Pendidikan
Daftar 20 Nama Guru Besar UINSU yang Dilantik Hari Ini, Termasuk Sang Rektor Prof Nurhayati
Prof Nurhayati yang saat ini juga menjabat Rektor UINSU Medan periode 2023-2027 ditetapkan sebagai guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Agama
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) mengukuhkan 20 guru besar yang salah satunya ada Rektor, Prof Dr Nurhayati, MAg.
Pengukuhan dan pelantikan guru besar tersebut digelar di Gelanggang Mahasiswa kampus I Jalan IAIN Ujung, Medan, Senin (11/12/2023) pagi.
Prof Nurhayati yang saat ini juga menjabat Rektor UINSU Medan periode 2023-2027 ditetapkan sebagai guru besar berdasarkan Keputusan Menteri Agama (Menag) Nomor: 061586/B.II/3/2021 tentang kenaikan jabatan akademik fungsional dosen.
Pidato pengukuhannya diawali dengan pemutaran video profil Prof Nurhayati yang merupakan putri kelahiran Tanjungpura Kabupaten Langkat ini.
Anak kedua dari enam bersaudara dan putri dari ayahanda Naharuddin dan ibunda Ramlah ini merupakan rektor perempuan pertama di UINSU Medan, berkat kerja keras dan perjuangannya serta kecintaannya terhadap dunia akademis, mengantarkannya pada pencapaian hari ini.
Prof Nurhayati juga merupakan istri dari alm Prof Dr Nur Ahmad Fadhil Lubis, MA yang juga pernah menjabat sebagai Rektor UINSU Medan, yang memimpin tranformasi dari IAIN menuju UINSU Medan.
"Ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi saya, karena saya salah satu dari 15 orang lainnya yang memperoleh gelar guru besarnya yang kami kelompok pertama proses guru besarnya itu berada di bawah naungan Kementerian Agama," ujar rektor.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof Nurhayati menyampaikan orasi ilmiah terkait 'Menggagas fikih integratif, integrasi agama dan ilmu kesehatan untuk masyarakat sejahtera'.
Ia menjelaskan, diskursus tentang dikotomi atau pemisahan ilmu umum dan ilmu agama merupakan isu yang santer dibahas di kalangan cendekiawan saat ini.
Padahal, pada era klasik, para tokoh dan ulama memadukan ilmu yang integratif antara ilmu agama dan sains. Sains Islam menunjukkan para tokohnya dahulu memahami ilmu integratif yang melingkupi dan universal.
"Dikotomisasi terhadap ilmu pengetahuan bertentangan dengan ajaran Islam yang bersifat integral. Bahwa semua ilmu bersumber dari satu yakni Allah SWT. Ilmu agama dan ilmu umum hadir secara bersamaan, dua hal yang tidak bisa dipisahkan karena lahir dari sumber yang sama yakni Allah SWT," jelasnya.
Selain Prof Nurhayati, 19 guru besar yang dilantik yaitu sebagai berikut:
- Prof Dr Syamsu Nahar, MAg
- Prof Dr Muhammad Ramadhan, MA
- Prof Dr Azhari Akmal Tarigan, MAg
- Prof Dr Nursakinah Daulay, MPsi,
- Prof Dr Mesiono, MPd,
- Prof Dr Masganti Sit, MAg,
- Prof Dr Achyar Zein, MAg,
- Prof Dr Ansari, MA,
- Prof Dr Khadijah, MAg,
- Prof Dr Muhammad Syukri Albani Nasution, MA,
- Prof Dr Amiruddin Siahaan, MPd,
- Prof Dr Andre Soemitra, MA,
- Prof Dr HM Jamil, MA,
- Prof Dr Rusydi Ananda, SAg, MPd,
- Prof Dr Hasan Sazali, MAg,
- Prof Dr Mardianto, MPd,
- Prof Dr Mustafa Kamal Rokan, SHI, MH,
- Prof Dr Rahmah Fithriani, SS, MHum dan
- Prof Dr Watni Marpaung, MA.
(cr26/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pelantikan-guru-besar-UINSU-di-tahun-2023-dengan-berbagai-disiplin-ilmu_.jpg)