggota yang bertugas, namun KKB berhasil lolos dan melarikan diri ke dalam hutan.

Serangan brutal KKB tersebut mengakibatkan dua anggota Brimob Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz tertembak.

Satu di antaranya, Bharada Bonifasius Jawa, gugur dengan luka tembak pada bagian ketiak tembus ke dalam.

Sementara, rekannya, Bharatu Rani Yohanes Seran mengalami luka tembak di bagian kaki kiri.

Bharatu Rani dinyatakan selamat dan tengah menjalani perawatan medis di RSUD Mimika.

Saat ini, jenazah Bharada Bonifasius Jawa, telah tiba di kampung halamannya di Kampung Mangulewa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekira pukul 14.00 WITA, Jumat (24/11/2023).

Dari informasi yang dihimpun Tribun-Papua.com, almarhum akan dimakamkan pada, Sabtu (25/11/2023), di Pemakaman Umum Kampung Mangulewa.

Dapat Penghormatan dari Warga di Kampung

Ketika mobil ambulans Polri memasuki kampung halamannya, sontak ratusan warga berjejer di pinggir jalan memberi penghormatan. 

Boja dikenal sangat menyanyangi keluarganya. 

ayah dari mendiang Bharada Bonifasius Jawa, Domi Geu, menuturkan, putranya merupakan tulang punggung keluarga.

Bharada Bonifasius Jawa banyak membantu perekonomian keluarga terutama biaya pendidikan ketiga adik perempuannya.

Iklan untuk Anda: PROMO KJSM Indomaret & Superindo Besok 23 November 2023: Pampers Harga Spesial, Citra HBL Rp19.500
Advertisement by
Bahkan, kata Domi, Bharada Bonifasius memberikan ATM pribadinya untuk dipakai keluarga.

Ia baru saja berulang tahun yang ke-22 pada 19 November 2023 lalu.

Dalam keluarga, lelaki 22 tahun itu merupakan anak sulung, memiliki tiga adik perempuan.

"Adik yang pertama sudah lulus SMA kalau yang kedua SMA dan yang ketiga masih SD. Baru beberapa hari lalu, Boy (sapaan akrab Bharada Bonifasius kirim uang sekolah untuk adik - adiknya)," ujar Domi Geu.

Menurut Domi Geu, Bharada Bonifasius Jawa pernah berjanji akan mendidik adiknya yang pertama untuk mengikuti jejaknya menjadi anggota Brimob.

Baca juga: KRONOLOGI Pekerja Bangunan Diserang KKB di Papua Tengah, Tiga Orang Tewas, Dibantai Sangat Sadis

Baca juga: Dipimpin Otto Hasibuan, Aliansi Advokat Indonesia Bersatu di Sumut Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved