Ramadhan 2024

8 Menu Takjil Buka Puasa Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia

Takjil buka puasa bukan hanya sekedar gorengan, kolak pisang atau es buah saja yang disajikan.

Penulis: Rizky Aisyah | Editor: Randy P.F Hutagaol
HO
Ilustrasi Toge Panyabungan Menu Takjil Buka Puasa Ramadan dari Aceh 

TRIBUN-MEDAN.com - Takjil buka puasa bukan hanya sekedar gorengan, kolak pisang, atau es buah saja yang disajikan.

Di beberapa daerah di Indonesia, ada juga menu buka puasa ramadan khas yang menggugah selera.

Bahkan, Anda akan jarang menemukan menu berbuka puasa khas dari berbagai daerah di Indonesia karena hanya ada di daerah tersebut dan itupun hanya pada bulan Ramadan.

Lalu, apa saja menu berbuka puasa ramadan khas dari berbagai daerah di Indonesia?

1. Bubur Pacar Cina -Jakarta

Siapa sangka Jakarta, khususnya daerah Betawi, memiliki makanan khas takjil yaitu bubur pacar cina. Tidak seperti bubur biasa, makanan khas Betawi ini terbuat dari tepung sagu.

Cara membuatnya pun cukup mudah, yaitu dengan merebus biji pacar cina hingga matang, kemudian dicampur dengan santan, gula, garam dan daun pandan.

Disajikan dengan tambahan es batu, rasa segar dari bubur pacar cina sangat cocok untuk melepas dahaga setelah berpuasa.

2. Bubur Kanji Rumbi - Aceh

Salah satu makanan khas Ramadan yang terkenal di Aceh adalah Bubur Kanji Rumbi.

Berjuluk Serambi Mekkah, masjid-masjid di provinsi ini biasanya membagikan bubur kanji rumbi kepada masyarakat.

Bubur berwarna cokelat ini memiliki aroma dan rasa rempah-rempah yang kuat. Ini karena resepnya dipengaruhi oleh masakan India.

3. Ketan Bintul- Banten

Ketan bintul adalah salah satu hidangan favorit masyarakat Banten untuk takjil atau berbuka puasa selama bulan Ramadan.

Berasal dari abad ke-16, hidangan ini terbuat dari beras ketan dan diberi taburan serundeng (parutan kelapa yang digoreng dengan berbagai macam bumbu).

Uniknya, ketan bintul biasanya dicelupkan ke dalam kuah semur daging atau disajikan dengan empal daging sapi.

Ketan bintul menjadi makanan khas Ramadan karena biasanya hanya dijual selama bulan Ramadan. Setelah puasa usai, penjual tidak lagi menjual makanan ini.

4. Barongko - Makassar

Barongko adalah makanan khas suku Bugis di Makassar. Rasanya yang manis dan gurih sangat cocok untuk berbuka puasa.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat barongko antara lain pisang, telur, santan, gula, dan garam. Bahan-bahan tersebut dihaluskan dan dicampur, kemudian adonan dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Bagi Anda yang suka berbuka puasa dengan makanan dingin, Anda bisa memasukkan barongko ke dalam kulkas terlebih dahulu dan baru mengeluarkan takjil ini saat waktunya berbuka.

5. Kue Bingke - Pontianak

Kue Bingke adalah salah satu makanan khas Pontianak. Kue Bingke memiliki ciri khas dengan bentuk bunganya. Rasanya tidak perlu diragukan lagi.

Kue bingke khas Pontianak ini memiliki tekstur yang lembut. Rasanya yang gurih dan manis akan memanjakan lidah Anda, sangat cocok sebagai makanan pembuka setelah berbuka puasa.

6. Toge Panyabungan - Sumatera Utara

Toge panyabungan adalah makanan khas Ramadan dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, yang merupakan minuman manis yang cocok untuk berbuka puasa.

Minuman ini terdiri dari ketan merah, ketan biasa, tape, kandil, dan lupis, yang dipadukan dengan santan, gula merah cair, dan cendol yang saling melengkapi.

7. Bongko Kopyor - Jawa Timur

Gresik di Jawa Timur juga merupakan rumah bagi kuliner unik yang dijual selama bulan Ramadan, yang dikenal dengan nama bongko kopyor, atau bubur nangka dan kelapa kopyor.

Takjil ini juga cukup unik. Bongko kopyor berisi bubur mutiara, nangka, roti tawar, kelapa muda, pisang, dan santan.

Biasanya, bongko kopyor dibungkus dengan daun pisang, sehingga ketika Anda menyantapnya, aroma daun pisang akan menambah cita rasa.

8. Putu Mangkok- Riau

Jika Anda berkunjung ke Riau selama bulan Ramadan, pastikan Anda mencoba putu mangkok, kue yang terbuat dari tepung beras.

Kue putu mangkok memiliki kombinasi rasa manis dan gurih yang pas. Hal ini berkat parutan kelapa yang ada di bagian luar kue. Sekilas, tampilannya mungkin mirip dengan putu biasa. Bedanya, bentuk kue ini terlihat seperti mangkok yang terbalik.

(cr30/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved