Viral Medsos

PERTAMA Kalinya dalam Sejarah, Pemanasan Global Tembus Ambang Batas 1,5 Derajat Celcius

Pertama kalinya dalam sejarah, pemanasan global menembus ambang batas 1,5 derajat Celcius sepanjang tahun ini.

Tayang:
Editor: AbdiTumanggor
BBC
Menurut data layanan pemantau iklim Uni Eropa, pertama kalinya dalam sejarah, pemanasan global menembus ambang batas 1,5 derajat Celcius sepanjang tahun ini. Padahal berdasar Perjanjian Iklim 2015 di Paris, para pemimpin dunia berjanji untuk berupaya membatasi kenaikan suhu global jangka panjang di angka 1,5 celsius. (BBC) 

Walaupun berpotensi menjadi tonggak penting secara simbolis, para peneliti mengatakan ini tidak akan menjadi titik kritis perubahan iklim.

"Melampaui ambang batas ini bukan berarti membuat perubahan iklim menjadi tidak terkendali," tutur Prof Myles Allen dari Universitas Oxford dan Gresham College, yang juga memimpin penulisan laporan penting PBB pada 2018.

Namun begitu, dampak perubahan iklim akan terus meningkat – sesuatu yang telah kita rasakan seperti gelombang panas ekstrem, kekeringan, kebakaran hutan, dan banjir selama 12 bulan terakhir.

"Kenaikan pemanasan global sepersepuluh derajat dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar daripada kenaikan sebelumnya," imbuh Prof Allen.

Peningkatan suhu setengah derajat – perbedaan antara pemanasan global 1,5 dan 2 celsius- juga secara dramatis meningkatkan risiko melewati "titik kritis".

Apabila ambang batas dalam sistem iklim ini dilampaui, maka akan dapat memicu perubahan yang pesat dan tak terbalikkan.

Prof Bentley memberi contoh sebagai berikut: kalau lapisan es di Greenland dan Antartika Barat melewati titik kritis, maka berpotensi mengakibatkan keruntuhan tak terkendali yang akan menyebabkan kenaikan permukaan laut global "dan membawa bencana" selama berabad-abad lamanya.

Meskipun demikian, para peneliti menekankan bahwa umat manusia masih bisa membuat perubahan.

Dunia sejatinya sudah membuat kemajuan. Teknologi hijau seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang berkembang pesat di banyak belahan muka bumi, misalnya.

Berdasarkan kebijakan-kebijakan dan janji-janji yang ada saat ini, skenario-skenario terburuk pemanasan global yakni 4C atau lebih pada abad ini – yang 10 tahun lalu dianggap bisa terjadi – sekarang dinilai jauh lebih kecil kemungkinannya.

Barangkali yang paling menggembirakan adalah perkiraan bahwa dunia kurang lebih akan berhenti memanas setelah emisi karbon nol tercapai.

Pengurangan emisi secara efektif sampai setengahnya dalam dekade ini dipandang krusial.

“Kita sesungguhnya bisa mengontrol seberapa besar pemanasan yang dialami dunia sesuai dengan pilihan-pilihan kita sebagai masyarakat, dan sebagai sebuah planet," kata Zeke Hausfather, ilmuwan iklim dari Berkeley Earth.

"Kehancuran bukanlah sesuatu yang tak terhindarkan," pungkasnya.

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 

Sumber: bbc
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved