Berita Medan
Diduga Penyebab Sekret Senat Mahasiswa Unimed Diobrak-abrik, Ini Jumlah Suara di Sidang Penentuan
Terlihat kondisi sekretariat porak-poranda, dengan beberapa kursi yang rusak dan hilang, juga berkas-berkas lainnya dirobek.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sekretariat Senat Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) diserang Orang Tidak Dikenal (OTK), yang diketahui pada Selasa (19/12/2023) lalu.
Terlihat kondisi sekretariat porak-poranda, dengan beberapa kursi yang rusak dan hilang, juga berkas-berkas lainnya dirobek.
Kondisi sekretariat yang porak-poranda tersebut dikatakan Ketua Senat Periode 2023, Ahmad Danil diketahui pertama kali oleh bendahara Senat Mahasiswa.
Dengan kecurigaan hal ini terjadi karena adanya kecemburuan dari oposisi, usai sidang penetapan Ketua Senat berikutnya.
"Kronologi pastinya saya tidak tahu, tetapi beberapa hari yang lalu, UNIMED baru saja selesai melaksanakan sidang umum, penentuan ketua umum baru untuk Senat Mahasiswa," ujarnya kepada Tribun Medan, Kamis (21/12/2023).
Diduga hal tersebut karena adanya kecemburuan terhadap hasil pemilihan ketua periode tahun 2024, dimana Ravin selaku ketua terpilih memperoleh 26 suara.
Sedangkan kubu lainnya hanya memperoleh 13 suara dari total 41 suara terdaftar yang hanya dihadiri 39 orang.
Kontestasi politik di jajaran mahasiswa ini terdengar sedikit memanas, pada saat puncak penentuan.
Bahkan disesi pemilihan, samar terdengar bahwa ada yang tengah mencari keberadaan ketua sebelumya.
"Kami masih belum tau pelakunya siapa, tetapi dugaan kami, ada salah satu oknum oposisi yang melakukan hal ini. Karena ada beberapa hal yang sering saya dengar, saya dicari pada sidang pleno kemarin," ungkapnya.
Kondisi didalam sekretariat saat dilihat pertama kali, bangku sudah tidak ada dan laci-laci sudah berantakan. Beberapa sertifikat sudah robek dan berkas lainnya juga.
Ahmad menyangkan kejadian ini terjadi, sebab seharusnya politik di kampus itu menjadi pembelajaran bukan jadi ajang gontok-gontokan.
"Karena ini merupakan tindakan yang tidak dewasa, dan seperti premanisme ya. Jadi ayolah kita lebih dewasa dalam berpolitik di kampus, dan lebih baik lagi kedepannya," katanya.
Ahmad sudah lapor ke orang birokrasi, untuk mendalami hal ini, agar tidak terulang kembali kejadian serupa.
"Kita akan bicarakan dengan pihak birokrasi, dan mau melihat juga apakah ada cctv yang mengarah kesini," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-sekretariat-senat-mahasiswa-Unimed-setelah-diobrak-abrik-OTK-Kamis-21122023.jpg)