Kasus Penyakit Mycoplasma

2 Kasus Penyakit Mycoplasma Ditemukan di Medan, Disdikbud Keluarkan SE Terapkan Prokes di Sekolah

Surat Edaran tersebut pun ditunjukkan ke seluruh sekolah Tingkat TK, PAUD  SD SMP  baik negeri maupun swasta.

Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
Kompas.com
Ilustrasi, Dua Anak Medan sudah terkena penyakit Mycoplasma, Jumat (15/12/2023). Mengetahui hal itu Disdikbud Medan kembali keluarkan SE penerapan Prokes di Sekolah Tingkat TK, PAUD, SD dan SMP baik negeri maupun swasta. 

TRIBUN-MEDAM.COM,MEDAN- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan mengeluarkan Surat Edaran (SE) antisipasi pencegahan dan kewaspadaan terhadap  penyakit Mycoplasma Pneumonia.

Selain pencegahan dan kewaspadaan terhadap penyakit Mycoplasma Pneumonia, SE tersebut dibuat Disdik Medan untuk pencegahan penularan Covid-19 yang dikabarkan meningkat. 

Surat Edaran tersebut pun ditunjukkan ke seluruh sekolah Tingkat TK, PAUD  SD SMP  baik negeri maupun swasta.

"Surat Edaran ini kita lakukan sebagai tindak lanjut  dari SE Dinas Kesehatan Kota Medan perihal kewaspadaan penyakit Mycoplasma Pneumonia dan Covid-19," terang Kepala Disdikbud Medan Benny Sinomba, Jumat (15/12/2023).

Dijelaskan Benny, dalam SE tersebut diminta seluruh sekolah untuk kembali menerapkan protokol kesehatan.

"Dianjurkan kepada para peserta didik, guru dan tenaga kependidikan untuk kembali menerapkan prokes dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, serta menjaga kesehatan," jelasnya. 

Benny berharap lingkungan sekolah bisa terbebas dari penulran penyakit Mycoplasma Pneumonia. 

"Kita ingin menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan terbebas dari penularan Mycoplasma Pneumonia maupun Covid-19,” ucapnya. 

Selain itu, diterangkan Benny, sejuah ini kegiatan  menerapkan belajar mengajar juga masih berlangsung seperti biasanya.

"Masih sekolah seperti biasa ya, tidak ada yang berubah semua masih belajar dan mengajar di sekolah. Mudah-mudahan penyakit ini cepat reda dan tidak terkena oleh warga Kota Medan," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Medan Pocut Fatimah membenarkan adanya  dua kasus penyakit Mycoplasma di Kota Medan. 

Akan tetapi, dijelaskan Pocut,  dua pasien yang terkena penyakit Mycoplasma tersebut sudah sembuh. Selain itu hingga saat ini belum ditemukan adanya lagi penyakit tersebut. 

"Betul ada dua pasien yang kena penyakit Mycoplasma. Pasien pertama seorang anak berusia 1 tahun 10 bulan. Kemudian anak itu dirawat.

Tapi setelah tiga hari anak tersebut dinyatakan sehat dan sembuh," ucapnya.

Untuk kasus kedua, dikatakan Pocut mengenai anak usia 8 tahun. Ia di rawat di awal Bulan Desember 2023 lalu.

"Ia dirawat lima hari. Anak itu masuk rumah sakit  tanggal 5 Desember. Kemudian 10 Desember dinyatakan sehat dan sembuh sehingga sudha dipulangkan dari pihak rumah sakit," terangnya. 

Pocut menerangkan dari dua kasus tersebut  keluhan pasien itu demam dan batuk pilek selama beberapa hari. 

"Nah saat diperiksa oleh dokternya ada temuan gejala Mycoplasma. Namun kondisi dua pasien dengan penyakit Mycoplasma itu  tidak terlalu berat," ucapnya.

Kendati kedua pasien tersebut tidak terlalu berat, dikatakan Pocut pihaknya langsung melakukan pengecekan ke seluruh pihak keluarga.

"Kita juga langsung kontak keluarga dari hasil wawancara warga tidak ditemukan adanya riwayat perjalanan kemana-mana dalam waktu 10 hari. Dan dari pihak keluarga (pasien) tidak ada yang sakit saat itu," ucapnya.

Untuk pemeriksaan penyakit Mycoplasma ini diakui Pocut masih berbayar. Dan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

"Tapi kalau yang sudah menggunakan asuransi kesehatan swasta itu mungkin ada yang mengcover," jelasnya 

Namun Pocut mengatakan lebih baik mencegah terlebih dahulu. Apalagi saat ini Covid-19 ada peningkatan kasus.

"Kalau imbauan kita lebih baik mencegah terlebih dahulu. Saat ini juga ada peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara termasuk Indonesia, jadi kewaspadaan kita meningkatkan protokol kesehatan," jelasnya

Protokol kesehatan itu diterangkan Pocut terapkan Pola 3M

"Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dan ini sifatnya anjuran dan imbauan karena tidak ada lagi Satgas yang memantau," ucap Pocut.

Diterangkan Pocut, saat ini kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola 3M adalah hal yang paling penting.

"Kita yang memilih dimana lokasi yang buat kita khawatir. Mungkin di kendaraan umum, tempat keramaian gunakanlah masker supaya kita mencegah khususnya untuk  kesehatan diri sendiri," ucapnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved