Markas Begal

Markas Begal di Belawan Diobrak-abrik, Polisi Amankan 9 Orang, Semuanya Positif Narkoba

Para pelaku yang diamankan yakni berinisial, R (18), JAP (18), AP (18), DGR (18), SF (19), RP (18), ES (20), MTD (20) dan AR (18).

|
Editor: Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Polisi menggerebek markas para komplotan begal yang sering merampok dan bikin resah warga.

Kabid Humas Polda Sumut Sumut, Kombes pol Hadi Wahyudi, mengatakan, penggerebekan itu dilakukan, pada Kamis (11/1/2024) dinihari.

Katanya, dari hasil penggerebekan yang dilakukan, petugas mengamankan sebanyak sembilan orang pelaku.

Ketika ditangkap para pelaku ini sedang berada di dalam rumah kosong yang dijadikan markas.

Para pelaku yang diamankan yakni berinisial, R (18), JAP (18), AP (18), DGR (18), SF (19), RP (18), ES (20), MTD (20) dan AR (18).

"Penangkapan ini dilakukan berdasarkan sejumlah Laporan Polisi. Ada 4 Laporan Polisi yang kita tangani, dan mereka merupakan buruan Polisi," kata Hadi kepada Tribun-medan, Jumat (12/1/2024).

Penggerebekan itu bermula dari petugas mendapatkan laporan adanya tawuran melalui call center 110. 

"Tim Jatanras bergerak ke lokasi, ketika itu para pelaku melarikan diri. Tim Jatanras dan Patroli mengejar kawanan pemuda bersepeda motor tersebut dan berhasil mengamankan dua orang," ucapnya.

Lebih lanjut, Hadi menjelaskan, setelah mengamankan dua orang tersebut petugas pun melakukan pengembangan.

Dari hasil keterangan yang didapat, petugas pun mendatangi gudang kosong yang dijadikan markas.

Lokasi tersebut berada di Jalan Pemagaran KIM III.

Di lokasi ini, petugas kembali mengamankan lima orang, satu pelaku diamankan di rumah dan satunya lagi di tempat kerja.

Kemudian, petugas pun melakukan tes urine kepada para pelaku.

"Hasil tes urine sembilan pelaku ini positif menggunakan narkoba. Tersangka MTD dan AR merupakan pelaku pemilik ganja," pungkasnya.

Para pelaku usai diamankan oleh petugas.
Para pelaku usai diamankan oleh petugas. (HO)

Driver Ojol Dibegal, Motor Dirampas

Seorang pengemudi ojek online (Ojol) dan penumpang wanita, menjadi korban begal di sekitaran jembatan Jalan Avros, Kecamatan Medan Maimun.

Menurut pengemudi Ojol, Aji Pratama, peristiwa begal yang menimpa dirinya dan penumpangnya itu terjadi, pada Rabu (10/1/2024) sekira pukul 05.00 WIB.

Waktu itu, ia sedang berada di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, dan mendapatkan orderan penumpang di Jalan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia.

"Aku dapat orderan di depan SMA II (Jalan Karang Sari), tujuannya ke Jalan Krakatau. Kalau aku dari Jalan Titi Kuning jalannya tutup, jadi aku masuk dari Jalan Avros," kata Aji kepada Tribun-medan, Kamis (11/1/2024).

Katanya, setelah itu dia pun pergi menjemput melalui Jalan Avros dan bertemu dengan penumpangnya yang merupakan seorang perempuan.

Setelah penumpangnya naik, mereka pun kembali melalui Jalan Avros dan setibanya di dekat jembatan jalan tersebut ada dua sepeda motor memepet mereka.

"Pas di jembatan itu aku pelan, terus ada dua sepeda motor jumlahnya lima orang menghadang kami," sebutnya.

Viral driver ojol dibegal di jalan Avros, Kota Medan pada Rabu (10/1/2024) sekira pukul 05:00 WIB.
Viral driver ojol dibegal di jalan Avros, Kota Medan pada Rabu (10/1/2024) sekira pukul 05:00 WIB. (Instagram.com/@tkpmedan)

Ia menjelaskan, kemudian lima orang pelaku ini langsung menghadang mereka dan mengancam menggunakan senjata tajam jenis parang panjang.

Lalu, para pelaku langsung merampas sepeda motor jenis Yamaha N-max, handphone dan kalung emas milik penumpang wanitanya.

Aji juga menyampaikan, waktu itu dirinya juga sempat dianiaya dan nyaris di bacok oleh para pelaku.

"Saya sempat dipukul sampai memar, mereka juga sempat membacok tapi saya menghindar cuma kena goresan," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa penumpang wanitanya ini sempat histeris dan para pelaku melarikan diri dengan membawa harta benda mereka.

Kasus ini pun sudah di laporkan ke Polsek Medan Kota.

"Saya minta tolong sama warga di sana, kalau diantarkan ke Polsek," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Kota, Kompol Selvintriansih membeberkan kejadian tersebut dan korban sudah membuat laporan.

"Sudah (bikin laporan korban)," jawabnya singkat.

Viral driver ojol dibegal di jalan Avros, Kota Medan pada Rabu (10/1/2024) sekira pukul 05:00 WIB. (Instagram.com/@tkpmedan)
Driver ojek online (ojol) bernama Aji Pratama (23) warga Jalan Pengilar, Medan Amplas menjadi korban begal di kawasan jalan Avros, Kota Medan.

Driver ojol tersebut dibegal oleh lima orang pelaku dengan menggunakan senjata tajam pada Rabu (10/1/2024) sekira pukul 05:00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, motor jenis Yamaha Nmax milik korban raib dibawa para pelaku.

Dalam keterangan yang diunggah oleh akun Instagram @tkpmedan, pembegalan tersebut bermula saat Aji menerima orderan dari jalan SM Raja menuju Jalan Adi Sucipto.

Saat itu, pelanggan yang memesan layanan ojol tersebut bertanya apakah Aji bisa menjemputnya.

Tanpa pikir panjang, korban mengatakan bahwa ia akan menjemput pelanggan tersebut.

“Saat itu masuk orderan diaplikasi, atas nama Putri, titiknya Alfa Midi Jalan SM Raja menuju ke dekat SMA 2 di Jalan Adi Sucipto. Saat itu penumpang saya ngechat duluan, nanya apa bisa jemput, trus aku jawab bisa,”  ungkap Aji Pratama dikutip dari Instagram @tkpmedan.

Posisi itu pukul 05:00 WIB, biasanya ngantar ke situ aman-aman ajanya, gak ada kejadian, mungkin ini naas ya kan,” sambungnya.

Namun saat melintas di Jalan Avros, korban tiba-tiba dicegat oleh lima orang pelaku.

Tak hanya itu, korban bahkan dibacok dengan menggunakan parang. Beruntung korban tak mengalami luka serius.

“Para pelaku 5 orang, itulah pas aku lewat jembatan titi Avros itulah aku dijegat bang, trus dibacok pakai parang, untung aja gak ada luka serius,” kata Aji.

"Aku kena cuma dipinggang sebelah kanan, badanku lebam-lebam lah, saat itu aku nggak ada mikirin penumpangku lagi hanya berpikir menyelamatkan diri saja,” sambungnya.

Akibat insiden pembegalan itu , korban kehilangan 1 unit sepeda motor Yamaha N-Max dengan plat BK 6063 AKR yang ia cicil selama 24 bulan.

Padahal menurut pengakuan Aji, motor tersebut akan lunas beberapa bulan lagi.

Kini, Aji sudah membuat laporan ke Polsek Medan Kota atas insiden yang dialaminya.

Ia berharap agar Polsek Medan Kota bisa cepat mengungkap dan menangkap pelaku.

Unggahan Instagram @tkpmedan itu kini ramai oleh komentar warganet.

“Lapor ke polisi bg..buat surat kehilangan trus lapor ke leasing/dealernya..kalau masih kredit pasti ad asuransi..pasti diganti sm mereka..bisa diganti duit atau unit yg baru sesuai dengan hitungan pokok kredit yg sdh dibayarkhn..pokok bukan brp x cicilan..,” tulis @ziaamne.

“Boleh lah dbuat lagi jebakan begal tapi yang serius. udah gak meresahkan lagi ini. kemaren ustadz mau isi kajian subuh bisa kena begal, belum lagi yg harus belanja dan kerja pagi buta. semoga ada solusi yg nyata musti di usut juga kemana barang barang curian ini dikepul,” tulis @qiboeliyonk_artwork.

“Kok di Sumatera rawan kejahatan banget ya kayak gak ada aparat...ntah mau jadi apalah pulau ini...kasihan masyarakatnya,” tulis @panda_bincung.

“Besi nempel di beton aja bisa di gas apalagi besi yang bisa bergerak, emang udah gawat kali medan ini adooh,” tulis @mrfi03226.

(Cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved