Berita Viral

FAKTA Baru Bocah SD Diculik dan Dipaksa Layani 22 Pria Hidung Belang, Berawal Kabur dari Rumah

Berikut fakta baru bocah SD kelas 6 di Bandung yang diculik dan dipaksa layani 22 pria hidung belang. Ternyata, ia mengaku kabur dari rumah bersama

HO
Seorang siswi cantik kelas 6 SD berinisial KJP (12) menjadi korban penculikan dan pemerkosaan oleh dua pelaku yang dikenalnya melalui media sosial, yakni inisial AD (18) dan DF (24).  Tak hanya itu, korban bahkan dijual oleh kdua pelaku melalui aplikasi kencan online. (HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM – Berikut fakta baru bocah SD kelas 6 di Bandung yang diculik dan dipaksa layani 22 pria hidung belang.

Adapun hingga ini, polisi masih mengusut kasus bocah kelas 6 SD di Bandung yang diculik dan dipaksa layani 22 pria hidung belang.

Terkuak fakta baru, ternyata bocah SD berinisial K itu awalnya kabur dari rumah.

Ia kemudian dibawa pelaku yakni dua pria kenalannya di media sosial.

Pelaku mengaku korban (K) menghubunginya dan meminta agar membawanya pergi dari rumah dengan alasan ada masalah keluarga.

Siswa SD berusia 12 yang sempat dinyatakan hilang selama tiga pekan, akhirnya ditemukan polisi.

Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung, siswi SD kelas 6 itu ternyata kabur dari rumah dan dibawa oleh kenalannya di media sosial bernama AD (19) dan DF (24).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan kronologi penculikan KJP (12) siswa kelas 6 SD yang sudah hilang selama tiga minggu. Dalam keterangan resmi, Kamis (21/12/2023), peristiwa penculikan berawal ketika korban meninggalkan rumah pada Selasa (28/11/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.  Pada saat itu, korban mengatakan kepada orang tua bahwa dirinya hendak berangkat ke sekolah. Pada hari yang sama sekitar pukul 09.30 WIB, orangtua KJP menelepon wali kelas untuk mengetahui keberadaan korban. Namun diketahui korban tidak masuk sekolah dan sejak saat itu, korban tidak diketahui keberadaannya dan dinyatakan hilang. (Istimewa)
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan kronologi penculikan KJP (12) siswa kelas 6 SD yang sudah hilang selama tiga minggu. Dalam keterangan resmi, Kamis (21/12/2023), peristiwa penculikan berawal ketika korban meninggalkan rumah pada Selasa (28/11/2023) sekitar pukul 07.00 WIB. Pada saat itu, korban mengatakan kepada orang tua bahwa dirinya hendak berangkat ke sekolah. Pada hari yang sama sekitar pukul 09.30 WIB, orangtua KJP menelepon wali kelas untuk mengetahui keberadaan korban. Namun diketahui korban tidak masuk sekolah dan sejak saat itu, korban tidak diketahui keberadaannya dan dinyatakan hilang. (Istimewa) (istimewa)

Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono mengatakan, pengungkapan itu bermula setelah Polisi menerima laporan dari orang tua korban yang kehilangan anaknya.

Dari laporan itu, anggotanya kemudian melakukan penelusuran dengan memeriksa CCTV dan meminta keterangan saksi-saksi.

Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui korban pergi dari rumah dan bertemu dengan kenalannya di media sosial berinisial AD.

Oleh AD korban lalu dibawa ke sejumlah tempat di Kota Bandung.

Selama dibawa oleh pelaku, korban ini sempat disetubuhi oleh pelaku dan dijual melalui aplikasi kencan online.

Setelah beberapa kali dijual oleh AD, korban dialihkan ke pelaku lain berinisial DF dan ditempatkan di sebuah apartemen di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

"Pelaku melakukan persetubuhan dengan korban, kemudian juga yang menjadi sorotan di sini pelaku ternyata menawarkan korban melalui aplikasi online, chatting atau dating dan ditawarkan pada orang lain," ujar Budi di Mapolrestabes Bandung, Rabu (20/12/2023).

Tampang Daffa salah satu pelaku penculikan bocah 6 SD inisial KJ
Tampang Daffa salah satu pelaku penculikan bocah 6 SD inisial KJ (Istimewa)

Korban pun sudah beberapa kali dijual oleh para pelaku kepada pria hidung belang dengan harga Rp. 300-Rp.500 ribu untuk satu kali kencan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved