Breaking News

Pilpres 2024

Ahok Sindir Pemimpin Janjikan DP Rumah Nol Persen Suka Nipu, Klarifikasi Jokowi tak Bisa Kerja

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengingatkan warga tidak boleh memilih calon pemimpin yang suka menipu . . .

Editor: Salomo Tarigan
HO
Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. 

"Jangan dipotong konteksnya apa. Ini kan ada nenek-nenek 82 tahun. Dia bilang sama saya harus pilih Prabowo dan Gibran. Saya bilang sorry, saya pilih Pak Ganjar nih. Kenapa? Saya enggak mungkin cerita Nawacita sama itu nenek. Mana ngerti Nawacita? Saya bilang hati-hati, Pak Jokowi sudah kerja 10 tahun, mesti dilanjutkan. Ini bukan pilih Jokowi, tapi pilih Prabowo,” kata Ahok kepada sejumlah wartawan di Kupang, Rabu (7/2/2024) malam.

Basuki Thahaja Purnama (Ahok) Usai diperiksa KPK, Selasa (7/11/2023
Basuki Thahaja Purnama (Ahok) Usai diperiksa KPK, Selasa (7/11/2023 (Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama)

Menurut dia, jika Prabowo yang menjadi Presiden maka konsep pembangunan Nawacita yang sudah dirintis oleh Presiden Jokowi belum tentu dilanjutkan.

"Emang Gibran bisa kerja? Tahu enggak maksudnya apa? Lu Wakil Presiden mana bisa nerusin Nawacita si? Yang berkuasa kan Pak Prabowo. Kemudian, saya bilang apa Pak Jokowi bisa kerja? Maksudnya apa? Kalau Pak Jokowi sudah enggak jadi Presiden, emang dia bisa jalanin kerjaan Nawacita? Itu konteksnya. Jadi dipotong,” kata Ahok.

"Seolah-olah lu kira gua gila selama 10 tahun gue kerja sama Jokowi, emang gue gila. Gue masih waras bos," sambung dia.

"Kalau saya dibilang gila pun dan mau menyerang Jokowi dan Gibran saya juga tidak bego-bego amat menyerang seperti itu. Harusnya menyerang yang lain kek. Masa sebut tidak bisa kerja di depan umum itu gila apa," tambah Ahok lagi.

Ahok mengatakan, ia sudah lama mengenal dan bekerja bersama dengan Presiden Jokowi.

Dengan demikian, ia tidak mungkin mengeluarkan pernyataan sembarangan di depan umum untuk menyerang Presiden Jokowi.

Prabowo Sebut Ahok Perlu Periksa Otak

Prabowo Subianto marah mengetahui Ahok menyebut Jokowi tak bisa kerja. Ahok memang menjadi sorotan belakangan ini dimulai dari mundur dari jabatan Komisaris Utama Pertamina. 

Ahok mulai melancarkan serangan ke Jokowi setelah melepaskan jabatan di Pertamina. Ahok mengaku keluar dari Pertamina demi memenangkan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024. 

Namun, anehnya, Ahok yang disebut dekat dengan Jokowi melah melakukan serangan. Ia menyerang Jokowi yang merupakan rekannya selama memimpin DKI Jakarta. 

Pernyataan Ahok ini mengundang emosi Prabowo Subianto. 

Prabowo berkisah, selama bergabung di Kabinet Indonesia Maju, ia melihat langsung kinerja dan kebijakan Jokowi di pemerintahan.

Hasil pengamatan tersebut Prabowo meyakini Presiden Jokowi dapat bekerja memimpin pemerintahan.

"Setelah saya bergabung, saya melihat dari dekat, saya menjadi saksi, saya mengatakan, Pak Jokowi orang yang sangat bekerja keras untuk rakyat Indonesia. Tidak ada capeknya, tidak ada istirahatnya," ujar Prabowo saat kampanye di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (7/2/2024).

EMOSI Prabowo Setelah Tahu Ahok Sebut Jokowi Tak Bisa Kerja: Itu Orang, Otaknya Perlu Diperiksa!
EMOSI Prabowo Setelah Tahu Ahok Sebut Jokowi Tak Bisa Kerja: Itu Orang, Otaknya Perlu Diperiksa! (HO)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved