Profil Erfin Dewi Sudanto, Caleg PAN Umumkan Jual Ginjal untuk Dana Kampanye, Cuma Dapat 33 Suara
Calon legislatif PAN Erfin Dewi Sudanto sempat menjadi perbincangan karena mengumumkan menjual ginjal untuk dana kampanye
TRIBUNMEDAN.COM - Calon legislatif PAN Erfin Dewi Sudanto sempat menjadi perbincangan karena mengumumkan menjual ginjal untuk dana kampanye.
Caleg PAN nomor urut 9 dapil Bondowo 1, Jawa Timur itu kemudian viral. Berbagai komentar netizen menyeruak kepermukaan.
Starteginya menjual ginjal pun berhasil menyedot perhatian sehingga ia dikenal bukan sekadar di Jatim tapi nasional.
Baca juga: Sosok Caleg Erfin Dewi Sudanto Jual Ginjal demi Biaya Kampanye Dibanjiri Komentar Netizen
Lantas setelah pencoblosan 14 Februari 2024 bagaimana nasibnya. Artinya, apakah bisa jadi anggota DPRD Kota Bondowoso?
Berdasarkan hasil real count KPU, Erfin Dewi Sudanto tidak akan menjadi anggota dewan. Ia hanya bisa memperoleh 33 suara.
Angka itu jauh di bawah Malik Atamimi, caleg PAN nomor urut 1 yang memperoleh 920 suara.
Bahkan, nasibnya kini sudah tidak diketahui lagi. Dan, akun Instagram mengatasnamakan dirinya tidak update sejak empat tahun lalu.
Sosok Erfin Dewi Sudanto
Erfin Dewi Sudanto adalah warga Desa Bataan, Tenggarang, Bondowoso, Jawa Timur.
Ia memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif DPRD Daerah Pemilihan I Kecamatan Bondowoso, meliputi Tenggarang dan Wonosari.
Pria 47 tahun ini sebelumnya pernah menduduki jabatan Kepala Desa (Kades) Bataan periode 2007-2013.
“Saya waktu pelayanan pada masyarakat luar biasa walaupun gajinya sedikit,” kata Erfin dikutip dari Kompas.com.
Sebagai kepala desa, Erfin totalitas sampai menjual rumah warisannya untuk kegiatan di desa.
Karena kinerjanya, Erfin diganjar penghargaan dari Bupati Bondowoso saat itu, yakni Amin Said Husni.
Setelah masa jabatan habis, Ervin maju lagi di Desa Bataan. Namun karena biaya mendaftar besar, akhirnya ia tidak jadi maju menjadi calon kepala desa.
Tak berhenti di situ, Ervin juga sempat maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) selanjutnya.
Namun ia mengaku dijegal dengan tidak lolos di tahapan administrasi.
“Tahun 2021 kemarin saya nyalon lagi, tapi di Desa Kajar, tapi tidak jadi dan ada pada posisi nomor dua,” aku dia.
Tak Punya Modal Nyaleg hingga Jual Ginjal
Kondisi finansial Erfin tak menguntungkan. Namun, ia menerima tawaran jadi calon legislatif dari PAN.
Erfin menyadari bahwa modal kebaikan saja untuk maju sebagai caleg tidak cukup.
"Perlu modal besar. Teman saya itu saat Pileg 2019 bisa habis sekitar Rp 2 miliar untuk caleg DPRD. Akhirnya dari sana saya tekad bulat menjual ginjal saya,” terang Erfin.
Erfin mengklaim hatinya tak tenang jika tidak bisa berbuat untuk masyarakat, warga miskin, lansia, hingga dhuafa.
Baca juga: MASIH Ingat Caleg Jual Ginjal Demi Dana Kampanye? Cuma Raih 33 Suara, Sekarang Tutup Media Sosial
Dasar itulah yang membuatnya ngotot ikut kontestasi pemilihan legislatif memperebutkan kursi DPRD Bondowoso. Bahkan rela jual ginjal.
Namun, tak ada satu pun yang tertarik membeli ginjalnya walau ada yang pernah menghubungi dan menanyakan harga.
Transaksi tak berlanjut. Erfin menduga orang yang bertanya harga ginjalnya hanya menguji keseriusannya. Tidak lebih.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Caleg Jual Ginjal di Bondowoso, Bagaimana Nasib dan Perolehan Suaranya?
Erfin Dewi Sudanto
Profil Erfin Dewi Sudanto
Jual Ginjal untuk Kampanye
kampanye
ginjal
caleg jual ginjal
Bondowoso
Jawa Timur
PAN
Tribunmedan.com
SOSOK Esti Wijayati, Saingan Titiek Soeharto Unggul di Caleg Dapil DIY, Mantan Prabowo Tertinggal |
![]() |
---|
PECAH! PKB dan Nasdem Diprediksi Merapat ke Koalisi Prabowo Gibran, PDIP dan PKS Oposisi |
![]() |
---|
MASIH Ingat Caleg Jual Ginjal Demi Dana Kampanye? Cuma Raih 33 Suara, Sekarang Tutup Media Sosial |
![]() |
---|
Sosok Erfin Dwi Sudanto Caleg Jual Ginjal Demi Modal Kampanye: Gagal Jadi Kades dan Ekonomi Sulit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.