Sumut Memilih
Suara Caleg DPR RI Sumut 3 Alami Penurunan Drastis di Website Info Pemilu, Ini Kata KPU Dairi
Penurunan drastis juga terjadi pada caleg DPR RI Sumut III dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atas nama Nurasyiah.
Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Sejumlah suara caleg DPR RI di website info pemilu mengalami pengurangan yang turun drastis.
Salah satunya caleg DPR RI dari Partai Golkar, Mangihut Sinaga, dimana berdasarkan hasil pemantauan tim posko pemenangan di Kabupaten Dairi, suara Mangihut Sinaga pada tanggal 19 Februari pukul 10.00, sempat menembus angka 38.020 suara.
Namun, saat ini, pada tanggal 20 Februari pukul 14.00 WIB , turun menjadi 36.447 suara.
Penurunan drastis juga terjadi pada caleg DPR RI Sumut III dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) atas nama Nurasyiah.
Awalnya, suara Nurasyiah pernah tercatat menembus angka sekitar 6 ribu suara dan kini merosot drastis menjadi 841 suara.
Terkait hal itu, Ketua KPU Dairi, Freddy Sinaga mengatakan, aplikasi Sirekap saat ini sedang dalam tahap perbaikan oleh KPU RI.
Dimana, tujuan utama dari aplikasi Sirekap adalah membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar pemilu 2024.
"Sebenarnya kan itu adalah bentuk transparansi. Apa yang ada di foto oleh KPPS melalui aplikasi Sirekap, itu yang langsung di baca oleh aplikasi Sirekap untuk angkanya.
Jadi kan sering ada ketidak sesuaian antara foto Plano, dengan angka numeriknya. Karena yang membaca itu adalah Sirekap, " ujar Freddy kepada Tribun Medan, Selasa (20/2/2024).
Sehingga, terdapat ketidak sesuaian antara hasil yang tertulis di Plano dengan aplikasi Sirekap. Sehingga, KPU menarik kembali angka yang di anggap tidak sesuai.
"Informasinya saat ini kepada kami, bahwa itu sedang yang tidak kesesuaian tadi di tarik kembali , dan untuk di perbaiki supaya jangan menimbulkan kericuhan gara-gara informasi di Sirekap, " katanya.
Freddy pun menegaskan bahwa hasil yang di sampaikan di website pemilu bukan merupakan hasil akhir keputusan KPU tentang berapa jumlah suara yang di dapatkan oleh para calon legislatif.
"Hasil akhir itu adalah penetapan di rekapitulasi berjenjang yang saat ini sedang berlangsung.Jadi itu yang harus di pegang oleh para calon legislatif . Bukan info pemilu itu yang harus menjadi acuan, " tegasnya.
"Jadi jangan menimbulkan kericuhan aja. Karena beberapa hari ini kan itu menjadi kericuhan. Kenapa di plano tertulis angka 7, tetapi yang di baca angka 1.
Nah itu kan tidak sesuai antara gambar dengan angka. Jadi sekarang KPU memperbaiki itu. Makanya jika tidak ada yang sesuai, di tarik dulu, supaya itu bisa menjadi sama dengan berapa yang tertulis di Plano, " tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ketua-KPU-Dairi-Freddy-Sinaga-saat-di-wawancarai-beberapa-hari-lalu.jpg)