Travel
Goa Togindrawa di Kota Gunungsitoli, Diyakini Tempat Tinggal Manusia Purba
Kota Gunungsitoli memiliki sebuah situs sejarah yang mengungkap keberadaan manusia 12.000 tahun lalu
TRIBUN-MEDAN.COM,NIAS- Kota Gunungsitoli di Kepulauan Nias tidak hanya dikenal sebagai kota wisata dengan pantainya yang indah.
Di Kota Gunungsitoli ini, terdapat sebuah situs sejarah, yakni goa Togindrawa.
Goa Togindrawa sendiri berada di Desa Lolowonu Niko’otano, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli.
Baca juga: Tradisi Famato Harimao Bagi Suku Nias, Arak Patung Hewan Buas dan Dibuang ke Jurang
Jarak dari pusat Kota Gunungsitoli ke goa Togindrawa ini berkisar 2,7 Km.
Jika Anda ingin mengunjungi goa Togindrawa ini, Anda bisa menempuh perjalanan mengendarai motor ataupun mobil.
Sampai di lokasi, Anda akan disuguhkan pemandangan yang begitu indah.
Selama perjalanan menuju goa Togindrawa, Anda dapat menyaksikan laut lepas dari atas bukit di sekitar goa Togindrawa.
Baca juga: Tradisi Berburu Kepala di Nias pada Masa Lampau yang Dijadikan Tumbal Hingga Mas Kawin
Menurut situs Pemko Gunungsitoli, goa Togindrawa ini menjadi saksi sejarah tentang kehadiran manusia sejak 12.000 tahun yang lalu.
Diyakini, goa Togindrawa menjadi tempat tinggal manusia purba di masa lampau, atau tahun 1.150 masehi.
Adanya bukti pendukung bahwa goa Togindrawa dihuni manusia purba terlihat dari beragam temuan alat-alat batu yang berkarakter mesolitik, diantaranya serpih batu, batu pukul dan pipisan.
Baca juga: Niokindrö, Anyaman Khas Suku Nias yang Pernah Dipakai Presiden Jokowi
Temuan lain berupa sisa-sisa vertebrata yang terdiri dari ikan (Pisces), ular (Ophodia), buaya (Squamosa), kura-kura (Testudinidae), hewan pemakan daging (Carnivora), hewan pengerat (Rodentia), kelelawar (Chiroptera), hewan berkuku genap (Artiodactyla) dan primata cangkang moluska yang terdiri dari kelas Gastropoda dan Pelecypoda.
Selain menjadi tempat tinggal manusia purba, goa Togindrawa ini memiliki keunikan tersendiri, karena terletak pada deretan goa yang berjumlah 5 buah yang memiliki empat mulut goa yang memanjang dari arah selatan ke utara.
Mulut goa menghadap ke timur dan tenggara dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi atap goa yang berbeda-beda yang terbentuk dari bebatuan stalaktik alami dipadukan dengan jenis bebatuan stalamik, sehingga dinding-dinding goa ini terlihat begitu kuat.
Baca juga: Tradisi Manafo Suku Nias yang Mirip dengan Beberapa Suku Lain di Sumatra Utara
Konon, masyarakat sekitar percaya, bahwa goa ini memiliki sebuah lorong yang bisa tembus ke goa Laowömaru di Desa Fodo yang berjarak sekitar 12 km dari goa Tögi Ndrawa.
Jika kamu tertarik berkunjung ke sana, kamu juga bisa menyinggahi Omo Hada, atau rumah adat Nias yang ada tak jauh dari goa Togindrawa.(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/goa-Togindrawa.jpg)