Berita Viral

PENGAKUAN Gus Dur Sebut Megawati dan Amien Rais Penyebab Dirinya Lengser Viral: Mereka Merasa Benar

Sepenggal video Gus Dur dalam acara Kick Andy pada tahun 2008 kembali viral di media sosial. 

Tayang:
Penulis: Tommy Simatupang | Editor: Tommy Simatupang
HO
Sepenggal video Gus Dur dalam acara Kick Andy pada tahun 2008 kembali viral di media sosial.  

Situasi politik makin memanas hingga akhirnya MPR mengagendakan Sidang Istimewa digelar pada 23 Juli 2001. Mendengar kabar ini, jelang tengah malam 22 Juli 2001, Gus Dur mengadakan pertemuan dengan salah seorang Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masduki Baidlowi dan tujuh ulama sepuh di Istana Negara.

Dikutip dari laman resmi PBNU, pertemuan kala itu berlangsung khidmat dan penuh haru. Gus Dur tak kuasa kuasa menahan air matanya. Ia berkali-kali meminta maaf karena merasa tidak berterus terang ke para ulama mengenai situasi politik yang dihadapinya.

Tangis suami Sinta Nuriyah ini pecah bukan karena lemah menghadapi situasi politik saat itu. Namun, dia memikirkan para ulama dan pendukungnya yang berkomitmen kuat untuknya.

Atas dorongan para ulama dan pengurus pondok pesantren, lewat tengah malam memasuki tanggal 23 Juli 2001, Gus Dur mengeluarkan dekrit presiden. Maklumat itu memuat 3 poin utama yakni pembekuan DPR dan MPR, pengembalian kedaulatan ke tangan rakyat, dan pembekuan Golkar.

Langkah Gus Dur tersebut justru membuat Parlemen kian meradang. Dekrit itu tak memperoleh dukungan. Akhirnya, melalui Sidang Istimewa MPR yang dipimpin Amien Rais pada 23 Juli 2001, Gus Dur resmi dimakzulkan.

MPR menarik mandat yang diberikan kepada Gus Dur dan menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai pengganti presiden.

Yenny Wahid Bantah

Anak Gus Dur, Yenny Wahid tegas menyatakan bahwa ayahnya lengser karena kudeta yang dilakukan oleh parlemen.

Dia juga mengurai bahwa penyebab terakhir yang menjadi pemicu Gus Dur dilengserkan adalah pergantian kapolri. DPR memberi ultimatum bahwa kapolri baru harus nurut dengan mereka. Jika tidak, maka pemakzulan presiden jadi opsi selanjutnya.

Gus Dur saat itu dikabarkan menghendaki Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri. Namun demikian, Megawati beda pilihan dan lebih menginginkan Surojo Bimantoro.

Pernyataan Yenny mendapat pembenaran dari Eks Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Adhie M. Massardi yang menyebut ada konflik antara Gus Dur dengan kalangan elite di Indonesia. Tidak terkecuali dengan wakilnya sendiri kala itu yaitu Megawati Soekarnoputri.

Menurutnya, jika kala itu Megawati sebagai pemilik partai dengan suara terbesar tidak mendorong sidang istimewa untuk melengserkan Gus Dur, maka sidang istimewa itu tidak akan terjadi.

"Faktanya yang menggantikan Gus Dur adalah Megawati," tegas Adhie.

Baca juga: Resep Kue Choco Cornflakes sebagai Kudapan Khas Idul Fitri

Baca juga: TKN Prabowo-Gibran Tegaskan Susunan Kabinet yang Beredar Hoaks, Masih Buka Peluang Bagi Luar Koalisi

(tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved