Tribun Wiki
Mengenal Nyamuk Wolbachia yang Disebar Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia sempat menyebar nyamuk wolbachia di Yogyakarta. Alasan penyebaran nyamuk wolbachia ini untuk menurunkan angka DBD
TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan kegiatan penyebaran nyamuk wolbachia oleh Pemerintah Indonesia.
Daerah yang masuk dalam kawasan target penyebaran nyamuk wolbachia diantaranya Kupang, Nusa Tenggara Timur; Bontang, Kalimantan Timur; Semarang, Jawa Tengah; Jakarta Barat, DKI Jakarta, dan Kota Bandung.
Namun, saat pemerintah akan menyebarkan nyamuk wolbacia ini di Bali, sebahagian pihak menentangnya.
Baca juga: WARGA Bandung Protes Nyamuk Wolbachia Disebar, Minta Ditangkap Lagi dan Dilepaskan di Rumah Menkes
Lantas, apa sebenarnya nyamuk wolbachia yang disebar pemerintah ini?
Apa dampaknya terhadap kesehatan manusia, berikut ulasan singkatnya.
Bakteri Wolbachia
Dilansir dari laman Sehat Negeri Ku, wolbachia merupakan bakteri yang bertugas menghambat perkembangan virus dengue di tubuh nyamuk aedes aegypti.
Artinya, kemampuan nyamuk dengan wolbachia dalam menularkan virus ke manusia akan berkurang.
Ketika nyamuk aedes aegypti dengan wolbachia berkembang biak di populasi nyamuk, maka kasus dengue diharapkan akan menurun.
Baca juga: Berkat Petunjuk Darah Nyamuk Nempel di Dinding, Pria Maling di Rumah Ini Bisa Ditangkap
Cara berkembang biak nyamuk aedes aegypti ber-wolbachia antara lain: jika nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan nyamuk betina ber-wolbachia, telurnya akan menetas dan menghasilkan nyamuk ber-wolbachia.
Jika nyamuk jantan tidak ber-wolbachia kawin dengan betina ber-wolbachia, telurnya akan menetas dan menghasilkan nyamuk ber-wolbachia.
Jika nyamuk jantan ber-wolbachia kawin dengan betina tidak ber-wolbachia, maka telurnya tidak akan menetas.
Mengenai proses penyebarannya, sebuah ember memuat 250 – 300 telur nyamuk, dengan angka penetasan ±90 persen.
Jumlah nyamuk yang akan disebarkan sebesar 10 persen dari populasi nyamuk di daerah tersebut.
Baca juga: Cara Mencegah Nyamuk Berkembang Biak di Rumah
Penyebarannya dilakukan 12 kali.
Dengan begitu, ada pelepasan ± 2-3 nyamuk/meter setiap 2 minggu dan dilakukan sebanyak 12 kali.
Menkes Budi sempat mengatakan, penelitian teknologi nyamuk ber-wolbachia ini sudah lama dilakukan.
Dalam penelitiannya, peneliti menjalankan semua tahapan dan tidak memangkas (bypass) prosesnya.
Hasil studi Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) tahun 2017-2020 menunjukkan setelah nyamuk ber-wolbachia dilepaskan, kasus dengue menurun hingga 77 persen.
Wolbachia berperan dalam memblok replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.
Akibatnya, nyamuk yang mengandung wolbachia, tidak mampu lagi untuk menularkan virus dengue ketika nyamuk tersebut menghisap darah orang yang terinfeksi virus dengue.
Mengingat bahwa wolbachia terdapat dalam telur nyamuk, maka bakteri ini akan diturunkan dari satu generasi nyamuk ke generasi berikutnya.
Akibatnya, dampak perlindungan wolbachia terhadap penularan dengue bersifat berkelanjutan (sustainable).(tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/nyamuk-aedes-aegypti-tribun-medancom-kulit_20160202_115407.jpg)