Dua Manajer Spanyol Alonso dan Arteta Sukses di Puncak, Sama-sama Usung Filosofi Juara

Liga Jerman menyoroti Kesuksesan Bayern Munchen dengan koleksi 11 gelar Bundesliga secara berturut-turut belum ada apa-apanya dengan

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Dedy Kurniawan
(INA FASSBENDER / AFP)
Pelatih kepala Bayer Leverkusen asal Spanyol Xabi Alonso (tengah) merayakan bersama gelandang Swiss Bayer Leverkusen #34 Granit Xhaka (kiri) setelah timnya menang 3-1 dalam pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Jerman (DFB Pokal) antara Bayer 04 Leverkusen dan SC Paderborn 07 di Leverkusen, Jerman bagian barat pada 6 Desember 2023. (INA FASSBENDER / AFP) 

TRIBUN-MEDAN.com - Liga Jerman menyoroti Kesuksesan Bayern Munchen dengan koleksi 11 gelar Bundesliga secara berturut-turut belum ada apa-apanya dengan pencapaian Bayer Leverkusen baru-baru ini.

Baca juga: Kapal KM Dorolonda akan Berlayar Dua Kali dari Pelabuhan Belawan selama Nataru, Berikut Jadwalnya

Baca juga: Prediksi Bigmatch Al Hilal vs Abha, Adu Gacor Mitrovic Misi Salip Ronaldo di Puncak Top Skor

Bayer Leverkusen memang belum pernah juara Bundesliga, namun di bawah asuhan Xabi Alonso menjadi tim pertama yang mencatatkan sejarah di mana belum ada tim manapun yang mencatatkannya di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Jerman.

Tim yang bermarkas di BayArena itu adalah tim Jerman pertama yang tidak terkalahkan dalam 25 pertandingan.

Bayer Leverkusen mencatatkan 22 kemenangan dan tiga kali imbang dengan total 81 gol, 18 kebobolan, dan 11 laga cleansheet.


Hasil itu didapatkan setelah mengalahkan Vfl Bochum dengan skor 4-0 di BayArena pada Kamis (21/12/2023) dini hari WIB.

Capaian itu membuat tim asuhan Xabi Alonso bercokol di peringkat teratas klasemen Bundesliga dan menuju juara paruh musim pada pertengahan Januari mendatang.

Baca juga: Jadwal Lengkap Liga Italia Pekan 17, Dua Milan Lawan Mudah, Nyonya Tua Cari Tumbal


Pencapaian Leverkusen di bawah asuhan Xabi Alonso memang fenomenal saat ini, bagaimana dia menyulap para pemain muda menjadi sosok penantang gelar Bundesliga.

Baca juga: Viral Wanita Ajak Suami Asal Jawa ke Kondangan Batak, Syok Lihat Cara Penyajian Makanan


Leverkusen berada di urutan keempat setelah Stuttgart, Wolfsburg, dan Frankfurt yang memiliki rata-rata usia termuda di dalam skuad mereka, yakni 24,1 tahun.

Lihatlah bagaimana penyerang Victor Boniface yang baru berusia 22 tahun sudah mengoleksi 16 gol dan 8 assist, menurut catatan Fabrizio Romano.


Lalu ada gelandang muda Jerman, Florian Wirtz yang baru berusia 20 tahun. Dia pencetak gol terbanyak kedua musim ini (8 gol), dan pencetak assist terbanyak (12 assist).

Kemudian ada bek sayap Jeremie Frimpong, ditunjang dengan performa mengesankan dari pemain senior seperti Alejandro Grimaldo, Jonas Hofmann, hingga Granit Xhaka yang menunjukkan pengalaman mereka.

Baca juga: Sekretariat Senat Mahasiswa Unimed Diserang OTK, Kondisinya Porak-poranda

Xabi Alonso mengkombinasikan skuadnya dengan baik musim ini, tidak hanya di Bundesliga tetapi juga di Liga Eropa saat Leverkusen keluar sebagai juara grup dengan produktivitas gol paling tinggi di antara tim lainnya.

Capaian Leverkusen sejalan dengan calon pemimpin klasemen Liga Inggris Arsenal yang kini berada di bawah asuhan Mikel Arteta.

Baca juga: MIRIS! Suami Seret Istrinya ke Rumah Sakit, Minta Dokter Cek Keperawanan, Malam Pertama Tak Berdarah


 
Musim kelima Arteta, Arsenal menjadi penantang serius dalam perburuan gelar Premier League.

Setelah musim lalu finis di peringkat 2 di bawah Manchester City dan kembali ke ajang Liga Champions setelah 6 tahun, Arsenal selangkah lagi juara paruh musim jika berhasil mengalahkan Liverpool pekan depan di Anfield.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved