Pilpres 2024
Ahok Sindir Pemimpin Janjikan DP Rumah Nol Persen Suka Nipu, Klarifikasi Jokowi tak Bisa Kerja
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan warga tidak boleh memilih calon pemimpin yang suka menipu . . .
Sehingga, kata dia, pernyataan mengenai keberlanjutan akan sangat cocok dijalankan oleh Ganjar Pranowo.
"Yang mengusul Nawacita sejak periode pertama Pak Jokowi itu PDI Perjuangan bos. Jadi bagi saya kalau mau meneruskan Nawacita yang udah jalan 10 tahun, saya butuh orang yang ngerti Nawacita," kata Ahok.
Mantan Komut Pertamina itu merasa aneh ada orang yang ingin mengganti program Nawacita yang sudah dikerjakan 10 tahun belakangan ini.
Baginya itu sesuatu bahaya.
Dia berpesan ke masyarakat untuk memberikan hak pilihnya secara jujur berlandaskan asas Pemilu.
Ia tidak mau ada tekanan yang bermuara ke masyarakat.
"Tidak boleh ada tekanan dari siapapun, paksaan dari siapapun," kata dia.
Dia tidak mau masyarakat ditipu dengan gimik yang justru hanya bualan semata. Ahok lalu menyebut dirinya belum bisa mengikuti kampanye bersama Ganjar Pranowo dan Mahfud MD karena tidak masuk dalam tim kampanye nasional.
Klarifikasi Ahok
Ahok memberikan penjelasan terkait pernyataannya yang menyebut Jokowi tak bisa kerja.
Pernyataan Ahok ini menjadi viral di media sosial dan mendapatkan kritikan dari sejumlah kalangan.
Bahkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan memberikan pernyataan tegas ke Ahok.
Kini klarifikasi Ahok soal sebut Jokowi tak bisa kerja viral di media sosial.
Ahok mengatakan bahwa video yang menyebut Jokowi tak bisa kerja diedit dan dipelintir.
Videonya bertemu dengan warga Tioghoa di Jakarta ternyata diedit dan dibuat seolah menyerang Jokowi.
Kata Mantan Komisaris Utama Pertamina ini, pernyataannya yang viral itu tidak ditampilkan secara utuh dan dipotong sehingga tidak bisa dipahami konteksnya oleh publik.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.